aslm war wb 

kalau di sumbar, tepatnya di Sungai Salak, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan 
Sangir ado pria bernama Rajo Rajin, diperkirakan berumur 116 tahun.

“Ketika petugas sensus mendatanya, dari informasi keluarga, beliau (Rajo Rajin) 
diperkirakan berumur 116 tahun,” kata petugas sensus BPS Solok selatan. 

Menurutnya, sang kakek ini di usia senjanya masih memiliki seorang balita 
berumur 2,5 tahun dari istri yang berusia 41 tahun. 

al imran
tingga di Padang, bendera sirah, 34+
From:  ZulTan <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 2 Jun 2010 01:22:17 -0700 (PDT)To: 
<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: [...@ntau-net] OOT:  Kakek Berumur 146 Tahun

"Berarti Pak Saaf baru saparo jalan." 

Sensus BPS 'Temukan' Kakek Berumur 146 Tahun 
                                        
Sargani mengaku punya 12 anak, 63 cucu, dan 52 
cicit. Istri? Ada lima, katanya.
                                        Rabu, 2 Juni 2010, 11:00 WIB
                                                                                
                                                                                
                
Karaniya Dharmasaputra
VIVAnews - Petugas sensus penduduk tercengang 
alang-kepalang saat mendapati seorang kakek di Lebak, Banten. Kenapa 
gerangan? Kakek itu bukan sembarang kakek. H. Sargani, begitu namanya, 
mengaku sudah berusia sekitar 146 tahun.
Ya, dia mengaku berumur 146 tahun!
Sargani, warga kampung Makam Jepang, di Desa Bungur Mekar, Lebak, 
bahkan masih kuat berdiri. Tak cuma itu, meski usianya sudah supersepuh,
 dia masih aktif bicara dan belum pikun. Pendengarannya pun masih normal
 sehingga petugas sensus tak terlalu sulit menanyainya.
"Dari data yang kami miliki, H. Sargani lahir di tahun 1865," kata 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lebak, Dadang Ahkdiyat, Selasa malam,
 1 Juni 2010.

Data itu memang hanya didasarkan pada pengakuan 
Sargani, bukan pada akta tertulis. Maklum saja, jika ingatan si kakek 
masih valid, saat dia lahir tentu kantor catatan sipil belum satupun 
yang berdiri.
Kalau itu benar, pengakuan Sargani bisa menggegerkan. Soalnya, 
manusia tertua yang pernah hidup di dunia adalah Jeanne Calment. Telah 
diverifikasi secara ilmiah, nenek asal Prancis ini 'hanya' berumur 122 
tahun 164 hari dan meninggal 4 Agustus 1997 silam. Artinya, Sargani 24 
tahun lebih tua dan rekor dunia harus segera diubah.
 
Boleh percaya boleh juga tidak, saat ditemui wartawan VIVAnews di 
kediamannya, Sargani menuturkan saat Gunung Krakatu meletus pada tahun 
1883 dia sudah berusia kurang lebih 18 tahun. "Waktu Gunung Karakatu 
meletus saya sedang berada di kebun," katanya.
Semasa perang kemerdekaan, sebelum Indonesia diproklamirkan, dia juga
  mengaku ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi Banten. "Saya 
gerilya  mengusir Belanda, dibantu Jepang," ia mengingat-ingat.
Artinya, paling tidak ketika itu dia sudah sekitar 77 tahun. Hmmm... 
Anda percaya orang seumur itu masih kuat berperang?
Sekali lagi, percaya boleh, tidak juga boleh.
Ia juga mengaku punya 'jam terbang' yang teramat panjang dalam 
berumah tangga. Sargani menerangkan ia adalah seorang ayah beranak 12, 
kakek dari 63 cucu, dan buyut dengan 52 cicit.
Kalau istri? Ada lima orang. Kelimanya, kata si kakek, dia nikahi 
secara estafet karena meninggal dunia. Istri terakhirnya, Rukoyah, sudah
 berumur sekitar 90 tahun dan tak bisa beraktivitas normal sejak 
beberapa tahun lalu.
Anak bungsunya bernama Jaenal Abdini, kini  telah berusia 48 tahun. 
Ini  menarik. Itu artinya, si kakek punya tingkat kesuburan yang 
dahsyat. Di  usia 97 tahun ia masih bisa membuahi istrinya.
Sargani juga mengatakan dikaruniai kesehatan yang luar biasa. Selama 
ini dia tak pernah sakit berat, sehingga kakinya tak pernah sekalipun 
menyentuh lantai rumah sakit. Satu-satunya kendala fisik dia sekarang 
cuma ini: matanya rabun.
Lalu, apa rahasia Sargani panjang umur?
Dia pantang merokok dan minum kopi. Kegemarannya adalah minum susu 
kental manis atau makan buah segar yang dibeli dari pasar atau dipetik 
langsung dari kebun.

Sepuluh kakek lain
Yang menarik, saat melakukan pendataan di lapangan, tim sensus BPS 
konon mendapati ada 10 kakek lain berusia di atas 100 tahun yang tinggal
 tersebar di Lebak. Untuk memastikan kebenarannya, kata Dadang dari BPS,
 temuan itu sedang dicek silang melalui wawancara mendalam, langsung 
dengan yang bersangkutan.
"Orang-orang  lanjut usia itu masih normal  dan mampu mengingat nama 
anak dan kejadian sejarah yang dialaminya," kata Dadang.
 
Untuk 
memastikan umur seseorang secara ilmiah, Dadang bilang memang diperlukan
 uji forensik. Hanya saja sampai saat ini hal itu belum pernah dilakukan
 karena keterbatasan sumber daya. Namun, ia berjanji akan segera  
melaporkan temuan ini kepada kantor pusat BPS.
Hasil sensus yang berakhir pada 31 Mei  lalu akan divalidasi pada 
Juni-November 2010. Laporan final akan dipublikasikan akhir Desember 
atau awal 2011.
Jadi, baru di saat itu akan lebih terang apakah 
Sargani cuma salah ingat atau ia memang seorang kakek yang diberkahi 
panjang umur.
Laporan: Solihin, Banten  

Wassalam,

ZulTan

L, 49+, Bogor




--  

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke