Zulfia Anita - Padang Ekspres

Kerusuhan terjadi di daerah transmigran yang ada di perbatasan Kabupaten
Dharmasraya dengan Kabupaten Bungo. Tepatnya di Sitiung III Sei Rumbai
dengan Talang Pamesum yang terletak di Kecamatan Jujuhan Kabupaten Muaro
Bungo, Jambi. Menurut Kapolsek Sungai Rumbai AKP Darto, kerusuhan dipicu
oleh rasa tidak puas dari warga Blok C dan D Sitiung III, karena warga
Talang Pamesum sering memukul anak-anak transmigrasi Blok C dan D.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dua unit rumah dan satu
kedai masing-masing milik Nawawi dan Abdullah, keduanya warga Talang
Pamesum,  dirusak massa. Kaca-kaca dan jendela pecah berantakan. Bahkan
massa yang sudah emosi berusaha membakar rumah dan kedai tersebut. Dua unit
sepeda motor yang terletak dalam rumah Abdullah juga dibakar massa. Hanya
saja, api berhasil dipadamkan warga sebelum melalap rumah.

Berdasarkan cerita Abdullah, selain memecahkan seluruh kaca rumah, massa
juga memecahkaan kaca mobil serta membakar dua unit sepeda motor yang
diparkir dalam rumah dan satu unit warung juga dirusak serta uang senilai
puluhan juta juga ikut hilang. "Saya belum bisa memperkirakan berapa
kerugiaan yang saya alami, namun yang jelas ratusan juta, semua perabotan
saya hancur dan dirusak," ucapnya.

Hal senada dijelaskan Nawawi, saat peristiwa berlangsung rumah dalam keadaan
kosong, dan semua kaca dan jendela juga pecah, perabotan rumah dirusak,
kasur dan lemari pakaian juga dibakar dan uang yang tersimpan dalam lemari
yang juga berjumlah puluhan juta juga raib.

Kapolsek Sungai Rumbai AKP Darto menjelaskan, Puncak peristiwa pada Minggu
(9/5) sekitar pukul 23.00, seorang warga Blok C yang bernama Agus dikeroyok
oleh sekitar 10 orang warga Talang Pamesum, pada saat Agus berangkat kerja
di sebuah pabrik sawit. Akibat pengeroyokan tersebut hidung Agus terluka dan
dijahit sebanyak lima jahitan, bahkan HP Agus juga dirampas.Tidak terima
dengan kondisi tersebut, Senin (10/5) sekitar pukul 20.00 WIB  sekitar 300
orang warga Blok C dan D menyerang rumah orang tua pelaku pengeroyokan
masing-masing rumah Abdullah dan Nawawi.

Dijelaskan Darto, jarak antara kedua rumah tersebut sekitar 300 meter. Rumah
Abdullah terletak ditepi jalan sementara rumah Nawawi agak tinggi dari
jalan. "Saat ini atau pasca penyerangan tersebut situasi sudak kembali
kondusif namun kita tetap berjaga-jagaa untuk mencegah terjadi serangan
balasan, kendati demikian kita tetap berharap agar masyarakat menahan diri
dan tidak lagi terpancing, segala persoaan bisa diselesaikan secara
baik-baik dan dalam suasanaa kekeluargaan," harap Darto

Dari media ini di lapangan, baik rumah Abdullah maupun rumah Nawawi,
terlihat berantakan, kaca-kaca rumah pecah, berserakan, beberapa orang
terlihat sibuk membersihkan rumah dan mengeluarkan perabot. Sementara di
luar rumah belasan bahkan puluhan warga terlihat berkumpul di kedua rumah
tersebut. Tidak banyak yang mau berbicara tentang peristiwa tersebut.
Sepertinya mereka enggan menceritakan peristiwa tersebut bahkan terkesan
tutup mulut. (*)

http://padang-today.com/index.php?today=news&id=16287

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke