mamak, yo dunsanak sadonyo, 

dengan mengambil kaidah dasar filsafat minang, alam terkembang jadi guru, 
kita bisa pula mengambil pelajaran dari sejarah kehidupan manusia , 
berikut sekedar refresh, carito lamo, ttg pangeran persia

mengenai bagaimana kita bisa belajar dari perjalanan sejarah peradaban, 
dan apa yg bisa kita terapkan dalam realita kehidupan sehari hari saat ini.

baca selengkapnya ;
<http://hdmessa.wordpress.com/2010/06/04/pleasure-in-giving/>

semoga bermanfaat

salam
HM malin sinaro, 40
palembayan - abu dhabi

http://hdmessa.wordpress.com

-------------

Syahdan dulu kala, ada seorang pangeran dari negeri Persia bernama 
Zemire yang ingin belajar banyak dari sejarah peradaban kehidupan 
manusia sejak masa lalu, maka iapun mengumpulkan para ilmuwan saat itu 
dan menyuruhnya untuk membuat buku mengenai sejarah peradaban kehidupan 
manusia. Sejarah peradaban manusia yg terentang dalam waktu yg panjang 
dan tersebar di berbagai penjuru dunia, memerlukan waktu yg lama pula 
untuk menuliskan nya. Akhirnya setelah mengumpulkan data dari berbagai 
tempat dan sumber. 20 tahun kemudian para ilmuwan tersebut datang ke 
istana untuk menyerahkan hasil karyanya ke istana. Sejarah peradaban 
tersebut ditulis dalam banyak buku, sehingga dibutuhkan 12 ekor unta 
untuk membawanya, yang mana masing2 unta membawa 500 jilid buku.  Sang 
pangeran yg kini telah menjadi raja, merasa bahwa karena kesibukan 
kerjanya, ia tak punya waktu untuk membaca buku sebanyak itu. Melihatnya
 banyaknya jilid buku yang dibawa sang raja merasa tidak mampu untuk 
membaca itu semua, maka Ia pun kemudian meminta para ilmuwan tersebut 
untuk membuatkan buku yg lebih ringkas lagi.

Setelah 10 tahun mengerjakannya, para ilmuwan datang lagi dengan 
membawa buku2 yg dibawa seekor gajah besar. Sang raja yg tambah sibuk dg
 urusan kerajaan nya, meminta yg lebih ringkas lagi, akhirnya setelah 5 
tahun bekerja, datanglah lagi para ilmuwan tersebut ke istana dengan 
sebuah buku besar yg dibawa seekor keledai saja.Mereka pun diterima di 
istana dimana sang raja sudah tua renta dan sedang berbaring sakit di 
tempat tidurnya,dan berkata merintih, aku akan mati tanpa mengetahui 
sejarah manusia. Seorang diantara ilmuwan yg masih hidup berkata , 
Baginda saya bisa meringkaskan sejarah kehidupan tersebut dalam tiga 
kalimat, mereka lahir, mereka menderita, mereka mati.   Demikian sekulum
 cerita dalam buku Opinion of Jerome coignard, karya sastrawan Perancis,
 Anatole France.

Masa lalu yg menjadi sejarah, bisa menjadi pelajaran pula bagi kita 
mengarungi jalan hidup ini, tapi ternyata sepanjang usia manusia pun tak
 cukup waktu untuk merenungi perjalanan hidup . Dalam kisah tersebut 
diceritakan secara satir ( dari sisi negative ), bahwa dalam perjalanan 
hidupnya manusia menderita, tapi kalau kita menyimak lebih dalam lagi, 
memang orang2 yg hidupnya membuat sejarah, dikenang sepanjang masa, 
seperti para nabi, tokoh pejuang dan orang2  yg hebat lain nya, mereka 
adalah orang2 yg berjuang keras dan memberi pengorbanan utk kebaikan 
orang banyak.Kita melihat mereka menderita, tapi sebenarnya mereka 
berjuang mengorbankan jiwa dan raganya,  dengan hati yg tulus mulia, 
sebenarnya mereka sangat bahagia dengan perjuangan beratnya tersebut.

Karena perjuangan dan pengorbanan mereka 
lah kita banyak mendapatkan manfaatnya sampai saat ini. Nabi dan para 
pengikutnya dulu berjuang menegakkan agama untuk menjadi penerang jalan 
kehidupan, dan kita saat ini tetap merasakan manfaatnya. Para pejuang 
kemerdekaan yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa,
 masih bisa kita rasakan sampai saat ini manfaatnya, dalam skala yg 
kecil, ibunda tercinta berjuang melahirkan kita dulu, ayah bunda 
berjuang membesarkan dan menyantuni kita anak2 nya. Mereka semua adalah 
orang2 yg membuat sejarah, karena masih terus memberikan manfaatnya bagi
 kita sampai saat ini.

Sebagai individu kita membuat sejarah pula dalam perjalanan hidup 
kita sendiri, sejak bunda melahirkan kita, sampai kelak masuk ke liang 
lahad. Kumpulan2 cerita perjalanan hidup manusia secara individu, 
kemudian berkelompok dan berbangsa, kelak akan membuat cerita sejarah 
peradaban. Namun hanya perjalanan hidup individu yg memberi dampak bagi 
orang banyak lah, baik positif atau negative, yg akan dikenang orang dan
 menjadi sejarah.

