Kalau buat saya, kata kuncinya, bagaimana pesan ini sampai kepada (Calon)
Gubernur atau Bupati/ Walikota - Tidak hanya berhenti di Palanta ini saja.

 

Secra perundangan, kedua tingkatan pemerintahan itu berkepentingan dengan
usulan Bu Yessi tersebut (Lihat PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota, lampiran k dan l) 

 

Riri 

Bekasi, l, 48

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Syofiardi BachyulJb
Sent: Thursday, June 24, 2010 12:45 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Kepada yang terhormat calon Gubernur Sumatera
Barat.

 

Manuruik ambo sebagian besar saran Bu Yessi bisa dilakukan gubernur. Inti
dari usulan ko adolah program imbauan, selain tambahan program kegiatan
support. Gubernur sangat berkompeten memberikan imbauan dan mendorong
kota-kabupaten untuk melakukan ini plus program pendukung, terutama melalui
Dinas Kesehatan dan Pendidikan.

Anak-anak perempuan kita banyak yang menonjol di lembaga pendidikan, tapi
kurang muncul di lapangan pekerjaan/ profesi. Lihat, calon gubernur, nggak
ada yang perempuan. Calon bupati, walikota dan wakilnya yang ikut pilkada
sekarang hanya 2 orang perempuan. Begitu juga dengan pemilu legislatif,
perempuan cuma menjadi pemenuh kuato 30 persen.

Kemudian di klinik dan rumah sakit bersalin banyak disertakan susu formula.
Ada yang langsung memasukan ke dalam tagihan.

RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) sekarang mulai mengarah ke
pendidikan berbiaya tinggi. Semestinya pemerintah menjamin sekolah bermutu
yang bisa dijangkau masyarakat, eh malah membuat sekolah bermutu identik
dengan biaya besar. PTN sekarang juga semakin mahal, malah mengalahkan PTS.

Gubernur-wakil gubernur pasti bisa mengatasi ini. Apalagi di tangannya
setiap tahun terletak pengelolaan dana APBD lebih Rp1 triliun.

Surat seperti ini sangat bagus. Sebaiknya juga kita ramai-ramai bikin surat
untuk bidang lainnya.

Salam,
Syofiardi

 

  _____  

From: Dedi Nofersi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, June 24, 2010 11:39:34
Subject: Re: [...@ntau-net] Kepada yang terhormat calon Gubernur Sumatera
Barat.

Manuruik ambo surek Yesi sangaik rancak. Tapi sarancaknyo alamaiknyo
dirubah. Baa kok baitu? Sababnyo peran Gubernur dalam pembangunan daerah
sangaik lamah, kalah jo Bupati atau Wako, gara-gara UU otonomi daerah. baco
link
http://www.antaranews.com/berita/1256804119/mendagri-peranan-gubernur-akan-d
iperkuat Nan mangecek-an itu adolah GF (Mendagri). 

Artinyo adolah baraso seorang Gubernur tun indak kuek atau kerennyo indak
bawibawa...??.

 

Jadi kunci keberhasilan dan tanggungjawab keberhasilan pembangunan daerah tu
adolah Bupati atau Wako. Untuk itu, piliahlah

Calon Bupati atau Wako nan tapek, jan dicari pamimpin tu nan karajonyo hanyo
pandai ka SALON
 sajo, yaitu memaintain imagenyo

sajo. Nan dibutuahkan kiniko adolah tarutamo pamimpin nan punyo konsep
marketing nan cadiak, bukan birokrat nan bapusu-pusu se 

atau ngangak-ngangak-i sajo. Pandainyo hanyo study banding .... habih tu
indak tantu aaa nan kadikarajoannyo.... umua abih .. 

pitih tandeh dan indak jaleh hasia nyo.

 

Sabananyo daerah Minangkabau adolah daerah nan miskin SDA tapi kayo jo
keindahan Alam. Minangkabau dikaliliangi dek 

propinsi kayo, tapi buruak ...... Aaaa tingga baa caro pamimpin nan katibo
ko mambao si gadih kampuang nan banamo Minangkabau

manjadi inceran si Ucok capuak tapi Kayo, atau si Tuan/Dang nan baparuik
buncik tapi kayo..... just kidding.

 

 

 

Wassalam,

 

DN

 

 

 

 

  _____  

From: Yesi Elsandra <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, June 24, 2010 4:15:43 AM
Subject: [...@ntau-net] Kepada yang terhormat calon Gubernur Sumatera Barat.

Kepada yang terhormat calon Gubernur Sumatera Barat.

 

Baliho sudah lama  terlihat, visi dan misi juga sudah terdengar. Debat dan
kampanye terbuka sudah pula dilaksanakan, sekarang tinggal waktunya rakyat
Sumbar memilih. Saya yakin dan percaya seluruh kandidat adalah orang-orang
terbaik yang dimiliki Sumbar. Oleh karena itu siapapun kelak yang akan
terpilih secara jujur dan adil maka kita wajib mendukung kepemimpinannya
kelak.

 

Kandidat Gubernur yang dimuliakan Allah SWT, seperti kita ketahui, Sumbar
adalah sebuah propinsi yang kaya. Kita memiliki lautan yang bisa menghasikan
jutaan ton ikan dan produk laut lainya. Kita memiliki danau dan sungai air
deras yang luar biasa cantiknya untuk pariwisata. Kita juga mempunyai
gunung, bukit dan lembah yang tanahnya sangat subur untuk bercocok tanam.
Selain itu kita juga memiliki seni dan budaya yang unik, putra-putri dengan
semangat belajar yang luar biasa (pernah dikatakan sebagai industri otak),
semangat berdagang yang luar biasa dan tentunya satu hal yang kita syukuri
adalah kita memiliki keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT.

 

Pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisata ke Sumbar pascagempa memang cukup
memprihatinkan, tapi sebagai anak nagari yang tinggal di Padang, saya
berkeyakinan dan optimis bahwa suatu saat Sumbar akan mampu bangkit menjadi
profinsi yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dan
menjadi profinsi terdepan di Sumatera asal suksesi kepemimpinan Gubernur
saat ini berlangsung jujur, adil, dan rakyat memiliki pengetahuan dan
kecerdasan dalam memilih.

 

Bapak-Bapak calon Gubernur, saya bukan siapa-siapa, saya hanya seorang
perempuan dan ibu rumah tangga yang mencoba melihat Sumbar dari kaca mata
perempuan dan pandangan seorang ibu. Rasulullan mengatakan, ibu dimuliakan 3
kali dari ayah. Karena dari rahim ibulah awal mula kita ini ada, dan dari
susu ibu pulalah cikal bakal pertumbuhan kita.

 

Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berperan dalam
kemasyarakatan, memajukan bangsa disamping menjadi istri. Selain itu,
apabila perempuan bisa memperoleh pendidikan, maka dia akan lebih mampu
mendidik anak-anaknya dan hal ini akan memajukan bangsanya. "...When you
educate a man, you educate one person, but when you educate a women, you
educate a generation....", demikian mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan,
Meutia Hatta Swasono. 

 

Saya memandang keberadaan perempuan dan kaum ibu adalah variable yang
penting dalam keberhasilan kepemipinan Bapak-Bapak kelak. Ada beberapa hal
yang ingin saya sampaikan kepada Bapak-Bapak berkaitan dengan ini:

 

1.      Memberikan kesempatan pendidikan yang sama kepada anak perempuan,
melindungi, mendorong, memotivasi, memfasilitasi, agar anak-anak perempuan
agar dapat sekolah hingga perguruan tinggi.
2.      Melarang berbagai eksploitasi terhadap perempuan dan anak-anak dalam
bentuk apapun. Mengembalikan anak-anak ke sekolah sehingga tidak ada satupun
anak-anak dengan alasan biaya tidak bisa sekolah.
3.      Memberikan edukasi kepada ibu menyusui bahwa memberikan ASI ekslusif
6 bulan adalah hal terbaik untuk kesehatan dan kecerdasan generasi yang akan
datang. Untuk itu hendaknya pemerintah dapat lebih giat lagi mengkampanyekan
back to ASI dan membatasi peredaran susu formula serta memberikan proteksi
akan bahaya susu formula bagi newborn baby.

 

Kita tidak pernah tau, kapan rakyat ini akan terbebas dari kemiskinan,
kebodohan dan ketiadaan. Kelak jika Bapak-Bapak terpilih memimpin Sumbar,
maka tanggung jawab itu ada di pundak Bapak-Bapak. Saya optimis kita mampu
menjadi lebih baik, asal pemimpin memuliakan perempuan dan kaum ibu. 

 

Semoga Allah SWT memberi Sumbar pemimpin yang Sidiq, Tablig, Amanah, Fatonah
dan memuliakan perempuan serta ibunya. Amin.

 

Mohon maaf lahir batin jika ada kekhilafan.

 

Dr. Yesi Elsandra (35th)

Konselor Laktasi dan Penggiat Smart Parenting

 

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke