Yth. Pak Saaf, dan dunsanak sekalian di palanta, Terkait dengan sastra rakyat ini, banyak yang bisa kita lakukan kalau kita mau. Hari ini di Padang Ekspres hal saya bincangkan sambil lalu dalam artikel saya "Masa Depan Seni 'Bersilat Lidah' Minangkabau." Salah satunya, seperti yang Pak Saaf katakan, kita adakan Festival Sastra Rakyat Minangkabau. Di situ kita buka juga ruang untuk kreativitas baru, untuk anak2 muda kita. Kita beri hadiah2 perangsang. Katakanlah hadiah seperti ini: PEMENANG UTAMA HOTEL YANG MENYEDIAKAN SOUNDSCAPE KHAS MINANGKABAU; PEMENANG UTAMA GRUP REMAJA BERBALAS PANTUN; PEMENANG UTAMA PENDESAIN IKLAN YANG BANYAK MENGGUNAKAN CUPLIKAN2 SENI TRADISIONAL MINANGKABAU DALAM IKLANNYA; PEMENANG UTAMA PERUSAHAAN REKAMAN DI SUMBAR YANG BANYAK MEMRODUKSI KASET2 DAN VCD KESENIAN TRADISIONAL MINANG. Selama sepekan kita adakan pestra sastra rakyat ini. Ada Randai, ada sijobang, salawat dulang, indang, rabab Pasisia, rabab Pariaman, dll. Tapi di sisi lain, ada ruang kreativitas baru, yang memungkinkan generasi muda kita mengekpresikan ide mereka tetapi tetap kita kaitnya dengan sastra dan kesenian Minangkabau. INTINYA: SEGALA PIHAK--PEMERINTAH, BUDAYAWAN, ENTERPRENEUR, AKADEMIS, DLL.--SALING BERSINERGI UNTUK MELESTARIKAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU. Kebudayaan itu bisa tetap dihidupkan dalam perubahan zaman. Teknologi baru dapat kita gunakan unntuk memperkuat jatidiri kita. Hanya dengan cara begitu kekhawatiiran kita yang terus-menerus tas efek globalisasi dapat kita minimalisir. Wassalam, Suryadi
--- Pada Ming, 30/5/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> menulis: Dari: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> Judul: [...@ntau-net] Sastra Rakyat Minangkabau. Kepada: "Rantau Net" <[email protected]> Tanggal: Minggu, 30 Mei, 2010, 9:00 AM Sungguh, rangkaian 'babaleh pantun' dalan RN minggu-minggu terakhir ini menyadarkan kita akan kekayaan budaya serta kreativitas orang Minangkabau dlm merespons berbagai tantangan dlm hidupnya. Secara berkebetulan, saya sdg membaca buku karangan Dr Edwar Djamaris,200,'Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau', Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.Sangat lengkap, perlu kita baca. Masalah berikutnya, mau kita apakan sastra rakyat ini? Kita biarkan saja, atau kita kembangkan secara kreatif ? Mungkinkah kita adakan festival sastra rakyat Minangkabau ? Siapa yg akan mengambil prakara ? Tak adakah suatu lembaga yg menangani 'cultural heritage' kita ini? Wassalam, SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
