Ajo Duta,
Urang Minang asli masih banyak, tamasuak nan Kubu. Ambo mandapek curito dari 
Buk Upik (Puti Reno Raudha Thaib, pewaris Kerajaan Pagaruyung) utusan dari Kubu 
(pimpinannyo) masih ikuti rapek di Pagaruyuang manyangkuek hal-hal penting 
sampai kini.

Selain itu, Minangkabau termasuk penyebar Islam nusantara. Tak hanyo ka Negeri 
Sembilan, tapi juo Mindanao, Sulawesi dan Betawi. Mungkin juo ado hubungan jo 
Mataram. Kanda Suryadi mungkin bisa banyak tahu soal iko. Juo ado nan baagamo 
kristen, misalnyo Dami N. Toda dari Manggarai.

Talabiah takurang mohon maaf.

Wassalam,

Syofiardi (39+/Padang)

--- On Tue, 18/5/10, Ibnu Mas'ud <[email protected]> wrote:

From: Ibnu Mas'ud <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] Rumah gadang bukti Indonesia dan Malaysia adalah  
serumpun
To: [email protected]
Date: Tuesday, 18 May, 2010, 10:49 PM

Assalamu'alaikumw.w.

Iko ambo lampirkan tulisan sanak M.Nazir Fahmi wartawan RiauPos nan ikuik 
rombongan kami ka Negeri Sembilan kapatang ko. Tulisan ko dimuek di Harian Riau 
Pos bisuak tanggal 19-05-2010. Mungkin bisa manambah informasi untuak kito baa 
nan sabananyo Minangkabau di Malaysia.

Wassalam,

Ibnu Mas'ud

================================================================================================

Melawat ke Kota 'Daulat Tuanku' Negeri Sembilan, Malaysia (1)


Beradat
 Perpatih, Rumah 'Bagonjong' di Mana-mana

Port Dickson adalah 
pintu gerbang masuk ke Negeri Sembilan, Malaysia melalui jalur laut. 
Dari Dumai ke Port Dickson memakan waktu empat jam menggunakan feri. 
Pelabuhannya bersih dan sangat familiar dengan orang Indonesia. 
Kata-kata Selamat Datang terpampang sangat besar menghadap ke laut.


Laporan Mhd Nazir Fahmi, 
Negeri Sembilan

TIDAK hanya itu 
yang familiar, bangunan pelabuhannya sangat dikenal banyak orang di 
Indonesia. Atap gedung Jeti Penumpang Port Dickson tersebut berarsitek 
'Bagonjong', ciri khas rumah adat Minangkabau. Walau tidak begitu 
runcing gonjongnya, tapi orang akan cepat membaca bahwa itu mirip rumah 
adat di Sumatera Barat.

   Berdasar ciri khas bangunan ini, Negeri Sembilan memang mirip dengan 
beberapa negeri di Sumatera Barat. Makanya sejak dulu orang menyebutnya 
kota kembar dengan Bukittinggi atau Batusangkar yang masih banyak rumah 
bagonjongnya.

   Dari Port Dickson menuju beberapa negeri nan sembilan lainnya, 
Seremban misalnya, bangunan bagonjong makin banyak dijumpai. 
Jembatan-jembatan penyeberangan, gapura hendak masuk tol hingga 
kantor-kantor tol dibangun dengan gaya tanduk kerbau.

   Lebih dalam menyelami tentang Negeri Sembilan, kita bisa mendatangi 
Musium Diraja Seri Menanti Kuala Pilah Seremban. Menurut Asrul Effendi 
Bin Kamaruzzaman, Penolong Kurator Unit Manumen dan Tapak Sejarah 
Lembaga Muzium Negeri Sembilan saat rombongan DPD Association of the 
Indonesia Tours and Travel (ASITA) Riau berkunjung, Musium Diraja Seri 
Meranti merupakan salah satu istana lama Malaysia yang indah dari segi 
bentuk seni bina tradisional. Dibuat dalam tahun 1905 dan siap pada 
tahun 1908 oleh tukang kayu yang mahir dan terkenal bernama Kahar dan 
Taib. Salah satu yang menarik mengenai istana ini adalah dalam 
pembuatannya tidak menggunakan sebuah pakupun. 

    Istana ini dibangun dengan empat lantai dan ditopang dengan 99 
batang kayu. Beberapa kayunya diambil dari Bukittinggi malah. Di 
tengah-tengah bangunan istana ini didirikan menara yang dinamakan 
Tingkat Gunung. Struktur atas bangunan menggunakan kayu cengal yang 
berbentuk Lipatan Gunting. Pada lantai pertama istana ini digunakan 
sebagai Balai Rong Seri untuk upacara menghadap raja. Lantai ke dua 
tempat tidur atau ruang istirahat keluarga kerabat raja dan lantai tiga 
dikhaskan untuk Yang Dipertuan Besar dan tingkat empat sebagai tempat 
raja memantau rakyatnya.

    Atap istana terbuat dari potongan kayu, tapi tidak bergonjong 
sebagaimana bangunan lamanya yang dulu pernah dibakar oleh tentara 
Inggris. Di luar istana ada batu kasur dan replika batu bertikam. Dua 
batu ini yang aslinya ada di Batusangkar, Sumatera Barat. Di halaman 
istana ada dua bangunan dengan ciri khas Minangkabau yang saling 
berhadap-hadapan. Di depannya ada halaman untuk bermain yang dijadikan 
sebagai Medan nan Bapaneh.

   Di dalam istana, terdapat beberapa catatan-catatan sejarah tentang 
asal muasal raja-raja di Negeri Sembilan. Dari catatan yang ada dan 
ditempel di dinding istana, sangat banyak menyebut kata-kata dari 
Minangkabau dan Pagaruyung. Dari silsilah yang ada membuktikan raja-raja
 Negeri Sembilan berasal dari keturunan Kerajaan Pagaruyung. 

   Di istana ini semuanya memang ala tradisional. Apa adanya dan belum 
tersentuh dengan perkembangan multimedia ala musium-musium lainnya. 
Ingin yang lebih maju dan serba multimedia, kita bisa pergi ke Musium 
Adat di Jelebu.

   Di Jelebu ini, rasa Minangkabaunya sangat kental. Di musium maupun 
bangunan di sekitarnya, rata-rata menggunakan atap bagonjong. Persis 
gonjongnya seperti di Sumatera Barat. Orang-orang di pasar sering 
menggunakan bahasa Minang dalam kesehariannya.

   Saat rombongan ASITA Riau yang dipimpin Ibnu Masud memasuki musium 
yang diresmikan tahun 2008 ini, seorang ibu langsung menyambut dengan 
bahasa Minang yang sangat pas. ''Awak dari Payokumbuah, nenek jo inyiak 
ambo dari sinan. Tapi awak indak pernah pulang. Indak ado pitih,'' kata 
Asmerino (43).

   Azmerino yang bersuku Caniago ini mengaku selalu berbahasa Minang di 
rumah maupun di pasar. Apalagi di pasar banyak orang Minang dan 
rata-rata menjadi saudagar di Negeri Sembilan. ''Kalau bajumpo, kami 
alah babahaso Minang sajo,'' jelasnya.

   Di Musium Adat terhimpun cerita berbagai aspek kehidupan masyarakat 
Malaysia yang dianggap adat. Selain itu juga memamerkan aspek-aspek 
kehidupan adat melalui artifak dan naratif. Semuanya menjadi produk 
wisata.
   Musium ini berdiri dengan empat lantai dengan kekhasan 
berbeda-beda. Ada satu lantai yang khusus menceritakan tentang adat 
merantau orang Minang yakni di Galeri Aras 3 yakni Adat Perpatih. Di 
sini akan lebih jelas diceritakan tentang kedatangan orang-orang Minang 
ke Negeri Sembilan.

   Menurut Rosman Bin Ayub, Pembantu Museum Kanan, Adat Perpatih Negeri 
Sembilan adalah variasi adat alam Minangkabau. Adat Perpatih 
melestarikan kehidupan masyarakat tempatan melalui prinsip kerukunan 
hidup termasuk konsep dan amalan budi, undang-undang, perlembagaan, 
kuasa adat, kepentingan harta, kekeluargaan, asal muasal alam, dan 
aspek-aspek kehidupan yang lain.

   Walaupun Adat Perpatih yang diamalkan oleh masyarakat pedalaman 
Negeri Sembilan telah melalui proses pengubahsuaian, namun dasar adat 
ini masih kekal yakni menasabkan keturunan berdasarkan garis ibu atau 
matrilineal dan ini sama dengan di Sumatera Barat.

   Di dalam musium juga dipajang peta-peta perjalanan orang-orang tempo 
dulu dari Sumatera Barat, lalu ke Siak dan terus ke Malaysia. Juga ada 
ranji-ranji keturunan raja-raja yang bermula dari Iskandar Zulkarnain. 
Talempong, kuda lumping, wayang kulit dan gamelan juga dipajangkan 
sebagai sebuah kebudayaan warga Malaysia.

   Orang-orang di Negeri Sembilan memang susah untuk dibedakan dengan 
orang Minang. Tidak hanya masalah adat istiadat, dalam hal makanan pun 
tak jauh-jauh bedanya. Yang namanya masakan bersantan atau gulai, selalu
 ada dalam menu kalau kita makan di rumah-rumah makan di daerah ini. 
Semuanya serba kental dan pedas. Wajarlah saat Shanghai World Expo 2010,
 Malaysia tampil dengan stan ala rumah bagonjong.

   Alamnya juga banyak bukit, gunung, sungai, lembah hingga pantai 
seperti di Sumatera Barat. Semuanya sudah digarap oleh pihak Kerajaan 
dan pihak swasta dalam hal ini Malaysian Association of Tour and Travel 
Agents (MATTA) Negeri Sembilan dengan baik. Semua infrastruktur jalan 
sudah terbangun ke pusat-pusat pariwisata di negeri ini. Walaupun 
kendaraannya sepi, tapi tol tetap dibangun demi menunjang 
pelancongan.(bersambung)



2010/5/15 ajo duta <[email protected]>


Sanak Minang di salingka bumi
 
Ado kawan ambo di AS, inyo orang Malaysia keturunan Arab. Tau inyo ambo urang 
MInang,
disalangkannyo ambo DVD yang menceritakan asal usul Negeri Sembilan. Ambo lupo 
judulnyo.
mungkin sanak kito di Malaysia tahu. inti carito DVD tu bahaso Negeri Sembilan 
berasal dari
adonyo 9 puak di semenanjung nan baparang dek masing2 suku ingin menjadi rajo. 
Untungnyo perundingan
bisa dilakukan dan diambil kesepakatan untuk memilih raja dari Pagaruyung. 
Utusan dikirim
kahandakpun dapek. Bundokanduang mengirim seorang pangeran kesana bersama 
serombongan
pengawal dan pelayan. Kerajaanpun disebut Negeri Sembilan.
 
Ambo setuju jo Jepe dan sanak lain. Kito jangan terlalu genitlah ber Minang2. 
Sebab nan asli Minang
mungkin indak ado. Kalaupun ado mungkin ado sisanyo yaitu Suku Kubu nan di 
Jambi tu...hehe.....
 
Maoh judul ambo tuka, agar bisa diterima oleh Minangkabau diseluruh dunia, 
termasuk sanak awak
di Malaysia. Beko kalau diplesetkan pulo Indonesia menjadi Indon-sial, berang 
pulo awak.
 
Wassalam


 
2010/5/14 Fashridjal M. Noor <[email protected]>





Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Yth. Bapak Muljadi, sanak Syofiardi, jo dunsanak-dunsanak di Palanta 'ko,

Manyambuik baiak pandapek Bapak Muljadi jo sanak Syofiardi, karano sabananyo 
baruntuang bana awak urang Minang karano punyo balahan di Negeri Sembilan, dan 
budaya Melayu Sumatra dakek jo budaya Melayu Malaysia. Artinya indak ado 
hambatan budaya untuk bakarajo samo, Dijadikannyo Rumah Gadang sebagai 
simbolisasi arsitektur tradisional Malaysia (yang berasal dari Negeri Sembilan 
= turunan Minangkabau) manunjuakkan penghargaan pemerintah Malaysia, dan 
seperti tulis sanak Syofyardi, mudah-mudahan promosi ikon Minangkabau itu 
mambuek pengunjung Expo Shanghai 2010 akan bausaho labiah mengenali budaya dan 
alam Minangkabau .



Salam,
Fashridjal M.oor Sidin, Bandung

--- Pada Jum, 14/5/10, Syofiardi BachyulJb <[email protected]> menulis:


=========Dikudung.......sabalum Rang Dapua mangaluakan 
ladiang........................=========



 




-- 
.




-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~



===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet



- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe








-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke