Assalamualaikum WrWb.

 

Sangajo ambo repost baliak pakiriman dari sanak kito Imran Al dari Padang
nan diposting hari Selasa yang lalu, mudah-mudahan lai ado rasaki adiak kito
nan malang dikampuang ko dari sanak2nyo nan lai ado (mungkin) agak labiah
rasaki dari ALLAH SWT, sekalian ambo tambahkan dari pakiriman Rang Kayo
Mulie melalu SMS seperti dibawah :

 

Maiyuni, ayahanda Nouval (adiak kito nan malang) berharap ado Dermawan nan
amuah mambantu keluarga mereka nan sadang kanai musibah tentang penyakit
anaknyo seperti laporan nan diturunkan Pos Metro Padang dibawah. Melalu
Dompet Peduli Nauval yang dimotori Pos Metro, Pak Maiyuni nan dari Jorong
Kamumuan, Kuranji Hilir, Kec. Sungai Limau, Pariaman berharap bantuan banyak
saketeknyo dari Dermawan nan bisa dikirm Melalu Rekening No. BANK MANDIRI
Cab. Lapangan Imam Bonjol, Padang dengan Acc. No. 1110002232797 atas nama
Hendra Hefison (Wapamred Posmetro).

 

Semoga bantuan dari sanak dan kito basamo mandapek rahmat dan limpahan dari
ALLAH yang maha Kuaso.

 

Wassalam

Nofend/Rang Dapua RN

 

 

bocah pengidap tumor di mata.jpg

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Imran Al
Sent: Tuesday, May 11, 2010 6:56 PM
To: mailing list
Subject: [...@ntau-net] MENUNGGU DERMAWAN

 


Kisah Bapak dengan Putra Mengidap Tumor
"Erangan Naufal Terus Terbayang"

Firdaus Diezo -- posmetropadang

PADANG, METRO
Naufal Arkan Ashshaddiq (3), masih terbaring lemah di RS M Djamil Padang,
Senin (10/5). Warga Korong Kamumuan, Kenagarian Kuranji Hilir, Kecamatan
Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman ini merupakan penderita tumor ganas
di mata kirinya 

Sepekan sudah bocah ini dirujuk dan di rawat di Bangsal Anak RS M Djamil
Padang. Kondisi badanya terus melemah. Matanya serupa daging tumbuh dan
berair, tampak menonjol sepanjang telunjuk orang dewasa dengan ukuran
sebasar bola lampu 5 watt. Sehingga, bola matanya terlihat terbudur.    

"Kata dokter, Naufal menderita tumor ganas. Tumor sudah hinggap di matanya
sejak berusia 1 tahun. Seiring perjalanan waktu, benjolan di mata kiri
Naufal terus membesar hingga sebesar kepalan tangan," ungkap Maiyuni, ayah
Naufal kepada POSMETRO, kemarin. 

Dikatakan Maiyuni, awalnya dia melihat gejala aneh berupa bintik-bintik di
mata (pupil) anaknya, ketika berumur satu tahun lebih. Kemudian, bintik
tersebut membengkak dan terus membengkak. Selanjutnya, bola mata Naufal
mulai terlihat terbudur. Ia dan istrinya makin hiba bercampur panik, melihat
kondisi sang buah hati. Berobat kian-kemari telah dilalui. 

Kondisi Naufal makin parah satu bulan terakhir. Tumor di mata ini
diperkirakan juga telah menjalar ke pipi sebelah kanan. Saat ini, pipinya
telah membengkak. Hingga membuat ganjil bagian kiri bibirnya. Saat ini,
badan bocah berkulit putih ini terlihat semakin kurus.
Sejak buah hatinya sakit, kondisi ekonomi keluarga Maiyuni yang pas-pasan
semakin mengkhawatirkan. Karena, setahun belakangan ini, Maiyuni hampir
tidak bisa bekerja seperti biasa sebagai buruh pada proyek-proyek tertentu.

 "Pernah saya pergi bekerja ketika ada proyek, namun bagaimana saya bisa
bekerja, sementara wajah Naufal yang merintih menahan sakit, selalu
menghantui saya. Selalu terbayang saat dia menangis dan tidak mau makan,"
katanya dengan nada serak. 
Sejak putra pertama dari dua bersaudara ini dinyatakan mengidap tumor,
Maiyuni mulai kesulitan mencari biaya pengobatan sekaligus untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, tetap saja semangat baja benderang di
muka ayah dua anak ini, meski kadang ada sabak yang tak kunjung basah di
matanya, saat ia bertutur dengan POSMETRO.

"Untung saya bisa mengurus Jamkesda, hingga pengobatan anak saya sedikit
jadi ringan. Namun, belum tahu bagaimana ke depanya. Sebab dokter belum
memberi gambaran tengah biaya segala macamnya. Kata dokter, anak saya mesti
di chemotherapy. Saat ini, kami menuggu hasilnya untuk selanjutnya,"
terangnya.

Bagi Maiyuni, yang terpenting adalah kesembuhan anaknya. Sebagai ayah, dia
terus berusaha sekuat tenaga mencari dana, untuk berobat anaknya hingga
sembuh. Sedang untuk biaya sehari-hari, keluarga besarnya masih saling
membantu. Tentunya, hidup dengan apa adanya. "Bagaimana nantilah. Yang
penting, anak saya sembuh. Jika nanti sudah benar-benar tidak bisa, itu hak
Tuhan," ungkapnya.

Terpisah, Kabag Humas dan Pengaduan Masyarakat RS M Djamil Padang
Gusfatianof yang ikut menjambangi Naufal bersama POSMETRO mengatakan, pihak
rumah sakit akan berusah membantu kesembuhan Naufal. Dia berharap, ada
pertolongan dari donatur untuk meringankan biaya pengobatan Naufal.

"Kita belum bisa pastikan, sampai kapan Naufal akan dirawat. Kita masih
menunggu hasil chemotherapy dari dokter yang menangani. Oleh karena itu,
besar harapan kita kepada dermawan untuk menyalurkan bantuan tanpa harus
menuggu pihak keluarga penderita memohon dan panik sendirian," harap
Gusfatianof. (*)

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image003.jpg>>

Kirim email ke