http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/26/08094655/Saking.Enaknya..Sate.Padang.Murni.Juara-5 *Kuliner* Saking Enaknya, Sate Padang Murni Juara Rabu, 26 Mei 2010 | 08:09 WIB Warta Kota/Dian Anditya Mutiara Sate Padang Murni *TERKAIT:*
- Gulai Kepala Kakap Menggugah Selera<http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/19/09210595/Gulai.Kepala.Kakap.Menggugah.Selera> - Nasi Bebek Pak Qomar<http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/17/20182749/Nasi.Bebek.Pak.Qomar> - Berburu Kuliner di Jatiasih<http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/17/14522724/Berburu.Kuliner.di.Jatiasih> - Sop Daging Bang Mamat, Rasanya Berani!<http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/14/10044944/Sop.Daging.Bang.Mamat..Rasanya.Berani.> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Rasa masing-masing sate kadang sulit diungkapkan. Namun, penggemar fanatik sate bisa sangat setia dengan cita rasa sate pilihannya. Citarasa sate padang terbagi dalam dua kubu mayoritas, yakni * gagrak* Padang Panjang yang berkuah kuning dan *gagrak* Pariaman dengan kuah kemerahan. Beda bumbu, beda pula isinya. Sate padang contohnya, banyak mengambil bahan dasar daging dan lidah sapi. Bahkan, pada beberapa warung sate padang, banyak ditawarkan sate jeroan sapi, seperti jantung, usus, atau tetelan. Di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, ada satu warung sate padang yang cukup terkenal, yaitu Sate Padang Murni. Keunikan dari sate ini adalah pada bumbunya yang sarat akan berbagai macam rempah-rempah. "Ada 27 macam bumbu, 14 macam bumbu basah dan sisanya merupakan bumbu kering. Sebagian merupakan dasar dari bumbu rendang," ujar Murni, pemilik warung tersebut. Saking enaknya, Sate Padang Murni ini pernah juara pertama dalam perlombaan membuat sate padang pada acara reunian Ikatan Keluarga Solok yang diadakan di Senayan pada tahun 2004. Agar terjaga kesegaran dari bumbunya, Murni memilih sendiri semua bahan bumbu segar dan membersihkannya sendiri. Kemudian bumbu segar tersebut dibawa ke Pasar Senen untuk digiling. Meski di pasar sudah ada yang menjual bumbu gilingan sendiri, namun dia tidak mau memakainya dengan alasan kurang terjaga kualitasnya. Supaya tidak terlalu merepotkan, Murni membuat bumbu basah seminggu sekali. Sedangkan untuk bumbu rendangnya dalam tiga bulan sekali. Untuk pengolahan menjadi bumbu sate, dibuat setiap hari. Dalam semalam bisa dibuat bumbu satu panci besar untuk 120 porsi. Sebagai tambahan, di dalam bumbu itu juga diberi tumbukan kacang tanah kupas yang disangrai terlebih dahulu. Sebagai pengental digunakan campuran tepung beras dan sagu. Bahan sate yang dipakai berupa daging sapi 7 kg, lidah 1 kg, usus 2 kg dan jantung 1 kg. Padahal sebelum krisis, ayah tujuh anak ini bisa menjual sate dengan bahan hingga 20 kg daging per hari. "Yang membeli pun sampai antre * lho*," kenang Murni. Bagi mereka yang ingin membawa pulang sate ke rumah, disarankan untuk tetap mencampurnya dengan bumbu. Karena kalau dipisahkan, lebih dari 3 jam sate yang sudah dibakar akan sedikit mengeras. Jadi lebih baik menyatu dengan bumbu. Kalau mau menghangatkan tinggal dijerang diatas kompor untuk bumbunya saja. Murni menambahkan, ada juga pelanggannya yang paling suka dengan sate usus. "Saat mereka datang yang diborong sate ususnya," ujarnya. Namun tidak semua pelanggan senang dengan jeroan, jadi dibuatlah tusukan secara terpisah sehingga mereka bisa memilih sesuai selera. Meski memakai jeroan, tidak terasa amis. Karena pada saat perebusan diberi bumbu seperti daun jeruk, kunyit, sereh dan daun bawang sehingga jadi harum aromanya. Proses perebusan memakan waktu kurang lebih 3 jam. *Ketupat istimewa* Begitu juga dengan ketupatnya yang begitu legit, juga buatan sendiri. Ketika dibelah, ketupatnya sangat bersih dan menyatu. Bahkan setelah direbus dan matang, daun kelapa pembungkusnya tidak berwarna cokelat. Dalam sehari Murni membutuhkan sekitar 8 liter beras untuk ketupat. "Ketupat kami biar pun sudah seminggu dimasukkan di dalam kulkas masih bagus *lho*. Atau dua hari di suhu ruang tidak akan basi. Kami tidak memakai pengawet, rahasianya terletak pada saat perebusan," ujar Murni tanpa mau membeberkannya lebih lanjut. Teman makan sate padang biasanya kerupuk kulit atau keripik singkong pedas. Satu porsi sate isi 10 ditambah ketupat dihargai Rp 13.000, sedangkan untuk yang isinya 8 tusuk Rp 11.000 seporsinya. Tidak jarang pula Murni menerima pesanan untuk pesta pernikahan atau katering. Dan kalau seperti itu, dia sendiri yang turun tangan untuk menangani langsung. "Mau libur agak sulit juga. Pelanggan kalau tidak melihat saya ada di warung, suka tidak mau makan. Jadi ya semua saya layani di sini, meski keponakan sudah bisa membantu melayani," ujarnya. Begitu juga dengan pembuatan bumbu, hingga sekarang belum ada anggota keluarga yang menggantikannya. Bahkan istrinya pun belum bisa membuat bumbu yang pas. Saat ini hanya anak yang keempat mengikuti jejaknya berjualan sate padang di Gazebo Cafe di kawasan Kota. Warung Sate Padang Murni berada di pinggir Jalan Raya Cikini. Mangkalnya di trotoar persis di depan Gedung Pengadilan Tata Usaha atau dekat dengan pom bensin Cikini. Dalam berjualan terkadang Murni dibantu oleh keponakannya atau ditemani sang istri tercinta. *(Dian Anditya Mutiara)* Sate Padang Murni Jalan Cikini Raya (depan PTUN, dekat pom bensin Cikini) Jakarta Pusat -- Z Chaniago - Palai Rinuak Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau . Sayangi Danau Maninjau - -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
