"Bintang Hitam Yang Bersedih" 
by : jepe

Ghana harus pulang kampung dan angkat kopor dari perhelatan Piala Dunia di 
Afrika Selatan dengan dada penuh sesak, kekalahan yang sangat dramatis, sungguh 
sebuah kekalahan yang membuat seluruh pemain, pelatih, official yang bearada 
distadion terkapar dan nanar,  terlalu sulit rasanya menerima kenyataan pahit 
yang mereka hadapi

Begitulah akhir drama babak perempat final PD 2010 yang mempertemukan Ghana 
versus Uruguay yang berlansung di stadion Soccer City, Johannesburg, Jum'at, 2 
Juli atau Sabtu dini hari WIB,   akhirnya di menangi oleh Uruguay melalui adu 
penalti setelah di babak normal dan perpanjangan waktu kedua kesebelasan 
berbagi angka imbang 1-1. Kemenangan didepan mata buat Ghana sangat terbuka 
lebar di penghujung babak perpanjangan waktu,  kemelut didepan gawang Uruguay 
sebuah tandukan yang mematikan dari pemain Ghana harus dihalau oleh  Suarez 
dengan tangan yang persis berdiri di garis gawang. Tindakan "Hero" Suarez di 
detik terakhir permainan akan berakhir ini tentunya akan sedikit memperpanjang 
nafas Uruguay terhindar dari kekalahan. Suarez tentunya tahu segala resiko yang 
akan dihadapinya walau apa yang dilakukannya itu syah-syah saja tidak ada 
larangan menghalau bola dengan tangan tapi tentuya akan berbuah hukuman berat 
yaitu tendangan penalti buat Ghana dan Suarez mendapatkan kartu merah dan  
diusir oleh wasit  keluar lapangan.

Apapun yang dilakukan Suarez mungkin dalam otaknya berpikir "jika saya tidak 
halau bola  dengan tangan itu akan gol dan kami angkat kaki dari kejuaraan ini, 
sama saja jika nanti penalti tapi masih ada peluang walaupun kecil, jika gagal 
masih terbuka untuk melaju kebabak semi final melalui adu penalti"

Suarez melangkah keluar lapangan setelah diusir wasit tapi dia masih berdiri 
dilorong menuju ruang ganti pemain, sementara bola telah diletakan dititik 
penalti oleh Asommah Gyan, ambil ancang-ancang sejenak dari raut wajahnya 
kelihatan sekali betapa penuh tekanan eksekusi penalti yang akan dilakukannya, 
nasib Ghana berada di kakinya. Di Pinggir lapangan Suarez sangat tegang menanti 
hasil eksekusi penalti Gyan sambil menutup separoh wajah  dengan baju kaosnya,  
 tentu sangat "menyeramkan" bagi dia melihat adegan ketika kaki Gyan  mulai 
melangkah untuk menendang bola.

Jabulani bola piala dunia kali ini. yang ditendang Gyan melambung dan mendarat 
di bagian atas mistar gawang Uruguay yang dijaga oleh Muslera,  pantulan 
Jabulani yang membentur tiang gawang  terbang ke udara, Gyan  kelu dan terpaku 
menutup  mukanya yang penuh kekecewaan dengan kedua tangannya, sementara Suarez 
bersorak girang atas kegagalan eksekusi penalti Gyan, itulah yang dia harapkan 
atas tindakannya sedikit memperpanjang napas Uruguay di penghujung babak 
perpanjangan waktu.

Bola melambung ke udara wasitpun meniupkan peluit panjang tanda pertandingan 
berakhir dan dilanjutkan dengan adu penalti, akhirnya Uruguay meyudahi perlawan 
Ghana di babak perempat final melalui pertandingan yang tragis dan dramatis 
buat Ghana, klimaknya Uruguay memanfaatkan mental pemain Ghana yang "down" 
menang melalui adu penalti yang berakhir dengan kedudukan 4-2. 

Ghana meratap, terkapar dan nanar di lapangan hijau, sungguh kesedihan yang 
dalam dirasakan oleh rakyat Ghana yang menyaksikan Timnas kesayangan mereka 
tersingkir begitu menyakitkan, bukan hanya Ghana yang menangis tapi juga 
Afrika. Ghanalah satu-satunya harapan agar piala dunia berada di Afrika

Kesedihan ini juga dirasakan oleh tokoh karismatik Afrika Selatan Nelson Mandela
"Kami bergabung dengan semua orang di benua dalam berharap untuk Ghana. Anda 
(Ghana) akan sukses dalam turnamen yang akan datang," kata Mandela dalam sebuah 
surat kepada asosiasi sepak bola Ghana.

Saya yang menyaksikan drama menyesakan dada ini dilayar televisi  ikut larut 
merasakan betapa tragisnya nasib Ghana. Laga ini saya berharap Ghana lolos ke 
babak semi final agar PD kali lebih terasa "denyut dan geregetnya" di 4 besar 
diwakili oleh 3 benua (Afrika, Eropa dan Amerika) tapi apaboleh buat kiblat  
sepak bola sampai saat ini memang masih didominasi  oleh negara-negara raksasa 
sepak bola   Eropa dan Amerika Latin.

Tindakan Suarez yang menyentuh bola dengan tangan di mulut gawang memupuskan 
asa Ghana, Eksekusi penalti yang gagal oleh Gyan membuat rakyat Ghana dan 
Afrika tertunduk sedih.

Malam itu "the Black Star" begitu julukan Timnas sepak bola Ghana, bintangnya 
tidak bersinar cemerlang di gelapnya langit diatas lapangan hijau stadion 
Soccer City, Johannesburg. Cahaya "Bintang Hitam" itu redup ditelan langit 
kelam Afrika tapi di balik langit Afrika tersebut Ghana telah menunjukan pada 
dunia sebuah cahaya kearah perdamaian yang lebih baik di tanah Afrika melalu 
sepak bola. Semoga Afrika yang selama ini terkoyak-koyak akibat perang saudara, 
tindakan kekerasan, kelaparan dan tragedi kemanusian dengan sinar bintang hitam 
Ghana bisa membawa bangsa-bangsa Afrika lebih bersatu, damai dan sejahtera.

Sungguh sebuah laga yang dramatis dan tragis, ini jugalah rasanya saya 
menikmati olah raga sepak bola penuh gairah disana ada drama dan sisi-sisi lain 
yang menyentuh rasa kemanusian.

Salam Vuvuzela, Pekanbaru, 3 Juli 2010
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke