Berziarah Ke Tempat-Tempat Bersejarah, Menarik tetapi Membuat  Kesehatan 
Kembali Merosot (B)



Minggu 16 Februari

Hari ini saya kembali berkonsultasi dengan dokter Iva yang menyarankan saya 
agar  banyak beristirahat. Pada kesempatan itu dokter Iva mengembalikan kepada 
saya inhaler yang ketika hendak berangkat ke Arafah saya minta agar  dipegang 
olehnya. Suster Enny kemudian memberi saya satu strip tablet pengencer lendir 
Bisolvon. Kur yang mendampingi saya ke dokter Iva menanyakan apakah kami berdua 
bisa menempati salah satu kamar kosong di lantai tujuh yang ditinggalkan para 
jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air. agar ia lebih mudah merawat saya dan 
saya tidak mengganggu teman-teman sekamar. Saya tahu, teman-teman sekamar 
sering mematikan AC agar saya tidak kedinginanan walaupun mereka harus 
kepanasan. Pak Ketua Kloter yang kebetulan ada di sana menanyakan siapa ketua 
kelompok kami, Kur menyebut nama ustadz pembimbing kami.


Senin  17 Februari

Beristirahat penuh selama satu hari menyebabkan saya merasa cukup siap 
mengikuti ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Makkah yang dilakukan 
dengan menggunakan bus. 

Tetapi "magnit" terbesar bagi saya dalam acara ziarah hari ini adalah: 
Hudaibiyah.

Hudaibiyah adalah tempat di mana Rasulullah SAW menandatangani perjanjian 
dengan para petinggi kafir Quraish yang terkenal dengan "Perjanjian 
Hudaibiyah", di mana Rasulullah SAW banyak memberikan konsesi. Padahal secara 
politik dan militer, kaum muslimin ketika itu sudah mulai kuat. Kalau 
dipelajari dengan seksama, Nabi sebenarnya mengajarkan kepada pengikutnya: 
strategi. Perjanjian Hudaibiyah adalah bagian dari strategi Nabi yang sangat 
cemerlang dalam rangka menaklukkan Makkah yang nyaris tanpa pertumpahan darah 
beberapa tahun kemudian (!).
.
Di atas bus saya bertemu dengan suster Enny, yang bersama dengan dokter Iva dan 
seorang paramedis lainnya juga ikut dalam tur ziarah tersebut,  yang 
menyarankan saya agar tidak turun-turun dari bus kalau tidak perlu sekali. 
Ketika dia menanyakan apakah saya akan berumrah saat itu dan saya bilang tidak, 
suster Enny menjawab: "Bagus, itu kan cuma sunnah!"

Pemandu kami dalam ziarah ini adalah—sebut saja—Ustadz "Z" adalah petugas 
penghubung kafilah kami yang bermukim di Saudi.  Ustadz "Z" adalah seorang yang 
dalam berkata-kata menyusun kalimatnya dengan baik sehingga enak kedengarannya. 
Ustadz "Z" mengemukakan ada hadis yang menyatakan bahwa barang siapa yang 
melakukan umrah dengan bermiqat dari Hudaibiyah sama dengan mengislamkan 2000 
orang kafir. Waah, ujar saya dalam hati, nyesel juga tidak bisa berumrah hari 
ini. 

Tempat bersejarah terpenting petama yang kami kunjungi adalah Jabbal Tsur (kami 
hanya sampai kaki bukit saja)  di mana di lerengnya yang curam itu terletak Gua 
Tsur tempat Rasulullah dan Abu Bakar Siddiq r.a. besembunyi buat sementara dari 
kejaran para pemuda kafir Quraish saat beliau akan hijrah dari Makkah ke 
Madinah yang sewaktu itu masih bernama Yastrib. Seperti tercatat dalam 
biografi-biografi beliau, pada suatu malam sejumlah pemuda kafir Quraish 
ditugasi untuk membunuh Nabi. Nabi yang mengetahui hal itu dari Malikat Jibril 
memutuskan akan berhijrah malam itu juga dengan sahabatnya Abu Bakar, menyuruh 
sepupunya Ali bin Abu Thalib r.a. tidur ditempat tidurnya, keluar rumah, lalu 
membaca Surrah Yasin dan melemparkan pasir kepada para pengepungnya, sehingga 
mereka tertidur. Merasa kecolongan ketika terbangun, mereka mengejar Nabi 
sampai ke mulut gua Tsur tanpa mengetahui bahwa Nabi dan sahabatnya itu berada 
di sana. Yang membuat saya sangat kagum ialah bagaimana Asma binti Abubakar 
yang bisa dengan selamat mengantar makanan dan kemudian kuda yang digunakan 
Nabi dan ayahnya meneruskan perjalanan ke Madinah.

Ingat hijrah, ingat lagi saya terhadap "strategi". Bukankah hijrah Nabi dan 
para sahabatnya ketika itu sebuah strategi? Mundur dulu untuk menang.

Tapi apalah awak ini.

Dari sana kami ke Wadi Fatima di mana kami semua turun untuk beristirahan dan 
makan siang. Menurut  Ustadz "Z" di sana dulu ada kolam tempat Fatimah Az-Zahra 
 binti Muhammad pernah berenang dan kehilangan gelangnya. Masih menurut Ustadz 
"Z", kolam itu akhirnya ditutup oleh "orang-orang Wahabi" karena para askar 
menemukan sejumlah jemaah haji perempuan dari Indonesia berenang tanpa busana 
di sana. Para askar kemudian mengejar-ngejar para jemaah yang tanpa busana 
tersebut.

(Kemudian terpikir oleh saya apakah cerita Ustadz "Z" dongeng,  realitas atau 
campuran keduanya. Sebab kalau para askar yang tentunya badannya kuat-kuat dan 
kekar tersebut mengejar jemaah haji perempuan, mereka pasti akan dapat 
melakukannya dengan cepat dan mudah. Sang Ustadz tidak melanjutkan ceritanya 
tentang apa yang terjadi dengan para jemaah haji perempuan yang tanpa busana 
itu setelah tertangkap oleh para askar.  Juga tidak ada yang bertanya mengenai 
hal itu. Juga tidak ada yang menanyakan apakah Ustadz "Z melihat sendiri 
peristiwa tersebut atau hanya mendengarnya dari orang lain)

Dari sana rombongan kami meneruskan perjalanan ke Hudaibiyah. Saya sangat 
terkejut melihat kondisi Masjid tempat bermiqat yang kecil, sepi, kurang 
terawat, kurang bersih, termasuk WC-nya. Bahkan air untuk berwudhukpun mengalir 
sangat kecil sekali. Lho, kok?

Saya ingat hadis bermiqat di Hudaibiyah yang `dikutip' Ustadz "Z" sebelumnya, 
lalu menarik napas panjang. Ah Ustadz, "nyomot" di mana itu hadis?

Dalam perjalanan pulang seorang jemaah membaca talbiyah dengan suara keras dan 
monoton dengan menggunakan megafon yang sama sekali tidak menimbulkan perasaan 
nyaman bagi saya. Apalagi corongnya kebetulan tepat tertuju ke arah saya 

Saya kembali ke pemondokan dalam keadaan letih dan sesekali batuk-batuk. 
Rekan-rekan jemaah yang sudah berihram langsung berangkat ke Masjidil Haram 
untuk melaksanakan umrah. Tetapi saya tidak jadi menyesal hari itu saya tidak 
bisa berumrah sunnah dengan bermiqat di Hudaibiyah!

(bersambung) 


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke