Ketika hendak masuk di pintu pemondokan kami melihat pengumuman dari Pimpinan Kafilah, bahwa kafilah kami besok akan berziarah ke beberapa tempat bersejarah di sekitar Madinah. Kami diminta sudah siap jam 7 pagi di depan pemondokan.
Seperti malam sebelumnya, kami makan malam dengan nasi boks, buah dan air kemasan yang dikirim katering. Adanya sambal dalam menunya cukup menerbitkan selera saya, walau saya tetap hanya mampu menghabiskan nasinya kurang dari separuh. Sebelum tidur saya mencoba menyalakan AC di kamar yang letaknya tepat di atas tempat tidur saya, tetapi karena sangat bising, khawatir menyebabkan pak Tukiman dan bu Juminem terganggu, AC tersebut saya matikan kembali. Apalagi cuaca di Madinah di malam hari saat ini dingin sekali sehingga tanpa AC pun tidak terlalu mempangaruhi kenyamanan di dalam kamar kami. Terbangun jam 2 pagi saya lihat pak Tukiman sudah bangun duluan dan sedang bertahajud. Saya membangunkan Kur untuk bersiap-siap berangkat ke Masjid guna melakukan shalat shubuh. Setelah sarapan telur rebus yang dibeli Kur kemarin malam dengan susu panas, kami berangkat ke Masjid dengan berpegangan tangan. Jumat 7 Maret Pagi tadi shalat shubuh di Masjid terasa khusuk sekali. Seusai shalat saya berdo'a dengan air mata berlinang. Dalam perjalanan pulang kami memutuskan untuk membeli teh susu panas dari "si Arab" saja, begitu kami memanggil penjaga pemondokan yang setiap shubuh dan isya siap dengan teko air panas di "pos"-nya di dekat lift, sembari menawarkan "dagangannya" kepada setiap jemaah yang lewat di depannya dengan ucapan standar "teh susu satu riyal" Jam 7 pagi kami sudah siap di samping bus yang sudah menunggu di depan pemondokan kami. Pemandu kami dalam tur ini tampakmya seorang mahasiswa yang sedang berskolah di sebuah perguruan tinggi di Madinah juga enak bicaranya dan terlihat sangat berhati-hati dengan kesahihan kisah-kisah dan hadis Nabi yang disampaikannya. Pertama kali rombongan kami menuju dan melakukan shalat sunat di Masjid Quba, Masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah begitu beliau tiba di Madinah. Di sini Kur sempat "kelabakan" karena kehilangan saya, yang saat itu sedang shalat sunat dengan khusuk di dalam Masjid. Setelah itu kami menuju Masjid Qiblatain (dua kiblat), Masjid tempat turunnya wahyu Allah yang memerintahkan Nabi dan kaum muslimin yang ketika itu sedang shalat supaya memindahkan arah shalat dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Ka'bah di Makkah 5). Dari sana kami melanjutkan ziarah kami ke Jabbal Uhud yang sangat bersejarah itu di mana terjadi peperperangan antara kaum muslimin dengan pasukan kafir Quraish pimpinan Abu Sofyan yang menyerang kaum muslimin, yang seperti kita ketahui, mula-mula dimenangkan oleh kaum muslimin, namun keadaan terbalik setelah para pemanah yang diperintahkan Rasulullah tetap berada di atas bukit, tidak disiplin dan turun dari bukit guna mengejar harta rampasan. Sebagaimana tertulis dalam buku-buku biografi Nabi, dalam perang Uhud tersebut beliau sempat terluka. Namun pasukan kafir Quraish tidak dapat dikatakan memenangkan pertempuran. Seperti dituturkan Karen Armstrong dalam biografi Nabi Muhammad yang ditulisnya, mereka mundur kembali ke Makkah berkat strategi Nabi yang memerintahkan sisa-sisa pasukannya agar menyebar dan menyalakan obor, sehingga Abu Sofyan dan para panglima perangnya menyangka pasukan Nabi memperoleh bantuan. Begitu melihat bukit Uhud, saya tidak dapat menahan air mata saya karena teringat akan keberanian para syuhada Uhud yang melindungi Rasulullah dengan tubuh mereka dari hujaman anak panah dan lembing yang dilontarkan oleh pasukan kafir Qureish. Tidak kurang dari 70 orang kaum muslimin yang menemui mati syahid dalam perperangan tersebut termasuk Hamzah r.a. paman Rasulullah SAW yang sangat berani dan sayang kepada beliau. Sesuai dengan perintah Rasulullah, para syuhada tersebut dimakamkan dalam satu kuburan di sana. Kira-kira 30 tahun kemudian terjadi hujan besar yang menimbulkan banjir besar yang menyebabkan makam para syuhada tersebut terbongkar, dan ternyata jasad mereka masih utuh. Makam mereka kemudian dipindahkan ke tempat yang sekarang yang dipagar dengan tembok. Kur dan saya sempat berfoto dengan latar belakang bukit Uhud. Setelah melihat hasilnya tampak benar bahwa saya nyaris "tinggal kulit pembalut tulang". Kur kemudian membeli kurma segar yang masih ditangkainya yang rasanya manis, sesuatu yang yang agak jarang, karena biasanya rasanya agak sepat. "Jangan-jangan yang menjual kurma sama mama tadi malaikat," ujar saya bergurau. Saya sangat menyukai kurma tersebut, dan saya makan dengan "eman-eman". Tetapi karena di pemondokan tidak ada lemari pendingin, sebagian terpaksa dibuang karena sudah berjamur. Sebelum jam 11 kami sudah tiba kembali di pemondokan. Sehabis makan dan berwudhuk kami segera berangkat ke Masjid. Setelah melakukan shalat tahiyatul masjid, saya segera mengambil Al-Qur'an guna melanjutkan pembacaan yang sudah saya selesaikan kemarin. Walaupun masih terbatuk-batuk, terutama setelah minum air zam-zam yang hampir selalu disertai pengeluaran lendir yang langsung saya bersihkan dengan tisu gulung yang selalu saya bawa di dalam tas paspor yang tidak pernah lepas dari leher saya, dan sesekali masih nyesak, perasaan saya dari siang sampai malam hari itu terasa enak sekali. Untuk pertama kalinya saya mampu membaca tulisan di label Atrofent inhaler yang kecil-kecil itu. Sehabis ashar kami kembali makan di rumah makan Indonesia di basemen Hotel Bahaudin. Selain dapat masuk nasi lebih banyak, untuk pertama kalinya selama tiga pekan terakhir saya dapat menghabiskan satu botol air kemasan 600 cc. Keadaan itu semakin mendorong semangat saya membaca Al-Qur'an setibanya kembali ke Masjid. Walaupun suara saya masih pelan, saya sudah dapat membaca dengan melagukannya. Alhamdulillah, hari ini saya total membaca sebanyak 15 halaman, yang langsung saya catat sebelum keluar Masjid untuk pulang ke pemondokan. Saya menutup hari ini dengan perasaan sangat senang. (bersambung) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
