Dosa Ibarat Lalat dan Gunung 
Oleh K Suheimi

Tulisan yg menarik terbaca dalam mutiara hikmah hari ini. Saya kirim untuk 
sahabat saya di palanta.

Kepekaan terhadap sesuatu menjadi ukuran terhadap nilai sebuah masyarakat 
mayarakat yang dibentuk oleh nabi sangat sesintif terhadap islam seruan untuk 
jihad disambut dengan rela hati mereka sanggup mengorbankan harta dan diri 
mereka karean menegakkan agama dan tauhid dijalan Allah     mereka 
berlomba-lomba mengerjakan kebajikan dan ketaaatan walau sekecil apapun kepada 
merekalah kebajiakan diberikan kepada Allah     pada masa yang sama mereka 
menjauhi semua larangan Allah     bagi mereka besar atau kecilnya larangan 
adalah sama saja karena semua itu larangan dari Allah     lantaran kepekaan 
terhadap suruhan dan larangan Allah     itulah mereka sangat takut mengerjakan 
maksiat walau kesalahan sekecil apapun jika mereka berbuat kesalahan dosa kecil 
saja meraka akan merasakan perasaan tertekan seolah-olah gunung uhut akan 
menimpa dirinya mayarakat sekarang barangkali kita perlu bertanya apakah kita 
dizaman maju masih punya ketakutan
seperti mereka kebanyakan kita sekarang ini tidak lagi peka terhadap ajaran 
islam walaupun telah melakukun dosa besar yang sangat banyak namun dirasakan 
seperti seekor lalat yang hinggap dihidung saja seolah-olah tidak ada apa-apa 
ini tentu saja berbeda dengan generasi awal yang merasakan himpitan gunung 
hanya karena melakukan dosa yang kecil betapanabi adam menangis beratus-ratus 
tahun yang lalu hanya melakukan satu dosa saja yaitu memakan buah quldi yang 
dilarang oleh Allah     sehingga air mata tangisan mengalir menjadi sungai dan 
laut yang dapat kita manfaatkan hingga dewasa ini bagaimanakah keadaan kita 
saat ini adakah kita menangis setelah melakukan dosa dan adakah kita takut 
untuk berbuat dosa.


Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an


Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia 
berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat 
maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang 
yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab 
sebelum Kami mengutus seorang rasul.17 15

Pekanbaru 1 Juni 2010

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke