Urang Dapua, mohon maaf sagadang-gadangnyo alah talongsong mang-'attach' nan labiah dari 200 KB.
Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) --- On Tue, 6/1/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: Re: [West Sumatra Tourism Board] Ref: Kongres Kebudayaan di Bukittinggi To: [email protected] Cc: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "Mochtar Naim" <[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Amri AZIZ" <[email protected]>, "Herwandi Wendy" <[email protected]>, "Armen Zulkarnain" <[email protected]> Date: Tuesday, June 1, 2010, 1:33 PM Pak Aim, terima kasih atas responsnya. Di bawah ini saya coba menjawab, langsung di bawah yang pak Aim tanyakan, sehingga mudah dilihat keterkaitannya. Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) --- On Tue, 6/1/10, Aim Zein - Gmail <[email protected]> wrote: From: Aim Zein - Gmail <[email protected]> Subject: [West Sumatra Tourism Board] Ref: Kongres Kebudayaan di Bukittinggi To: [email protected] Date: Tuesday, June 1, 2010, 12:50 PM Pak Saaf yang saya hormati, Saya setuju dengan Bapak jika Kongres Kebudayaan Minangkabau di Bukittinggi 7-8 Aug yad merupakan moment yang sangat penting, bukan saja untuk peserta dan pariwisata, namun juga untuk Masyarakat Minangkabau sendiri. Sebagai orang yang dapat dianggap awam dalam urusan Budaya Minangkabau ini, saya ingin bertanya kepada Pak Saaf selaku Ketua Steering Committee: 1. Apakah kongres ini sudah legitimate ? dalam arti sudah mendapatkan legitimasi dari masyarakat dan para ahli Budaya Minangkabau dan pemerintah ? Hal ini perlu dipertegas, mengingat kekuatan hasil yang akan dibicarakan disana. Jawab: sudah barang tentu legitimate, pak Aim. Materinya sudah 12 kali disosialisasikan di Ranah dan di Rantau, dengan menghubungi tokoh-tokoh adat, agama, budayawan, dan Pemda. Sebagian besar mendukung. Sebagian kecil tentu ada yang masih berkeberatan. Lebih dari itu, Panitya telah mempelajari -- dan mencantumkan -- ayat-ayat Al Quran serta Hadits Nabi; pepatah petitih, rangkaian undang-undang, serta 125 buku yang terkait dengan substansi, sehingga rasanya sudah bisa menjadi rujukan awal untuk legitimasi pembahasannya. 2. Hal-hal apa saja yang akan dibicarakan ? Apakah rumusan ABS-SBK akan dihasilkan disana ? benarkah belum ada kesepakatan resmi dari para budayawan hingga saat ini tentang rumusan ABS SBK tersebut ? Jawab: terlampir saya 'attach' Draft 16 Kesepakatan Bersama Kongres yang dihasilkan dari draft SC dan masukan dalam rangkaian FGD tersebut. Silakan pak Aim membacanya, Dalam FGD di Fakultas Sastra Undand awal Februari 2010 memang ada beberapa budayawan yang berkeberatan, tetapi setelah diberi tambahan penjelasan, kelihatannya sudah bisa menerima. 3. Apa target yang akan dicapai dalam Kongres ini ? – Jika terjadi ketidak sepahaman... apakah Steering Committee sudah menyiapkan rancangan PLAN B nya ? sekedar urun rembuk saja Pak Saaf, Budayawan ini biasanya orangnya eksentrik dan agak nyeni. Sulit untuk berembuk dan lekas “mangambok”. Jawab : sesuai dengan Kerangka Acuan dan Draft 16 tersebut di atas, sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya suasana kebersamaan dan saling mengerti antara sesama orang Minangkabau berdasar ABS SBK, dan dapatnya diwujudkan sebuah lembaga yang memfasilitasi kebersamaan orang Minangkabau dalam merancang masa depannya. Sekiranya tidak tercapai kesepakatan -- mudah-mudahan janganlah demikian hendaknya -- maka sebagai Plan B, setidak-tidaknya menurut saya pribadi, Panitya tidak hendak memaksakan.Panitya akan menyerahkannya kepada sejarah suku bangsa Minangkabau sendiri untuk mencatat bahwa telah pernah ada upaya yang secara sungguh-sungguh untuk meletakkan landasan kebersamaan yang lebih melembaga dari suku bangsa Minangkabau, secara lebih mendasar dan konsepsional, tetapi gagal mendapatkan dukungan dari para budayawannya. Namun yang lebih penting, dari 12 kali FGD di Ranah dan di Rantau, serta dari wacana di Rantau Net serta di Face Book, kelihatannya lumayan banyak orang awak yang mendukung kongres ini, bukan hanya di kota, tetapi juga di nagari. Syukur Alhamdulillah. 4. Jika memang akan diambil sebuah kesepakatan nantinya, apakah itu merupakan kesepakatan yang bersifat mengikat yang harus dipedomani oleh seluruh masyarakat banyak atau sekedar hasil kongres yang akan melengkapi dokumentasi panitia ? Jawab; sesuai dengan namanya, yaitu 'kesepakatan', sudah barang tentu pada taraf terakhir tergantung kepada para peserta Kongres untuk menjadikannya -- atau untuk tidak menjadikannya -- sebagai rujukan. Sekedar sebagai catatan, bahkan dalam kehidupan beragama pun Al Quran mengatakan tidak ada paksaan. Dalam kaitannya dengan untuk mendukung Pariwisata Sumbar, jelas ada pak. 1. Secara nyata, para peserta rapat dari dalam dan luar Sumbar tersebut tentu saja akan “berwisata kongres” ke Bukittinggi. Artinya 1600 orang tersebut akan butuh makan, minum, penginapan dan belanja disana. Jika kita perkirakan spending rata-rata 500.000,-/orang/ hari bisa dihitung kasar berapa jumlah uang beredar disana. 2. Jika kita bicara Pariwisata, pasti didalamnya ada unsur Budaya sebagai unsur daya tarik Pariwisata itu sendiri. Tapi tidak semua budaya bisa menjadi daya tarik, malah bisa menjadi tidak menarik. Mungkin disini bisa menjadi PR dan perhatian dari teman-teman para Budayawan, khususnya Steering Committee yang akan mengikuti kongres tersebut. Bagaimana melihat atau mengekspresikan sebuah nilai budaya yang dapat dikorelasikan dengan Pariwisata sebagai Unsur Daya Tarik. Menurut penilaian pribadi saya yang awam, sebuah budaya dapat dikategorikan menarik jika : - Bersifat unik dan tidak/jarang ada ditempat lain - Mempunyai nilai kesakralan yang tinggi (tetapi bukan hanya dideklarasikan saja, namun terbukti diikuti oleh rakyatnya – e.q: Bali, Thailand, India) - Diikuti dan dipatuhi oleh penganutnya - Telah Berlangsung lama dan Terjaga dengan baik - Terdokumentasi dengan baik Hal-hal diatas ini kemudian oleh para “sales” Pariwista kemudian di poles/domodifikasi kembali bentuknya hingga mempunyai daya tarik untuk dijual. 3. Jika kongres ini akan dipromosikan, tentu saja Ikon yang akan digunakan adalah Budaya Mingkabau itu sendiri. Dari sisi “sales” tadi, mungkin pihak SC bisa membuat semacam jargon-jargon / tagline yang bisa dikaitkan dengan ikon tadi tersebut. Banyak cara disini Pak.. sekedar contoh: - Minangkabau, good people, good culture, good living ... - Budaya Minangkabau, sebuah mahakarya dari Ranah Minang .... - exotic, untouched and well preserved..Minangkabau Culture.. - the real democratic culture was born in Minangkabau.... tentu saja banyak cara-cara lain yang tidak bisa dibahas disini satu persatu. Tapi paling tidak, bisa dicari dan disepakati Tagline apa yang yang paling tepat untuk dipakai dalam kaitannya sebagai sarana promosi Pariwisata. Nanti, semua Hotel, Travel Agent, brosur, baliho, etc.. akan memakai Tagline ini sebagai pencitraan Budaya Minangkabau itu sendiri. Jika memang ingin “dihebohkan” untuk memperkuat posisi sekaligus mempromosikan “budaya minangkabau” itu sendiri, Tagline ini dapat saja di sayembarakan dengan hadiah-hadiah tertentu. Tidak perlu besar, yang penting gaungnya. . Publik boleh urung rembuk dan usul. Dari sinilah event tersebut bisa terpromosi. Kurang lebih trik ini bisa dicompare dengan “Lomba Foto Tour De Singkarak” yang dibikin Pak Nofrins :) 4. Selain dari no.3 diatas, ada banyak cara lain yang bisa dipakai untuk menaikkan rating event ini dalam kaitannya dengan promosi pariwisata. Sebagai contoh: - Seluruh peserta wajib memakai baju kebesaran adat - Tatacara makan selama acara beralangsung adalah makan baselo atau bajamba - Ada 1 atau 2 acara pendukung yang unik ( Adu Berbalas Pantun ), Festival Gandang Tasa, dll Yang jelas, kuncinya ada dalam PENGEMASAN DAN PROMOSI Acara. Seringkali kesalahan yang dibuat orang (panitia) adalah membuat dan mengemas acara sekenanya saja (daripado indak) atau “mengikuti selera kemauan mereka”. Untuk itu jika memang akan dipromosikan, lebih baik menunjuk Professional EO atau orang-orang yang memang telah berpengalaman dan teruji dibidang ini. Kalau memang tidak memungkinkan untuk dibuat lebih baik tidak usah. Karena sebuah tindakan aktivitas Pencitraan akan sangat sulit diulang, apabila terjadi kesalahan. Demikian Pak Saaf, sekedar share ringan dari saya.. (pas waktu makan siang soalnya ) Jawab: terima kasih atas masukannya, pak Aim. Saya teruskan masukan pak Aim ini serta respons saya kepada rekan-rekan saya di SC dan OC. Salam dan sukses selalu Aim Zein From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dr. Saafroedin Bahar Sent: Tuesday, June 01, 2010 8:32 AM To: Aim ZAIN; Ir Yulnofrins NAPILUS Cc: Warni DARWIS Subject: Re: [West Sumatra Tourism Board] MTRO TV: Film "MAK ITAM & ME", 5 Juni 2010, jam 15.30-16.00 Pak Aim, pak Nof, saya percaya bhw Kongres Kebudayaan Minangkabau di Bukit Tinggi tg 7 - 8 Agustus yad selain akan merupakan event kebudayaan yg monumental juga bisa merupakan daya tarik wisata tersendiri. Mengapa ? 1) Kongres ini berusaha menjernihkan ajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yg mengambang sejak th 1832, serta menempatkannya dlm konteks masa kini dan NKRI. 2). Sbg rujukan, Panitia tlh mengkaji seluruh referensi, spt Al Quran, Hadits, pepatah-petitih, undang-undang, serta 125 buku, dan masukan dr seluruh fihak terkait, dan telah berhasil merumuskan Draft 16 Kesepakatan Bersama Kongres, yg sedang dibahas di tk Nagari. 3). Kongres ini akan dihadiri oleh 1.600 orang, terdiri dari utusan 600 nagari dan utusan perantau Minang dari seluruh dunia. 4) Pembukaan direncanakan oleh Presiden SBY. 5). Jika berhasil, bisa jadi model bagi seluruh suku bangsa di Indonesia yg bermasyarakat majemuk ini. Bgmn memanfaatkan event ini utk mendukung kepariwisataan Sumbar? Kebetulan saya jadi Ketua Steering Committee Kobgres tsb Wassalam, SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: "Y. Napilus" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 31 May 2010 18:07:07 -0700 (PDT) To: Media Sumut<[email protected]>; IDP<[email protected]>; IndoBackPacker<[email protected]>; Tourism Indonesia<[email protected]>; Indonesia Geographic<[email protected]>; RantauNet2 Milis<[email protected]>; Gebu Minang<[email protected]>; IPMPP<[email protected]>; WSTB<[email protected]>; <[email protected]>; Milis SMA1Bkt<[email protected]>; <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Cc: <[email protected]>; Kabupaten Tanah Datar<[email protected]> Subject: [West Sumatra Tourism Board] MTRO TV: Film "MAK ITAM & ME", 5 Juni 2010, jam 15.30-16.00 Dear All, Dlm rangka membantu promosi TOUR de SINGKARAK (1-6 Juni 2010) dan Jambore Bangsa Serumpun Melalyu Indonesia - Malaysia di Batusangkar (8-12 Juni 2010), maka Christine Hakim Feature (CHF) bersama KemenBudPar dan METRO TV akan menayangkan Film Dokumenter "MAK ITAM & ME" pd 5 Juni 2010 jam 15.30-16.00. Mohon informasikan kepada kawan-kawan dan keluarga. FYI, foto-foto terkini Loko Uap MAK ITAM per 30 Mei 2010, bisa dilihat tanpa harus login (klik aja lgs) di: http://www.facebook.com/album.php?aid=215152&id=666199046&l=9741a47e26 Pada 5 Juni 2010 pagi jam 8.30, Mak Itam akan digunakan untuk mengangkut sktr 200 orang lebih Pembalap Tour de Singkarak dari Sawahlunto ke Muara Kalaban sejauh 7 Km melalui terowongan 800m. Metro TV juga mengirim mobil khusus siaran langsung ke Sumbar utk meliput Tour de Singkarak. TdS juga diliput oleh stasiun Internasional EURO SPORT. Liputan foto dari udara dilakukan dengan Paramotor sebanyak 4 unit (video masih akan diuji coba). TdS akan start utk Team Time Trial, Selasa 1 Juni 2010 jam 14.00 dari Tepi Laut Taman Budaya. Terima kasih. Salam, Nofrins www.photowinners.org/tour-de-singkarak-2010 -- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- WEST SUMATRA TOURISM BOARD Anda menerima email ini karena terdaftar pada Google Groups "wstb" group. Untuk mengirim email kepada group ini, kirim ke alamat [email protected] Untuk berhenti/keluar dari group ini, kirim emal ke alamat [email protected] Untuk pilihan lain silakan kunjungi alamat ini: http://groups.google.com/group/wstb?hl=id -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
