SANAK IJP boleh saja meng gol kan dana aspoirasi, dana pedesaan, dan bisa di 
carikan nama2 lainnya, yg menjadi pertanyaan saya, kok Golkar sendiri meng 
kritisi , malah minta di non aktifkan elite nya sendiri. Apakah ini yg namanya 
demokrasi, kebebasan utk mengeluarkan pendapat,
sbg rakyar badarai saya jadi bingung, makanya dalam PILKADA ini mau pilih 
partai mana? Yg jelas partai yg mempunyai kekuatan besaar harus di kurangi,
saya akan pilih calon dari partai kecil saja utk mengimbangai kekuatan di 
Propinsi nantinya, 
Wass. Muzirman Tanjung
--------------------------------


11/06/2010 - 19:00
Zainal Bintang: Nonaktifkan Idrus & Priyo!


Idrus Marham-Priyo Budi Santoso
(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta - Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang meminta 
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menonaktifkan Idrus Marham dan Priyo 
Budi Santoso.
 
"Priyo sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar yang juga kini Wakil Ketua 
DPR RI dan Idrus Marham (Sekjen DPP Partai Golkar) perlu dinonaktifkan dari 
jabatannya sebagai pengurus harian partai," tegasnya di Jakarta, Jumat (11/6).
Alasannya, kata Zainal Bintang, Priyo Budi Santoso maupun Idrus Marham 
memberikan pernyataan pers yang merugikan citra Partai Golkar.
"Priyo beberapa hari lalu berwacana dan memberikan `statement` kepada pers 
mengenai dana aspirasi dewan Rp15 miliar untuk setiap anggota dewan. Gagasan 
itu dikeluarkan Priyo sebelum dibahas di DPP Partai Golkar. Akibatnya, partai 
menerima hujatan dari berbagai pihak," katanya.
Zainal Bintang juga menunjuk pernyataan Priyo Budi Santoso yang membuat partai 
berlambang pohon beringin ini tersudut, yakni tentang mempetieskan kasus Bank 
Century yang disebut-sebut telah merugikan keuangan negara Rp6,7 triliun.
 
"Itu pernyataan pribadi Priyo. Padahal, jika skandal itu merugikan keuangan 
negara, Partai Golkar tidak boleh mempetieskannya. Jika dipetieskan, itu 
namanya Golkar tidak berpihak kepada kebenaran," katanya.
Seharusnya, menurut dia, bila memang ditemukan kesalahan atau pelanggaran dalam 
kasus Bank Century, Golkar mesti mendesak dilakukan pengusutan oleh pihak 
berwajib. "Jadi, bukan usul dipetieskan seperti dikatakan Priyo," katanya.
Zainal Bintang juga mengkritik Idrus Marham selaku Ketua Pansus Angket Kasus 
Bank Century. "Dia hanya mencari selamat, tetapi bagaimana bapak senang," 
ungkapnya. [antara/bar]




________________________________
From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, June 11, 2010 3:13:33 AM
Subject: [...@ntau-net] Satu Catatan Tambahan Philips Jusario Vermonte...

http://www.indrapiliang.com/2010/06/11/pjv-ttg-dana-aspirasi-2/

(Notes ini adalah sambungan dari notes beberapa hari yang lalu)


Setelah usul dana aspirasi oleh partai Golkar terhenti, partai itu tidak 
kehilangan akal dan usulnya berubah dengan cepat menjadi dana Pedesaan sebesar 
1 milyar rupiah untuk setiap desa. Seperti saya sebut dalam notes terdahulu, 
saya takjub dengan move Partai Golkar ini. Dan sebagai pelajar ilmu politik, 
terus terang saya excited karena beberapa hal. 


Pertama, seperti saya tulis dalam notes terdahulu, move Golkar dan reaksi 
partai dan juga publik, menandakan bahwa perubahan sistem politik dan pemilu 
kita sejak 1998 mulai membawa hasil. Partai-partai dan politisi harus bekerja 
berdasarkan constraint dan merespon sistem insentif yang muncul dari sistem 
yang baru itu. 


Kedua, berkaitan dengan pertama, usulan Partai Golkar boleh dikatakan adalah 
sebuah move politik yang cerdik dan ia juga mulai menandai debat politik yang 
lebih substansial. Yaitu perihal bagaimana demokrasi (via partai politik 
sebagai backbone demokrasi) harus dibiayai. 


Ketiga, dua usulan Partai Golkar mungkin menjadi sebuah anomali. Secara 
natural, usul membagi-bagi dana kepada daerah pemilihan (dan sekarang kepada 
desa yang berjumlah kurang lebih 70 ribu di Indonesia) adalah usul untuk sebuah 
program populis. Nyatanya, pada saat yang sama, usul Partai Golkar ini juga 
menjadi sangat tidak populer. Dan seperti saya tulis dalam notes terdahulu 
(link nya ada di bawah notes ini), saya yakin betul bahwa politisi Partai 
Golkar mengerti bahwa usul itu tidak populer dan mereka akan dihujat kiri 
kanan. Tetapi mengapa mereka maju terus?


Seluruh logika politisi adalah logika survival dan bagaimana agar kembali 
terpilih dan atau tetap memegang kekuasaan. Usul Dana Aspirasi dan kemudian 
Dana Pedesaan ini, keseluruhannya adalah cara Golkar untuk survive. Tentu tidak 
ada yang salah dengan itu, karena secara alamiah memang begitulah politik dan 
politisi.


Dalam notes pertama saya tempo hari saya mencoba memberi alasan mengapa Dana 
Aspirasi itu bisa berguna untuk demokrasi kita. Setelah menimbang usulan Dana 
Pedesaan ini, kalau saya ditanya, maka saya akan memilih bahwa Dana Aspirasi 
jauh lebih relevan dan berguna untuk proses institusionalisasi sistem partai 
dan sistem pemilu kita (seperti sudah saya uraikan di notes pertama). 


Berhubung dengan pembiayaannya, Dana Aspirasi akan menghabiskan 8 trilyun 
rupiah (dengan asumsi 15 M rupiah disetujui seluruhnya), sementara Dana 
Pedesaan untuk kurang lebih 70 ribu desa itu akan menghabiskan 70 trilyun 
rupiah lebih.


Bila dalam Dana Aspirasi saya bisa mengidentifikasi ramifikasi yang baik untuk 
sistem partai dan pemilu kita secara umum, dalam Dana Pedesaan ini yang bisa 
saya temukan hanyalah kecerdikan Golkar untuk survive yaitu:


Pertama, dalam struktur pemerintahan daerah kita ada dua macam 'desa'. Yaitu 
'desa' dan 'kelurahan'. "Desa" bersifat lebih rural, dan "kelurahan" lebih 
urban.Yang membedakan keduanya adalah bahwa kepala 'desa' dipilih langsung 
rakyat desa, sementara kepala 'kelurahan' ditunjuk bupati/walikota.


Kedua, saya tidak bisa membayangkan bagaimana mekanisme Dana Pedesaan ini nanti 
apabila disetujui. Yang terbayang oleh saya adalah bahwa ia akan mengikuti 
struktur transfer dana dalam framework Otonomi Daerah. Dalam Otda kita, titik 
berat aliran dana tersebut adalah dari pemerintah pusat kepada bupati/walikota.


Ketiga, berkaitan dengan poin pertama dan kedua, bila kita tengok data hasil 
Pilkada antara 2005-2008 maka kita akan temukan bahwa kurang lebih 40 persen 
kepala daerah (bupati/walikota) di seluruh Indonesia (di hampir 500 
kabupaten/kota) adalah dari Partai Golkar (baik yang dicalonkan sendiri atau 
bersama-sama dengan partai lain). Jumlah ini adalah yang terbanyak dimiliki 
partai. Nomor dua terbanyak adalah PDI-P. 


Walhasil, Dana Pedesaan itu akan lebih banyak 'dikuasai' Partai Golkar dan pada 
akhirnya akan sangat menguntungkan Partai Golkar. Bupati/walikota akan 
mengalirkan dana kepada kepala kelurahan yang diangkat olehnya, juga kepada 
para kepala desa yang dipilih rakyat desa sendiri. Untuk yang terakhir ini, 
Partai Golkar potensial untuk mencapai tempat-tempat yang mungkin bukan basis 
massa-nya.


Dua usulan Partai Golkar ini saya kira menunjukan kemahiran berpolitik Parta 
Golkar. Kenyataan bahwa Partai Golkar berani melemparkan usul terbuka dan 
memicu debat publik adalah sebuah kemajuan dalam politik Indonesia. Ada 
ruang-ruang berpolitik yang semakin terbuka, dari yang tadinya diselesaikan 
lewat jalan belakang (dan para penstudi politik hanya bisa bilang dengan pasrah 
bahwa itu adalah mekanisme black box, alias 'au ah gelap')...:-)


Sekali lagi, kesimpulan sementara saya adalah bahwa Dana Aspirasi adalah opsi 
yang lebih baik dibandingkan dengan usulan Dana Pedesaan ini.


Dana Aspirasi relatif lebih mudah dikontrol dan ia bisa menjadi entry untuk 
mulai mengatur masalah party financing yang masih sangat lemah dalam UU tentang 
Partai Politik /Pemilu kita. Dana Aspirasi melibatkan anggota dewan dari setiap 
daerah pemilihan, membuka kemungkinan untuk menguatkan constituent-based 
politics yang menurut saya merupakan persyaratan yang perlu untuk memperkuat 
demokrasi kita. Anggota Dewan dari partai berbeda di dapil akan saling 
mengontrol dana aspirasi tersebut. Sementara, Dana Pedesaan boleh dibilang akan 
menguatkan politik patron-client antara kepada daerah (bupati/walikota) dan 
kepala desa/kelurahan. Dana 70 triliun rupiah akan betul-betul mengacaukan 
mekanisme transfer keuangan otonomi daerah.


Catatan terakhir: ada hal lain yang menakjubkan dari dua usulan Partai Golkar 
ini. Biasanya, politisi melakukan demand maksimum untuk mendapat hasil sub 
maksimum. Yang dilakukan Partai Golkar di hari-hari ini adalah melemparkan 
demand minimum (usulan dana aspirasi), untuk kemudian mendapatkan hasil yang 
maksimum (usulan dana pedesaan). Dan kita seolah melihat, partai-partai lain 
hanya bisa berada dalam posisi defensif dan reaktif dalam menghadapi move-move 
Partai Golkar beberapa hari belakangan ini.


      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke