Assalamu'alikum ww

Da Jepe

Sungguh sebuah catatan piala dunia nan manarik, iko salah satu bukti bahwa 
sepak bola apolagi piala dunia nan diadokan 4 taun sakali ko bisa menyihir para 
pecandunyo untuak malupoan sejenak masalah jo kesibukan² rutin nan dikarajokan 
sahari².

Mudah²an ajang piala dunia 2010 Afsel ko bisa malupoan sejenak dan ma refresh 
pikiran kito dek lah panek mambaco, mandanga dan manonton sahari² masalah 
politik, hukum nan indak salasai² ditambah pulo dek masalah nan lagi booming 
kiniko apolagi bukan masalah pidio porno yo sabana malu dan prihatin ka dibao 
kama negara awak ko dimana generasi mudonyo lah banyak diracuni moralnyo.

Da Jepe ahhh bicara piala dunia 2010 ko kalau buliah tau sia jagoannyo kalau 
ambo dek dari dulu lah cinto barek amo Tim Tanggo mako kiniko tetap Tim Tanggo 
walaupun agak sangsi juo jo palatihnyo Maradona walau sebagai pemain inyo yo 
lah tabukti kepiawaiannyo tapi kalau sebagai pelatih alun ta uji leii he he :)

Itu seketek dari Ambo sambia manunggu acara pembukaan piala dunia 2010 nan 
tingga hitungan jam lagi.

Bravo Semen Padang
Bravo Liverpool
Bravo Argentina
Bravo Timnas Indonesia

Wassalam


Hanif / BKS
====================

  ----- Original Message ----- 
  From: Jupardi 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Friday, June 11, 2010 11:26 AM
  Subject: [...@ntau-net] PIALA DUNIA DAN SAYA (3)


  PIALA DUNIA DAN SAYA (3)

  By  Jepe

   

  Piala Dunia Dunia 1990 (Itali)

   

  Selesai kuliah pada bulan Maret 1988 saya bekerja paruh waktu disebuah  
konsultan di Bogor, menjelang piala dunia Juni 1990 saya mendapat tawaran dari 
salah seorang teman untuk menggarap proyek dari Departemen Pertanian yaitu 
pencetakan sawah baru buat transmigrasi Kedung Ombo yang berlokasi di 
perbatasan Sumbar-Bengkulu tepatnya di Desa Lubuk Gadang (DAS Air Manjuto) yang 
termasuk saat itu dalam Kabupaten Bengkulu Utara.

  Inilah Piala Dunia yang mebuat saya "menyiksa" diri, berada di hutan 
belantara yang baru di buka buat pemukiman Transmigrasi terkadang saya harus 
memaksakan diri menyaksikan secara lansung melalui RCTI yang hanya bisa 
ditangkap  siarannya oleh Parabola atau TV 3 Malaysia, satu-satunya jarak 
terdekat yang ada Televisi Parabola dari camp darurat yang baru kami buat 
adalah Camp karyawan dan kantor PU yang sedang mengerjakan proyek irigasi 
Teknis Air Manjuto buat pengairan sawah-sawah teknis yang kami cetak, jaraknya 
sekitar 25 Km dari camp saya. Jalan dari camp saya menuju camp PU  badan 
jalannya masih berupa tanah dalam pengerasan jika hujan becek dan berlumpur 
hanya bisa dilewati oleh mobil 4 WD, saat itu kami dalam tahap persiapan  baru 
mempunyai 2 sepeda motor Trail sebelum mobil lapangan Hard Top datang dari 
Bengkulu. 

   -------------- cut --------------

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke