Reni sayang...,

Ketika kita mencoba mengangkat suatu kejadian ke permukaan, kita tentu tidak
bermaksud untuk menjelek-jelekkan orang, tidak pula untuk men'judge 'si anu
salah, si anu benar. Ya kan Ren?

Betul kata Reni, kita tidak bisa menyalahkan keduanya, karena memang kita
tidak bermaksud menilai mana yang benar... :)

Uni cuma mencoba mengangkat suatu fakta yang kebetulan ada di depan mata.
Syukur-syukur, kita - atau paling tidak uni pribadi -  bisa mengambil hikmah
dan belajar dari kejadian-kejaadian itu.

Seperti yang Reni bilang, paling tidak kita bisa melihat bagaimana kasih
sayang seorang ibu kepada anak yang memang tidak akan pernah terbalas...

Terlepas dari kita yang hanya orang luar, dan tidak tahu persis duduk
persoalan antara si Bapak itu dengan anak dan istrinya, kita juga bisa
belajar bagaimana ternyata seorang istri bisa tega 'melupakan' dan
membiarkan  suami sendirian, apalagi ketika si Bapak sudah dianggap 'tak
berguna', Ya Allah.. semoga Tuhan nanti menjauhkan sifat itu dari kita...

Bagaimana si nenek yang uni panggil mak tuo bisa kembali ikhlas dan
memaafkan apa yang sudah terjadi... Walaupun si mak tuo itu tidak punya anak
perempuan, tapi anak bungsu laki-lakinya yang konon kabarnya juga orang
berada tak pernah pulang atau memberi kabar... Setidaknya begitu yang uni
dengar dari si mak tuo sendiri maupun dari orang kampung...

Itulah hidup kan Ren, masing-masing kita punya masalah, cobaan hidup yang
mungkin berbeda antara kita dengan lainnya. Untuk itulah kita perlu belajar
juga dari hidup dan pengalaman orang lain, berusaha meniru yang baik, dan
kalau bisa minta tolong kepada Tuhan agar bisa menghindarkan atau menjauhi
yang buruknya...

Wassalam,

Rita Lukman

-----------------------------


Pada 24 Mei 2010 19:46, Reni Sisri Yanti <[email protected]> menulis:

>  Yo padiah carito uni mah, ndak bisa disalahan duo-duonyo do,
>
> keadaan itulah yah mambuek mereka spt itu...
>
> Disinanlah bukti papatah salamoko, kasiah bundo sapanjang jalan...indak ka
> bisa mambaleh jaso bundo sampai kapanpun,
>
> Semoga mak tuo selalu tabah yo uni yo...
>
> Semoga bapak tu tak buka hatinyo ntuak bisa manarimo hidui apo adonyo....
>
> Batanyo Reni, un, apo ndak do anak padusi mak tuo tu?
>
> Kamanolah hati nurani anak jo bini bapak tu ?
>
>
>
> Mudah-mudahan awak-awak ko jaou dari kejadian ko,  jaan wak sampai
> manyio-nyiokan urang tuo ....ko ndak bisa manyanangi hati orang tuo paliang
> kurang manghargoi jaso urang tuo dgn manarimo idui apo adonyo...
>
>
>
> Semoga kita mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kita bahagia, cukup
> cubaan untuk membuat kamu kita, cukup penderitaan untuk membuat kitamenjadi
> manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kita positif
> terhadap kehidupan
>
>
> Renny,ancol
> www.renisy.blogspot.com
>
>
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke