Mambaco namo Yasraf, takana baliak ka tahun 1975, Selain badunsanak rumah kami 
basabalahan..Beliau adalah kawan minang pertama saya di kampuang. Bila malam 
tiba kami pergi mamapeh ikan baung nan indak pernah dapek, Dia adalah seorang 
seniman jago lukis dan lanjut ke ITB senirupa ..Tahun 1986 ketika saya 
berhasil  terdaftar meyandang gelar Pengangguran beliaupun berhasil jadi Pak 
dosen di ITB kami sempat jalan jalan ke tangkuban perahu, Ketika ada pelatihan 
ke bandung dari kantor th 1998 kami bersua kembali. Sambil bercerita panjang 
lebar saya dapat kesempatan untuk membaca buku pertama beliau .. . "Cubolah 
baco baa agaknyo lai ka tembus pasar ko?..  Kalau  sebuah buku ditulis dengan 
baik pasti disukai orang.. apalagi kalau buku ditulis dengan hati ...

Kini nama beliau sudah dikenal di mana mana sebagai pembicara dan penulis dan 
berdomisili di negeri Sunda.... Selamat sukses Bro...
 
Zulkarnain Kahar
Luanda - Pantai Barat Afrika


________________________________
From: Abraham Ilyas <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, May 21, 2010 10:39:08 PM
Subject: Re: [...@ntau-net] Merantau dan Globalisasi

Dunsanak di palanta nan ambo hormati.

Sato ambo jo topik globalisasi iko dengan menampilkan curito nan tajadi di 
nagari Sumpur Kudus (nagari Prof Dr H Ahmad Syafii Ma’arif) dan nagari Maninjau 
(nagari Yasraf Amir Piliang). Manuruik ambo hal iko marupokan gambaran nan 
tajadi kini di kampuang awak. 

Urang (mudo) indak paralu lai marantau, keadaannyo alah samo sajo !
Satu satu masalah gadang nan dihadapi hanyalah bencana alam nan paralu 
diwaspadai.

Dan, seperti juga desa-desa lain di dunia ini yang sudah terkoneksi dengan 
jaringan global, arus globalisasi pun masuk tak terbendung ke Sumpur Kudus. 
Pergeseran pun mulai terjadi. 
Menurut Yasraf, dengan makin berkurangnya orang-orang berkualitas yang 
berkiprah di kampung halamannya sendiri, akhirnya pembangunan di Sumatera Barat 
justru lebih banyak didorong oleh para perantau dari luar Minang. 
Ado duo hal nan disimpulkan: partamo, terjadi pergeseran nilai di kampuang 
akibat pulangnyo para perantau dan kaduo terjadi "brain drain" di ranah 
sehinggo pembangunan .
Syarat untuk mengkuti globalisasi dan terhindar dari dari bahaya yang 
menyertainyo alah diingekkan oleh niniak daulu ka badandiri supayo tahu di 
ompek, dan bagi suko silakan dibaco:

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke