Warga Milis Keluarga Besar Polri
yang saya cintai.
 
Saya adalah salah satu penduduk NKRI yang termasuk
 
Hanya saja, di banyak wilayah di Indonesia, 
banyak warga yang merasa belum didatangi 
oleh petugas pencacah.
 
Demikian juga saya termasuk:
 
”Sebagian warga mengatakan, 
rumah mereka baru ditempeli stiker saja. 
Ada pula warga yang belum dikunjungi petugas sensus,” ucapnya.
 
Demikian sekilas info.
Wassalam, Jacky Mardono


SENSUS PENDUDUK 2010
Dana Rp 3,34 Triliun, Kerja Belum Tuntas

Rabu, 2 Juni 2010 | 03:35 WIB
Jakarta, Kompas - 
 
Badan Pusat Statistik menghabiskan dana 
sekitar Rp 3,34 triliun untuk pelaksanaan 
sensus penduduk 2010 yang berakhir 31 Mei 2010. 
 
Hanya saja, di banyak wilayah di Indonesia, 
banyak warga yang merasa belum didatangi 
oleh petugas pencacah.

Sejumlah warga di Surabaya (Jawa Timur), 
Semarang dan Tegal (Jawa Tengah), Jayapura (Papua), 
serta Medan (Sumatera Utara/Sumut) dan Padang (Sumatera Barat) 
yang dihubungi, Selasa (1/6), 
mengaku belum pernah dihubungi petugas pencacah. 
 
Padahal, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, 
700.000 pencacah dikerahkan di seluruh Indonesia 
selama sensus 1-31 Mei 2010.

Biaya sensus yang dikeluarkan juga tak sedikit. 
Seperti dikemukakan Rusman, 
biaya yang dikeluarkan sekitar 1,5 dollar AS per kepala. 
 
Perhitungan Kompas, dengan asumsi penduduk Indonesia 240 juta jiwa 
dan kurs rupiah Rp 9.300 per dollar AS, 
total biaya mencapai Rp 3,348 triliun.

”Dari sekitar 50 keluarga yang berada di RT saya, 
baru 10 keluarga yang didatangi petugas. 
Itupun hanya menempelkan stiker saja,” 
 
ujar Yohan (30), Sekretaris RT 8 RW 8 Perumahan Griya Permata Gedangan, 
Kelurahan Keboansikep, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Nisa (29), warga Gang II A, Pagesangan, Surabaya, 
mengatakan, petugas sensus baru satu kali mendatangi rumahnya. 
Petugas hanya menanyakan jumlah anggota keluarga 
dan jenis kelamin serta memasang stiker.
 
Kepala BPS Jawa Timur Irlan Indrocahyo 
mengakui munculnya beberapa pengaduan dari masyarakat terkait sensus. 
 
”Sebagian warga mengatakan, 
rumah mereka baru ditempeli stiker saja. 
Ada pula warga yang belum dikunjungi petugas sensus,” ucapnya.

Namun, bagi mereka yang belum disensus, 
menurut Kepala BPS Jawa Tengah R Lukito Praptoprijoko 
di Kota Semarang, masih ada kesempatan untuk disensus 
pada masa penyempurnaan hingga 15 Juni. 
 
Masa penyempurnaan ini berlaku secara nasional. 
Petugas akan menyisir blok tempat bertugas untuk 
memastikan masih ada warga yang belum tercatat.

Namun, belum tersensusnya sejumlah warga 
bukan karena tidak didatangi petugas. 
Kepala Bidang Integrasi Pengolahan Data 
dan Diseminasi Statistik BPS Sumut 
Panusunan Siregar mengatakan, 
BPS Sumut tengah menyempurnakan data dari responden.

BPS Sumut mengakui banyak kendala 
yang dihadapi petugas pencacah di lapangan, 
mulai dari digigit anjing, sakit, sampai ditolak warga.
 
 Warga di sembilan desa di Kabupaten Serdang Bedagai 
yang tinggal di perbatasan Kabupaten Deli Serdang menolak dicacah. 
Mereka mau dicacah sebagai warga Deli Serdang.

Di Jakarta, Kepala BPS DKI Jakarta Agus Suherman mengatakan, 
dari 196 apartemen yang ada di Jakarta, 
baru 50 persen penghuni yang berhasil didata. 
 
Namun, masa sensus masih sampai 15 Juni 2010 
karena ada 4,35 persen kawasan yang belum disensus. 
 
Menurut Agus, hambatan paling besar 
adalah penghuni apartemen atau warga kaya 
yang menolak petugas pencacah.(ABK/UTI/WIE/MHF/INK/GRE/JON/WAD/eca)






-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke