Tour de Singkarak Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres <http://www.padangekspres.co.id>
<http://padang-today.com/foto/berita/kelok%2044.jpg> klik untuk melihat foto kelok 44 Tour de Singkarak (TdS) 2010 tetap digelar tanpa perubahan jadwal (1-6 Juni). Persiapan panitia telah rampung 85 persen. Kelok 44 (ampek puluh ampek) menjadi ikon utama pada iven yang bakal diikuti oleh 25 negara. Setiap daerah yang dilalui (rute), diinstruksi menampilkan kesenian yang berbeda. "Menurut hemat saya, belum layak mereka menjadi pembalap dunia sebelum menaklukkan kelok ampek puluh ampek. Statmen itu sengaja untuk merangsang adrenalin mereka. Karena ini unik, kelok 44 tidak ada di dunia manapun, " terang Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Sumbar, James Hellyward. Berbeda dan unik, menjadi tantangan yang akan merangsang pembalap lain yang belum sempat datang ke Sumbar. Di areal kelok 44 direncanakan juga digelar lomba fotografer dunia dan lomba paralayang dunia. Sehingga, momen tersersebut diharapkan menjadi ikon balap sepeda dunia. "Kalau sekarang 25 negara pasti datang, 2011 kita targetkan 40 negara. Yang penting bagi kita, mereka datang ke Sumbar, "imbuh James. Even yang digelar untuk kedua kalinya itu, mengkomponenkan tiga aspek sekaligus. Pariwisata, budaya dan sport itu sendiri. Terhadap hal itu, setiap daerah yang menjadi rute TdS, telah diinstruksikan agar menyuguhkan kesenian yang berbeda. Tampilan masing-masing daerah tidak boleh sama. Menyoal medan berat atau sejumlah ruas jalan (rute TdS) yang mengalami kerusakan, telah diantisipasi oleh panitia. Kata James, kepala dinas sarana prasarana jalan provinsi telah melakukan napak tilas terhadap rute yang akan dilewati. Perbaikan-perbaikan jalan sudah ada yang selesai, dan sebagiannya lagi dalam proses. Pada hari H, seluruh alat berat akan ditempatkan di lokasi rawan longsor. Kadisbudpar Sumbar mencatat, medan yang diperkirakan rawan longsor hanya di sekitar danau Maninjau. Bagaimana dengan Lembahanai? Kawasan itu tidak termasuk rute yang dilalui. TdS yang dijadwalkan star dari Taman Budaya, akan melewati Padang, Pariaman, Tiku, Lubukbasung, Muko-muko, Lubuksao, Maninjau, Balingka, Padangpanjang, Bukittinggi. (*) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
<<image003.jpg>>
