AssWrWB, Selamat Ber KONGRES, semoga apa yg menjadi tujuan/sasaran
tercapai hendaknya, Amin.
Apakah Kongres ini mencoba  menetrapkan nilai2 ABSSBK utk di
samakan/disisipkan dgn hukum formal kita?
Wass.Muzirman Tanjung
------------------------------------------------

Rabu, 12 May 2010
Kongres Kebudayaan Dibuka Presiden SBY

*Padang - *Kalau tidak ada aral melintang, Gebu Minang berencana menggadakan
Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 dan Musyawarah Besar V Gebu Minang 2010
di Bukittinggi, tepatnya 7-8 Agustus 2010. Acara ini rencananya akan dibuka
Presiden SBY.
Pembicaraan besar yang akan diusung, terkait  masalah Adat Basandi Syarak,
Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Pembahasan tentang ABS-SBK ini
nantinya, akan dituangkan dalam sebuah buku, sehingga jadi rujukan semua
anak nagari yang ada di kampung dan perantauan.
“Latar belakang digelarnya kongres ini, beranjak dari ABS-SBK yang lahir
sejak zaman Paderi, seolah mulai ditinggalkan masyarakat. Beberapa masjid
dan surau mulai kosong dari aktivitas keislaman, dan lebih banyak duduk di
lapau,” kata Dr.Saafruddin Bahar, salah seorang petinggi di Gebu Minang,
dalam temu ramah dengan Wakil Pe mimpin Umum Harian Singgalang, H.Darlis
Syofyan, Pemim pin Redaksi, Khairul Jasmi, Redaktur Pelaksana, Syam
soedarman dan lainnya di Rattan Room Harian Singgalang, Selasa (11/6).
Dikatakannya, penggodokkan buku ABS-SBK sedang dilakukan oleh Lembaga Kajian
Paderi. Lembaga ini menilai, Minangkabau tanpa Paderi, tidak akan seperti
sekarang. Terkait lembaga ini, hingga sekarang sudah berhasil menelurkan 5
buku.
“Gebu Minang terus menampung masukan dari masyarakat, terkait ABS-SBK.
Wahana yang dipakai bisa dilihat di www.rantau.net,” tambahnya.
Menurutnya lagi, ada 4 rujukan untuk ABS-SBK; Alquran, hadist,
pepatah-ptitih dan konstitusi. Sudah saatnya tungku 3 sajarangan
dibangkitkan kembali. Tidak seperti sekarang, masing-masing tungku jalan
sendiri-sendiri.
Sementara Amri Aziz, Steering Comitte acara mengatakan, jangan lagi
dipisahkan antara orang rantau dan orang kampung. Sekarang mudah timbul
kecurigaan, kalau orang rantau pulang kampung membangun nagari.
“Beda antara orang rantau dengan nagari hanya pada KTP dan tempat tidur
saja. Jadi jangan ada jurang lagi, sehingga kampung bisa dibangun menjadi
lebih baik,” katanya.
Sedangkan Farhan Muin Dt. Bagindo mengatakan, diharapkan setelah kongres
nanti, titik temu ABS-SBK bisa didapatkan. Tidak seperti sekarang, semua
menafsirkan ABS-SBK dengan ilmu masing-masing.
Sementara Muchtar Naim mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010  akan
menjadi yang terbesar. Ia pun telah mempromosikan ke perantau-perantau
seperti di Australia dan lainnya.
Sedangkan Nurmatias, Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan nilai tradisional
Padang mengatakan, kerajaan yang pertama berdiri di Minangkabau adalah
Kerajaan Adytiawarman. Setelah itu baru muncul Kerajaan Pagaruyung.
Selanjutnya disusul oleh tiga haji lagi yang disebut Inyiak Parabek, Inyiak
Candung dan Inyiak Deer Ayah buya Hamka. Menurutnya, kongres nantinya akan
jadi catatan sejarah penting untuk kemajuan Minang ke depan.
Sementara Ermansyah Jamin, Ketum Kongres Kebuda yaan Minangkabau 2010 dan
Musyawarah Besar V Gebu Minang 2010 yang didampingi oleh Syafril Aboe Naim,
Ke tua Lembaga Kajian Gerakan Paderi mengatakan, orang Minang dari dulu
hingga sekarang memiliki karakteristik khusus. “Mereka kurang bisa bekerja
sama, tapi sama-sama mau bekerja. Walau kongres nantinya ada kendala,
panitia akan tetap maju menggelarnya,” katanya.
Sedangkan H.Darlis Syofyan mengatakan, kongres ini dicurigai orang karena
dalam masa kampanye politik. Orang tentu akan bertanya, siapa pula gubernur
yang akan dibawa Gebu Minang.
“Kalau di saat netral, kecurigaan tidak akan banyak muncul. Kami di
Singgalang akan menyediakan rubrik, untuk meramaikan ajang ini. Jadi
silahkan menulis, agar bisa disosialisasikan,” ujarnya.
Sementara Khairul Jasmi mengatakan, Harian Singgalang sangat peduli dengan
pelestarian adat istiadat Minang, termasuk pepatah petitih. Di kolom utama
halaman satu, pepatah petitih itu selalu disertakan, agar makin banyak
dikenal masyarakat.
Kebudayaan menurutnya harus dilestarikan. Tapi hendaknya jangan melecehkan
sejarah, dan hanya mengagungkan budaya. Kongres kebudayaan bagus
dilaksanakan, karena penting bagi kemajuan Minangkabau. (109)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke