Pengantar Teks yang disajikan dalam artikel ini adalah catatan tentang ibadah haji dan tanah Hejaz yang ditulis oleh seorang Indonesia. Teks itu diterbitkan dalam berkala Bintang Hindia[1] pada tahun 1903. Teks itu berjudul "Perdjalanan ke-'Tanah-tjoetji'", yang ditulis oleh salah seorang intelektual pribumi bernama Dja Endar Moeda. Dalam teks ini Dja Endar Moeda banyak memberikan 'tip' dan nasehat agar para calon haji dari Nusantara dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik. Ia tidak bercerita tentang prosesi ibadah haji itu sendiri. Ia mencatatkan 44 PASAL (44 hal) yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah haji Nusantara supaya perjalanan mereka ke Tanah Suci dapat berjalan lancar dan ibadah haji mereka dapat dilaksanakan dengan sukses.
Catatan bibliografis teks "Perdjalanan ke-'Tanah-tjoetji'" Teks "Perdjalanan ke-'Tanah-tjoetji'" dimuat secara bersambung sebanyak lima kali dalam Bintang Hindia antara bulan September sampai November 1903, yaitu: Bagian 1: Bintang Hindia, No. 19, Tahoen jang pertama, 19 September 1903: 202-4. Bagian 2: Bintang Hindia, No. 20, Tahoen jang pertama, 3 October 1903: 215-16. Bagian 3: Bintang Hindia, No. 21, Tahoen jang pertama, 17 October 1903: 227. Bagian 4: Bintang Hindia, No. 22, Tahoen jang pertama, 31 October 1903: 237-8. Bagian 5: Bintang Hindia, No. 23, Tahoen jang pertama, 14 November 1903: 253. Sekilas tentang riwayat hidup Dja Endar Moeda Berikut saya sajikan biografi ringkas Dja Endar Moeda. Dengan mengentahui siapa dia, maka sedikit banyaknya kita dapat memperoleh gambaran latar kepengarangan (authorship) teks ini. (Bagian Pertama) selanjutnya : http://niadilova.blogdetik.com/2010/05/16/sebuah-catatan-tentang-ibadah-haji -oleh-dja-endar-moeda-1903/#more-396 PERJALANAN KE "TANAH SUCI[1]" Oleh Dja Endra[2] Moeda Hampir setiap tahun kita melihat beribu-ribu hamba Allah pergi ke Mekah, menjalang[3] Baitullah dan ziarah ke kubur Nabi Muhamad[4], junjungan kita, di Medinah. Adapun maksud sekalian sidang makhluk itu pergi ke sana ialah hendak mencukupkan rukun Islam. Di antara orang yang banyak itu tecampurlah beberapa tahun y. s.[5] pengarang karangan ini. Ia mengunjungi Tanah Suci itu dengan 4 maksud. Pertama hendak membaikkan kubur orang tuanya, yang telah berpulang ke rahmat Allah di situ; Kedua hendak ziarah ke kubur Rasulullah; Ketiga hendak mencukupkan rukun Islam; Keempat hendak melihat termasa tanah asing. Dengan takdir Allah yang maha kaya, maka segala maksud itu telah sampai belaka. Sekarang saya bermaksud hendak menceritakan hal termasa yang sudah kulihat dengan mata kepalaku itu; mudah-mudahan segala pembaca dapat mengambil faedah daripada daya upaya ini. (Bagian Kedua - Tamat) : http://niadilova.blogdetik.com/2010/05/18/sebuah-catatan-tentang-ibadah-haji -oleh-dja-endar-moeda-1903-bagian-kedua-tamat/#more-399 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
