PIALA DUNIA DAN SAYA (3) By Jepe
Piala Dunia Dunia 1990 (Itali) Selesai kuliah pada bulan Maret 1988 saya bekerja paruh waktu disebuah konsultan di Bogor, menjelang piala dunia Juni 1990 saya mendapat tawaran dari salah seorang teman untuk menggarap proyek dari Departemen Pertanian yaitu pencetakan sawah baru buat transmigrasi Kedung Ombo yang berlokasi di perbatasan Sumbar-Bengkulu tepatnya di Desa Lubuk Gadang (DAS Air Manjuto) yang termasuk saat itu dalam Kabupaten Bengkulu Utara. Inilah Piala Dunia yang mebuat saya "menyiksa" diri, berada di hutan belantara yang baru di buka buat pemukiman Transmigrasi terkadang saya harus memaksakan diri menyaksikan secara lansung melalui RCTI yang hanya bisa ditangkap siarannya oleh Parabola atau TV 3 Malaysia, satu-satunya jarak terdekat yang ada Televisi Parabola dari camp darurat yang baru kami buat adalah Camp karyawan dan kantor PU yang sedang mengerjakan proyek irigasi Teknis Air Manjuto buat pengairan sawah-sawah teknis yang kami cetak, jaraknya sekitar 25 Km dari camp saya. Jalan dari camp saya menuju camp PU badan jalannya masih berupa tanah dalam pengerasan jika hujan becek dan berlumpur hanya bisa dilewati oleh mobil 4 WD, saat itu kami dalam tahap persiapan baru mempunyai 2 sepeda motor Trail sebelum mobil lapangan Hard Top datang dari Bengkulu. "Menyiksa" diri yang paling berkesan bagi saya adalah ketika partai Semi Final yang mempertemukan antara Itali dan Argentina, selepas Magrib dari camp dipinggiran perumahan Transmigrasi yang dikelilingi hutan saya berangkat naik sepeda motor trail menuju camp PU, tapi ditengah perjalanan rantai sepeda motor trail putus, tidak ada satu pun yang akan menolong kami berada di tengah jalan yang sepi diantara hutan belukar yang baru di buka, sepele memang, rantai putus !!!, kami sudah berusaha dengan penerangan lampu sepeda motor yang dihidupkan mencari kesana kemari penyambung (klem) rantai yang lepas disekitar jalan yang kami lewati ketika rantai putus, tapi sia-sia saja barang sekecil itu ditengah kegelapan dan jalan bertanah liat sangat susah sekali ditemukan. Akhirnya kami dorong sepeda motor menuju perumahan transmigrasi terdekat dan kami menumpang menginap semalam, menonton partai yang diidam-idamkan dan masih berharap pada "sihir" Maradona gagal total hanya berbuah pada "kesangsaraan" dimalam hari mendorong sepeda motor. Tidak banyak partai-partai selama Piala Dunia 1990 yang dalam sejarahnya miskin gol dan bertabur kartu merah ini yang saya tonton karena berada di tempat terpencil, tapi dilaga pamungkas antara Argentina dan Jerman kejadian yang ",menyiksa" tersebut saya antisipasi lebih awal sebelum final itu dimainkan dini hari (WIB), Siangnya saya sudah berangkat menuju Camp PU. Untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan menunggu saya memancing di sekitar sungai-sungai yang berada di camp PU . Ketika malam tiba saya dan orang-orang proyek dari PU berkumpul dalam sebuah ruangan yang berdinding papan tempat menonton televisi sebelum partai digelar tentunya kami menikmati sajian acara-acara televisi yang lain atau serba serba dan cuplikan (highlight) seputar pertandingan yang telah berlansung atau biasanya sebelum pertandingan dimulai ditayangkan profil kedua Tim menuju final. Partai Final pada PD 1990 yang berlansung di stadium olimpico Roma antara Argentina dan Jerman berjalan datar-datar saja dan cendrung membosankan apalagi Argentina sepertinya menginginkan adu penalty, tidak ada lagi sihir Maradona dan permainan terbuka dengan gelontoran 5 Gol yang diperagakan kedua tim layaknya ketika bertemu di Final PD 1986. Akhir sebuah gol penalty Andrea Brehme menuntaskan sebuah anti klimak PD 1990 yang miskin gol. Jerman keluar sebagai juara dunia untuk kedua kalinya setelah Tim Panzer ini meraihnya pada PD 1952 dan PD 1974. Piala Dunia 1990 di Itali dikenang "Miskin Gol dan bertabur Kartu Merah dan Kuning" dan bagi saya pribadi tentu akan saya kenang sebagai Piala Dunia yang "menyengsarakan" saya yang sedang berada di pelosok hutan rimba, daerah yang baru di buka buat pemukiman transmigrasi, tapi memang cinta yang terlalu kuat terhadap permainan si kulit bundar ini mengalahkan segala halangan dan rintangan yang saya hadapi untuk tetap mengikuti denyut, gairah dan menyaksikan secara lansung maupun tidak lansung melalui siaran televisi swasta pertama kita , RCTI.Magnet pentas bola itu sangat kuat dan akan selalu menghadirkan drama-drama spesial baik ketika bola itu dimainkan dilapangan hijau maupun ketika bola dimainkan diluar lapangan hijau, salah satunya ya drama saya tersiksa secara fisik ketika rantai sepeda motor putus ditengah jalan yang sepi, gelap ditengah hutan semak belukar. Bersambung... The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
