Sungguh, rangkaian 'babaleh pantun' dalan RN minggu-minggu terakhir ini menyadarkan kita akan kekayaan budaya serta kreativitas orang Minangkabau dlm merespons berbagai tantangan dlm hidupnya.
Secara berkebetulan, saya sdg membaca buku karangan Dr Edwar Djamaris,200,'Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau', Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.Sangat lengkap, perlu kita baca. Masalah berikutnya, mau kita apakan sastra rakyat ini? Kita biarkan saja, atau kita kembangkan secara kreatif ? Mungkinkah kita adakan festival sastra rakyat Minangkabau ? Siapa yg akan mengambil prakara ? Tak adakah suatu lembaga yg menangani 'cultural heritage' kita ini? Wassalam, SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
