Rabu, 5 Maret pagi Melihat wajah pak Ustadz ketika bertemu dengan pengurus maktab tadi, sudah terlihat tanda-tanda bahwa harapan pemondokan kami terletak hanya 200 meter dari Masjid Nabawi akan tinggal harapan. Kami tiba di Madinah ketika waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi lewat. Bus kami sempat melintas di dekat Masjid Nabawi, lalu menjauh dan menjauh dan kemudian berhenti di depan pintu sebuah deretan bangunan.
"Di sini maktab kita," kata pak Ustadz dengan suara yang tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Kami turun dan sejumlah jemaah juga tidak dapat menyembunyikan kekecewaan mereka. Di samping cukup jauh, lebih dari satu kilometer dari Masjid Nabawi, juga tidak terlihat adanya bus atau kendaraan "omprengan" seperti di Makkah yang dapat digunakan untuk pergi dan pulang dari Masjid. Kondisi pemondokan juga tidak sebaik yang ditempati rombongan kami di Makkah. Lobbynya sangat sempit, hanya sebuah counter tempat penjaga dan kamar tidur penjaga dengan dua tempat tidur, dan di antara counter dan kamar tidur penjaga tersebut terletak sebuah lift model kuno. Saya duduk di atas bis tembok bangunan dengan letih karena kecapekan dan kurang tidur di perjalanan tadi malam, menunggu koper dan handbag kami diturunkan dari atap bus. Untung saja teman-teman banyak yang membantu mengumpulkan koper dan tas kami. Tetapi hal yang menggembirakan di sini ialah suami dan isteri boleh tinggal bersama dalam satu kamar. Saya dan Kur menempati satu kamar yang terletak di lantai III bersama-sama dengan pak Tukiman dan bu Juminem. Mula-mula kami menempati kamar dengan AC-nya yang sudah "bulukan" dan ditutupi debu. Tidak lama kemudian, mbak Etty memberi tahu bahwa ada kamar di lantai yang sama yang masih kosong dan cukup baik di samping kamar yang ditempatinya dengan mas Juliansyah dan bu Aisyah. Kami segera pindah ke sana dan bekas kamar kami tersebut kemudian ditempati oleh suami-isteri pak Radjikin dan bu Rusiah, pak Tutu dan bu Komara. Pak Tutu, yang seperti sebagian besar pasangan suami isteri jemaah haji kloter kami yang menempati kamar terpisah ketika di Makkah, tidak dapat menyembunyikan rasa suka citanya ketika menerima kunci kamar tersebut dari saya. "Benar nich kamar ini mau dikosongkan?", katanya setengah tidak percaya. Di depan kamar kami yang baru itu terletak ruang serbaguna untuk makan dan "kongkow-kongkow", yang kemudian juga digunakan untuk menjemur pakaian. Kamar mandinya cukup bersih, tetapi klosetnya sering macet, yaitu peturasannya sering tidak berfungsi, tetapi kemudian bisa diperbaiki oleh mas Juliansyah. Dapur yang tidak jauh dari sana hanya dapat digunakan untuk mencuci perabotan makan. Tidak ada kulkas, tetapi di dapur lantai II ada panci pemanas air bertenaga listrik yang dapat digunakan jemaah untuk memasak air guna menyeduh kopi, teh atau susu. Kami baru bisa beristirahat di kamar setelah lewat jam sembilan. Tidak lama beristirahat kami mandi secara bergantian, dan bersiap-siap untuk berangkat ke Masjid Nabawi guna melakukan shalat dzuhur, yang merupakan rangkaian pertama dari arbain yang akan kami laksanakan selama berada di Madinah. Waktu dzuhur di Madinah ketika jatuh pada pukul 12.30 siang waktu setempat. (bersambung) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