Menengok sejarah silam, kita bisa melihat betapa banyak orang yg 
telah menorehkan perjalanan hidup yg mengesankan dan memberi manfaat 
sampai saat ini. Sekarang kalau melihat diri kita sendiri dan masa depan
 kelak, bisakah pula kita membuat sejarah, menjadi orang yg memberi 
manfaat bagi orang banyak, walau kita telah tiada kelak ?
Hidup ini adalah pilihan, bagaimana kita menjalani hidup ini pun 
adalah pilihan juga, sebagai individu kita bebas mau seperti apa kita 
menapaki jalan hidup ini. Apakah jalan hidup kita ini, kelak akan 
dikenang orang atau tidak, adalah pilihan juga, sesuai dengan tujuan 
hidup nya.

Secara umum kebahagiaan adalah tujuan umum manusia menapakia jalan 
hidup di dunia ini. Ada 2 bentuk pencapaian, pencapaian kebahagiaan 
secara individu dan secara social ( masyarakat ) . masyarakat saat ini 
yg material-kapitalis seperti pola masyarakat barat, cenderung mencari 
kebahagiaan individu. Mungkin kalau ditulis sejarahnya kira2 seperti ini
 ; mereka lahir, mereka diperas tenaganya jadi sekrup kecil mesin besar 
kapitalis, mereka meraih kesenangan dalam jebakan kenikmatan semu 
konsumerisme dan mereka mati. Karena cenderung hidup secara 
individualis, tak ada jejak sejarah yg ditinggalkan nya untuk dikenang 
kelak setelah ia meninggal.

Menurut ahli psikologi, justru kebahagiaan tertinggi bukanlah karena 
pemenuhan kesenangan secara pribadi, karena tak akan ada habisnya, dalam
 istilah psikologi dikenal dg hedonic treadmill, dimana orang cenderung 
akan mencari kepuasan yg lebih tinggi lagi dan itu tak ada ujungnya 
sampai ia terjebak ( seperti  kalau kita naik berlari di atas 
treadmill/lari di tempat ). Daniel Goleman dalam bukunya Social 
Intelligent, menyatakan bahwa bersosialisasi, adalah salah satu bentuk 
pembawa kebahagian yg lebih signifikan daripada sekedar kebahagiaan 
karena materi/ uang. Justru kebahagiaan tertinggi, tercapai dalam bentuk
 kenikmatan memberi , pleasure in giving, orang yang paling bahagia 
ialah orang yg banyak memberi kebahagiaan pada orang lain.

Manusia yg bijak bisa belajar dari sejarah. Kita sadar, bukanlah 
hanya karena hal sepele, kita ditakdirkan hidup di dunia ini, sang Maha 
Pencipta, punya kehendak tersendiri mengapa kita hidup di dunia ini, 
mengisi kehidupan dengan perjalanan hidup yg terbaik sesuai dengan 
petunjuk Illahi,  adalah sebagai tanda syukur kita pada sang Maha 
Pencipta.

Dalam konsep social, setiap individu memiliki peran tersendiri 
terhadap manusia lain nya, mulai dari skala paling kecil dalam keluarga,
 sampai skala paling besar seperti bangsa dan Negara. Semisal seorang 
ayah biasa yg begitu besar peran nya pada keluarganya, akan dikenang 
oleh anak cucunya kelak. Begitu pula kebaikan social yg dilakukan 
semisal membantu orang2 miskin dengan mendirikan sekolah gratis untuk 
anak2 tak mampu, akan terus dikenang dan bisa jadi sejarah pula. Dalam 
agama islam ada dikenal istilah amal jariah ( amal social) , yaitu 
kebaikan untuk masyarakat yg pahalanya akan terus mengalir walau kita 
telah meninggal dunia kelak , ada beberapa hadits nabi yg menjelaskan 
hal tsb.
Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga 
perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh 
yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus
 ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan 
pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau 
pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu 
yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di 
atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang 
terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang 
bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan 
Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para 
musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” (HR Ibn Majah).

Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang 
pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia 
dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal. Yaitu ilmu yang bermanfaat, doa
 anak shaleh, sedekah jariyah (wakaf), menanam pohon yang buahnya bisa 
dimanfaatkan, mewakafkan buku, kitab atau Alquran, berjuang dan membela 
Tanah Air, membuat sumur, membuat irigasi, membangun tempat penginapan 
bagi para musafir, membangun tempat ibadah & belajar dan memberi 
nasihat kebaikan.

Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang 
menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal   
dunia. Dalam konsep social, hal2 tersebut adalah bentuk dari amal 
social, kebaikan yg memberi manfaat besar bagi orang banyak, semisal 
menanam pohon, membuat system pengairan,membangun sekolah, panti asuhan 
dll.Itu semua adalah contoh dari kehidupan di jaman Nabi, dalam 
kehidupan modern saat ini, akan banyak bentuk amal2 sosial lain nya. 
Manfaat yg terus dirasakan oleh orang banyak walau kita telah meninggal 
dunia, itulah yg membuat seseorang dikenang, dan  hidupnya menjadi 
sejarah.

Dalam hadits Nabi ada dikatakan bahwa manusia terbaik, ialah manusia 
yg banyak memberi manfaat bagi manusia lain nya.  Semoga sejarah 
kehidupan menjadi kebaikan yg  memberi banyak kebaikan , karena 
kebahagiaan tertinggi, ialah saat kita bisa menebar kebahagiaan pada 
makhluk lain nya, pleasure in giving.




      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke