"Berarti Pak Saaf baru saparo jalan."
Sensus BPS 'Temukan' Kakek Berumur 146 Tahun
Sargani mengaku punya 12 anak, 63 cucu, dan 52
cicit. Istri? Ada lima, katanya.
Rabu, 2 Juni 2010, 11:00 WIB
Karaniya Dharmasaputra
VIVAnews - Petugas sensus penduduk tercengang
alang-kepalang saat mendapati seorang kakek di Lebak, Banten. Kenapa
gerangan? Kakek itu bukan sembarang kakek. H. Sargani, begitu namanya,
mengaku sudah berusia sekitar 146 tahun.
Ya, dia mengaku berumur 146 tahun!
Sargani, warga kampung Makam Jepang, di Desa Bungur Mekar, Lebak,
bahkan masih kuat berdiri. Tak cuma itu, meski usianya sudah supersepuh,
dia masih aktif bicara dan belum pikun. Pendengarannya pun masih normal
sehingga petugas sensus tak terlalu sulit menanyainya.
"Dari data yang kami miliki, H. Sargani lahir di tahun 1865," kata
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lebak, Dadang Ahkdiyat, Selasa malam,
1 Juni 2010.
Data itu memang hanya didasarkan pada pengakuan
Sargani, bukan pada akta tertulis. Maklum saja, jika ingatan si kakek
masih valid, saat dia lahir tentu kantor catatan sipil belum satupun
yang berdiri.
Kalau itu benar, pengakuan Sargani bisa menggegerkan. Soalnya,
manusia tertua yang pernah hidup di dunia adalah Jeanne Calment. Telah
diverifikasi secara ilmiah, nenek asal Prancis ini 'hanya' berumur 122
tahun 164 hari dan meninggal 4 Agustus 1997 silam. Artinya, Sargani 24
tahun lebih tua dan rekor dunia harus segera diubah.
Boleh percaya boleh juga tidak, saat ditemui wartawan VIVAnews di
kediamannya, Sargani menuturkan saat Gunung Krakatu meletus pada tahun
1883 dia sudah berusia kurang lebih 18 tahun. "Waktu Gunung Karakatu
meletus saya sedang berada di kebun," katanya.
Semasa perang kemerdekaan, sebelum Indonesia diproklamirkan, dia juga
mengaku ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi Banten. "Saya
gerilya mengusir Belanda, dibantu Jepang," ia mengingat-ingat.
Artinya, paling tidak ketika itu dia sudah sekitar 77 tahun. Hmmm...
Anda percaya orang seumur itu masih kuat berperang?
Sekali lagi, percaya boleh, tidak juga boleh.
Ia juga mengaku punya 'jam terbang' yang teramat panjang dalam
berumah tangga. Sargani menerangkan ia adalah seorang ayah beranak 12,
kakek dari 63 cucu, dan buyut dengan 52 cicit.
Kalau istri? Ada lima orang. Kelimanya, kata si kakek, dia nikahi
secara estafet karena meninggal dunia. Istri terakhirnya, Rukoyah, sudah
berumur sekitar 90 tahun dan tak bisa beraktivitas normal sejak
beberapa tahun lalu.
Anak bungsunya bernama Jaenal Abdini, kini telah berusia 48 tahun.
Ini menarik. Itu artinya, si kakek punya tingkat kesuburan yang
dahsyat. Di usia 97 tahun ia masih bisa membuahi istrinya.
Sargani juga mengatakan dikaruniai kesehatan yang luar biasa. Selama
ini dia tak pernah sakit berat, sehingga kakinya tak pernah sekalipun
menyentuh lantai rumah sakit. Satu-satunya kendala fisik dia sekarang
cuma ini: matanya rabun.
Lalu, apa rahasia Sargani panjang umur?
Dia pantang merokok dan minum kopi. Kegemarannya adalah minum susu
kental manis atau makan buah segar yang dibeli dari pasar atau dipetik
langsung dari kebun.
Sepuluh kakek lain
Yang menarik, saat melakukan pendataan di lapangan, tim sensus BPS
konon mendapati ada 10 kakek lain berusia di atas 100 tahun yang tinggal
tersebar di Lebak. Untuk memastikan kebenarannya, kata Dadang dari BPS,
temuan itu sedang dicek silang melalui wawancara mendalam, langsung
dengan yang bersangkutan.
"Orang-orang lanjut usia itu masih normal dan mampu mengingat nama
anak dan kejadian sejarah yang dialaminya," kata Dadang.
Untuk
memastikan umur seseorang secara ilmiah, Dadang bilang memang diperlukan
uji forensik. Hanya saja sampai saat ini hal itu belum pernah dilakukan
karena keterbatasan sumber daya. Namun, ia berjanji akan segera
melaporkan temuan ini kepada kantor pusat BPS.
Hasil sensus yang berakhir pada 31 Mei lalu akan divalidasi pada
Juni-November 2010. Laporan final akan dipublikasikan akhir Desember
atau awal 2011.
Jadi, baru di saat itu akan lebih terang apakah
Sargani cuma salah ingat atau ia memang seorang kakek yang diberkahi
panjang umur.
Laporan: Solihin, Banten
Wassalam,
ZulTan
L, 49+, Bogor
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.