Dunsanak sadonyo,
Dari sakik damam urang mamparabuik kan bola di piala dunia,
ado pulo, pelajaran nan bisa diambiak, Alam takambang jadi guru, semoga
bermanfaat.
<http://hdmessa.wordpress.com/2010/06/11/piala-akhirat/>
Salam
HM malin sinaro , 40 th
Palembayan - Abu dhabi pp.
----------
Ahli filsafat kuno, menyebut juga manusia dg istilah “Homo ludens” ( makhluk yg
senang bermain ) , karena bermain , adalah salah satu karakter dasar kita semua
, mulai dari anak kecil sampai orang tua.
Sepakbola, olahraga populer sedunia adalah juga sebuah permainan dan memang
sudah menjadi salah satu watak manusia utk senang bermain. Bahkan utk moment
sepakbola tertentu seperti Piala Dunia, bagaikan telah menjadi “ritual berkala”
, sebuah “agama baru” . Dimana fanatisme dan pemujaan terhadap sebuah
kesebelasan atau pemain bintang , telah menjadi suatu fenomena. Di beberapa
negara yg gila bola, bisa dikatakan bagi mereka sepakbola lebih dari sekedar
agama yg telah mulai mereka tinggalkan, lapangan sepakbola telah menjadi tempat
pemujaan baru yg lebih diminati daripada pergi ke tempat ibadah misalnya.
Sepakbola sebagai permainan, bisa juga kita lihat sebagai analogi dari
perjalanan hidup kita di dunia ini Permainan sepakbola memiliki batas waktu ,
90 menit adalah jatah waktu dalam sebuah pertandingan bola, banyak hal terjadi
selama waktu tsb , namun hanya sebanyak itu lah jatah waktu nya , tak lebih dan
tak kurang. begitu lah pulah kehidupan ini , masing2 kita mendapatkan jatah
waktu nya masing2, namun berbeda dengan main bola, jatah waktu hidup kita tak
bisa dipastikan , apakah panjang atau pendek umurnya , namun yg pasti , masing2
kita hanya mendapatkan jatah hidup sekali , dan terserah kita masing2 mau
seperti apa hasil nya , seperti main bola, kalah, seri, atau menang.
dalam 90 menit jatah waktu bermain bola, setiap pemain harus selalu ingat waktu
dan memanfaatkan setiap kesempatan utk mencapai tujuan nya ( goal ) , bila ada
pemain yg bersantai santai atau malah duduk saat pertandingan, bisa ditarik
keluar oleh pelatihnya digantikan pemain lain. Atau misalnya hasil pertandingan
sementara unggul, kemudian bersantai2 saja , salah juga, karena ada kemungkinan
ia dikalahkan oleh kesebelasan lawan nya , pokok nya sepanjang jatah waktu 90
menit yg tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin , sampai detik terakhir
sekalipun ( injury time ).
Bila seorang pemain bola, bermalas malasan, ada resiko ditarik ke luar
lapangan, diganti pemain lain. Bila berperilaku jelek ,spt melakukan kecurangan
atau mencelakakan orang lain, ia bisa dapat peringatan berupa kartu kuning atau
bahkan kartu merah , sehingga terpaksa dikeluarkan. Begitu pula lah hidup ini,
kita harus memanfaatkan jatah waktu hidup / umur kita selama di dunia ini ,
dengan sebaik mungkin berjuang, untuk mencapai tujuan hidup ini (goal = tujuan
; english ) , bila bermalas malasan atau menyia nyiakan jatah hidup ini , kita
akan mendapat penilaian yg jelek , atau bahkan berperilaku negatif , bisa2 kita
dapat kartu kuning / kartu merah. dalam kehidupan itu berarti kita banyak
mendapat hambatan hidup , spt sakit , kecelakaan atau bahkan kematian sekalipun
, artinya kita ditarik dari lapangan kehidupan ini , ataupun bisa pula kita
terus hidup sampai masa tua, tapi kita gagal ( tidak mendapatkan goal-tujuan
hidup )
Sungguh merugi pula, bila ada pemain bola yg tak tahu arah gawang, tak tahu
kemana akan mencetak goal, itu adalah bagaikan orang yg tahu tujuan (goal)
hidup nya , bagaikan pemain bola , ia hanya berlari kesana kemari tak tentu
arah, kemana bola bergulir. Ia hidup di dunia, tanpa tahu untuk apa ia hidup,
dan apapula yg dicari nya dalam kehidupan ini , Ia hanya ikut arus apa yg
dilakukan kebanyakan orang.
Dalam pertandingan ,perlu juga ada strategi saat masa awal ketika tenaga masih
kuat, di pertengahan dan pada masa menjelang pertandingan berakhir. saat awal
tenaga masih kuat, bisalah berlari kencang, namun di waktu akhir, tenaga sudah
mulai habis, saatnya bukan hanya sekedar fisik yg diandalkan, tapi otak pula (
strategi ), pemain yg baik, bisa mengatur timing (waktu ) dg baik
Dalam perjalanan waktu kehidupan, kita harus tahu diri pula , bagaimana
bersikap ; saat masih kanak2 , muda, dewasa dan tua. Anak muda, yg masih
berlaku seperti anak kecil ,spt cengeng, penakut, kita sebut sebagai orang yg
bersifat ke kanak kanakan. Sedangkan orang tua, yg masih berperilaku spt anak
muda, atau kekanak kanakan, mereka di istilahkan sbg orang tua yg tak tahu di
umur. Usia bertambah tua, tapi perilaku tak bertambah dewasa. Begitulah dalam
perjalanan hidup ini, kita perlu strategi dan planing pula, strategi sejak masa
muda, dewasa sampai tua. Masa kanak2 mungkin adalah semacam bonus umur, masa
utk bermain, kita belum bertanggung jawab penuh, tapi orangtua lah yg
bertanggung jawab mendidiknya.
Haraplah di ingat pula, bahwa pemain bola, tak selalu bermain sampai akhir
waktu, ada kemungkinan pemain yg diganti di tengah permainan, atau dapat kartu
merah, dikeluarkan wasit, atau cedera. Begitu pula hidup ini , tak selalu orang
hidup sampai usia tua, banyak pula anak kecil dan pemuda yg telah dijemput ajal
, kecelakaan, sakit, dll. Karena nya selalu lah bersiap setiap saat ,bila suatu
saat jatah umur kita akan berakhir, berusaha bermain sebaik mungkin selama kita
masih berada di lapangan kehidupan ini.
Orang yg berhasil dalam perjalanan hidup ini , adalah bagai pemain sepakbola yg
bermain dengan keahlian yg baik, tahu pengaturan waktu dan mencetak goal
kemenangan. Pemain tersebut akan mendapat pujian dari penonton , pelatih nya
dan khususnya dari tempat mana ia berasal ( misal negara/klub dll). Dalam
kehidupan , mereka yg memanfaatkan setiap waktu dalam kehidupan ini sebaik
mungkin, utk berbuat kebaikan , serta memiliki tujuan hidup yg jelas ( goal ) ,
mereka berhasil mencapai tujuan (goal) nya tsb , dan mendapatkan pujian dari
mana kita berasal, pencipta kita semua, Allah swt.
Coba lah bayangkan, bagaikan seorang pemain bola, bila dianalogikan dalam
perjalanan hidup ini, apakah orang akan bangga, senang dg kita, apakah Allah
akan memuji kita pula ? , atau malah sebaliknya orang lain akan banyak mencela
atau men jelek jelekan kita ?
Dalam pertandingan sepakbola, hasil akhir , belum bisa dipastikan sampai peluit
terakhir dibunyikan , bisa jadi awal nya mereka menang, tapi pada saat2
terakhir ( injury time ) bermain buruk, sehingga mereka terkalahkan , karena
berjuang lah sampai saat terakhir, dan pada saat terakhir itulah ,saat yg
menentukan. Dalam bahasa agama, di istilahkan dengan husnul khotimah ( akhir yg
baik ) , ada orang yg baik kelakuan nya, tapi ternyata terpedaya syaitan
sehingga melakukan dosa, dan mati dalam kekafiran ( suul khotimah, akhir yg
jelek). sebaliknya ada pula orang yg banyak kesalahan, tapi ia bertobat
melakukan kebaikan, sehingga berakhir dengan kebaikan. Kita harus selalu
waspada, tidak menyombongkan diri, sepanjang perjalanan hidup ini , karena bisa
jadi suatu saat kita akan mendapatkan ujian yg berat yg bisa membuat kita jauh
dari tujuan hidup kita semula.
Pemain sepakbola yg baik , membangun kebersamaan dg yg lain nya , saling bantu
dengan teman dengan pimpinan kapten kesebelasan nya serta mengikuti arahan dari
pelatih nya. Begitu pula dalam hidup ini , kita harus bekerjasama dengan orang
lain, saling tolong menolong dalam kebaikan , mengikuti arahan pimpinan dan
utamanya selalu mengikuti petunjuk hidup yg diberikan oleh pencipta kita
semua. Kebersamaan mendapatkan penilaian yg tinggi, dalam hal ibadah, seperti
berlipat ganda nya nilai ibadah , kalau kita sholat berjamaah, dibandingkan
sholat seorang diri.
Dalam perjalanan hidup ini, kalau ingin selamat kita bisa selalu memintakan
pertolongan dan bantuan dari Allah swt , agar kita selamat dalam hidup ini ,
sampai ke akhir masa hidup kita , sampai saat injury time.sampai saat peluit
sangkakala kiamat di tiupkan. Karena nilai hasil yg didapat dari sepakbola,
adalah hasil akhir setelah pertandingan selesai, begitu pula hidup di dunia
ini, semua ini , hanyalah sebuah usaha , sebuah perjalanan, hasil akhirnya akan
kita dapatkan di akhirat kelak . Teringat waktu pertandingan hidup yg terus
bergulir, tepat hari ini ,telah berkurang pula, setahun jatah umur ini , makin
mendekati waktu peluit panjang terakhir dibunyikan.
Mudah2 an pada waktu hidup yg masih tersisa ini , bisa di jalani dengan baik,
mencapai tujuan (goal ) , kemenangan hidup, namun bukan mengejar piala dunia ,
tapi piala akhirat , kebahagiaan abadi, kemenangan yg sebenarnya
Kalau di piala dunia, hanya sebagian pemain /negara yg ikut, sebagian besar
orang hanya jadi penonton, sedangkan untuk piala akhirat, semua kita akan ikut
serta jadi pemain , waktu nya adalah sejak ibu melahirkan kita, sampai ajal
menjelang….
renungan dari pinggir lapangan sepakbola kertamanah,sepetak tanah datar
pebukitan di tengah hamparan kebun teh gunung malabar, dalam balutan kabut
tipis, yg tertiup semilir angin sore yang dingin, Pangalengan, Bandung selatan
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.