Ajo Duta jan lupo Diving di Bunaken
Bagus sekali pengalaman Rita, sama2 berbagi cerita kita tentang Bunaken
HATIKU TERPAUT DI BUNAKEN

 

Oleh: K Suheimi

 

Tak hendak saya mau keluar dari laut. Tak hendak saya mau berhenti menyelam, 
Tak hendak saya mau melepaskan  masker dimata ini. tak hendak saya mau 
meninggalkan Bunaken,  Kalau tidaklah oleh karena berulangkali kapten 
,memanggil "Jow kita orang mau pulang"  dan menyeru agar kembali, Kalau 
tidaklah karena menenggang rombongan akan kembali ke Manado tentulah saya akan 
tetap mnyelam, rentulah saya akan menyigi kesana kemari, tentulah akan saya 
puaskan hati ini menikmati indahnya terumbu karang dan ikan2 hias.  Berat hati 
ini   naik kekapal dengan bermacam bayangan dan kenangan ber main di benak 
saya, hati saya telah terpaut di Bunaken. 

Saya berjanji satu saat saya akan kembali dan saya akan kesini lagi ke Bunaken 
yg saya kagumi… 

Oh betapa indahnya ketika saya melompat dan memasang snorkle, pipa plastik yg  
di masukkan ke mulut untuk bernafas bila sedang menyelam dan me makai masker  
kaca mata untuk menyelam sehinga dg jelas kita menguak dan meyigi keindahan 
didalam laut. dan sayapun terpesona, keindahan yang luar biasa, serta  jumlah 
dan jenis terumbu karang yg tertata dan terawat rapi. serta ikan2 hias luar 
biasa indah dan banyak sekali jenisnya.

Satu persatu saya renangi dan satu persatu saya nikmati, beragam bentuknya dan 
beragam warnanya, semuanya indah luar biasa, saya berdecah kagum.  Banyak 
tempat telah saya selami  banyak pulau telah saya renangi.. hampir semua 
gugusan pulau di perairan padang sdh saya jelajahi namun saya tak menemukan 
keindahan spt di dalam kawasan wisata laut Bunaken.

Setiap kali saya terpesona , setiap kali saya kagumi, dan setiap kali itu pula 
hati ini menjerit.. dikampung saya semestinya ada terumbu karang yang indah, 
semestinya  di kampng sayabanyak ikan hias, Tapi keindahan dan harta berharga 
itu banyak yang punah. terumbunya tak tumbuh lagi, karang-karang kerasnya rusak 
dan hancur di bom, makanan ikan dan tempat ikan  bersarang dan bertelur diracun 
dengan potas.  tak seberapa lagi yang tersisa,padahal  didepan  pantai Padang 
banyak pulau-pulau yang bagus dan susunannya sangat menarik.  Dari pesawat kita 
berdecah kagum menyaksikan liku-liku panai dan bening dan birunya lautan. 
Seharusnya di tempat ini biota lautnya harus bagus dan indah, Namun semua itu  
telah rusak.

Hari ini minggu 9 juni 2006 saya melangkah dari hotel Ritzy naik kapal dengan 
rombongan keluarga POGI. Perkumpulan ahli Obstetri dan Ginekologi  yang sedang 
kongres di Menado. Selama 45 menit, kami sampai di kawasan wisata Bunaken, 
Dihamparan karang  telah menungu kapal lain mirip kapal selam seperti dalam 
aquaium sea world, Baru saja kaki menginjak bagian bawah kapal pemandagan 
indahpun tersaji.  karang dan terumbunya serta ikan hias yg berseleweran.
Ikan-ikan itu mendekat, tak takut. Mungkin kami berenang melayang dalam air 
sebagai layaknya seekor ikan. Mungkin ikan itu menganggap saya kawannya 
sehingga didekati dan di kerubinginya
Apalagi botol aqua yg saya isi roti itu saya buka tutupnya. Roti-roti yg 
berserpihan itupun jadi umpan yang sangat bagus sehingga ikan-ikan itu 
berkerubung menggelingi kita.

Selama 45 menit  kami berlayar menjelajahi karang-karang itu. Subhanallah luar 
biasa banyaknya ikan  luar bisa banak jenisnya,  mulai dari Nemo, scorpion, 
ikan kakak tua  karena giginya hanya dua  atas dan bawah  jelas pemandu wisata, 
kurapu. moris  dan sesekali nampak ikan Napoleon. ikan kakap mulai dari yang 
kecil sampai yang besar, dengan bentuk rupa yg aneh dan warna yg bekilauan spt 
ikan neon. saya lihat ada yang bobot beratnya kira-kira  5 kg.

Semua berdecah kagum, dengan di pandu pemandu wisata yang lucu, dia berciloteh 
menerangkan apa saja yang melintas didekat kapal silam itu. waktu 45 menit 
terasa sebentar,  semua lega, karena masuk ke alam lain yang indah yang selama 
ini belum pernah kami lihat.

Dengan mencicpi sedikit snack, kami di hantar mendarat di Pulau Bunaken, Di 
sinilah saya pinjam snorkle  kami menyelam di keliling pulau. Disinilah kami 
bisa menyusuri lekuk-lekuk dan liku-lku karang nan elok, yang ternyata jauh 
lebih bagus dari yang kita saksikan melalui kapal selam. Kita dapat menyaksikan 
semuanya lebih dekat, Saya coba memberikan roti dari tangan, lalu ikan-ikan  
itu berdatangan dan menyambar makanan itu, kita di kerubungi ikan dan kita 
asyik bermain-main dengan ikan itu.  

Kalau di kapal selam kita yang ditonton oleh ikan-ikan.  tapi dengan snorkle 
bisa kita mengikuti ikan-ikan dan kita dapat bermain dengan nya, setiap kali 
menyigi setiap  kali itu pula keindahan tepancar, dan setiap kal itu pula hati 
saya menjerit.

Sebetulnya di kampung saya banyak tempat dan karang-karang seperti ini,  tetapi 
telah rusak. Di Bunaken semua menyadari karang dan ikan hias adalah kekayaan 
yang luar biasa mahalnya. Rumput laut  menyebabkan plankton hidup, laut yang 
kaya oksigen dan gerakan arus laut menghantarkan ikan-ikan melahap plankton,  
yang hingap di permukaan karang,  Karang-karang serta tumbu bertumbuh pesat, 
dan semua itu dijadikan tempat bermain mencari makan dan berkembang biak oleh 
ikan.  Ikan-ikan ini tak digangau, bahkan tak boleh ditangkap, makanannya 
banyak sarangnyapun banyak. Tempat seperti ini merupakan sorga bagi ikan,  
berduyun mereka datang, berombongan mereka bekeliaran membentuk armada sesuai 
jenisnya.Menyaksikan semua itu hati berdecah kagum dan pemandngan itu mepesona, 
sehingga sampai saat saya menulis  semua kenangan itu masih terukir dan 
terbayang dalaml ingatan betapa indah dan mengagumkannya.

Saya bersyukur terima kasih ya Allah telah kau hantar dan Kau beri kami 
kesempatan menyelami sedikit ayat tanda kebesaranMu, yang Engkau perlihakant  
didalam indahnya laut Bunaken. Betapa Rahman Dan Rahimnya Engkau yang telah 
menciptakan semua keindahan dan serba teratur ini,

Semua ini di kawasan wisata Bunaken diminati  Satu saat saya akan kembali ke 
Bunaken lagi, saya belum puas banyak yang belum sempay saya lihat. Katanya 
orang hanya ke Manado karena ingat Bunaken ini.

Hari ini kapal banyak besileweran datang dan pergi dari pagi sampai petang. 
Turis dari mancanegara dan domstik  ramai sekali,,  wisatanya berdenyut, 
palawiran paranarawukan SEMOGA SEMUA LANGGENG

 

Sebetulnya pulau Bunaken tak seindah gugusan pulau kita yg berpasir putih dan 
berair jernih.Pasir di pulau Bunaken tak seindah pulau kita, disini tak 
ditemukan pasir yg seputih di pulau kta, seandai semua kita mau memelihara 
pulau kita dan membiarkan karang dan biota laut hidup saling membutuhkan,  
agaknya wisata laut kita akan lebih bagus,  sebetulnya di sekeliling pulau2 
kita banyak karang,  airnya jernih kerna  lautan Hindia,  kalau karang dan 
terumbu itu di pelihara, akan mengundang datangnya ikan bersarang dan bertelur. 
Karena   semua ikan   besar atau kecil tidak akan bertelur ditengah laut. kalau 
dia mau memijah dia pergi ke karang2 yang   ada disekitar pulau. 

kini tempatnya bertelur yang  sudah musnah, maka ikan2 itupun pergi menjauh 
meninggalkan pulau dan karang yang  telah hancur, sehingga  nelayan kalau mau 
menangkap ikan harus  jauh ketengah.

Oh andaikan semua orang   di kampung saya sepakat ingin mengundang ikan datang, 
terumbu karang datang dan akhirnya akan mengundang semua orang  kesana, maka 
kawasan diseputar dan sepanjang Pariaman,, Padang dan Painan adalah kawasan 
wisata yang  luar biasa. 

Wisata karena ikan-ikan akan datang dan berwisata disana, ini akan megundang 
manusia2 juga ikut berwisata Lihatlah dan bayangkan..  kawasan kita sangat 
cantik dan jika mau memmelihara  akan mendatangkan rezki yang  luar biasa.walau 
hari ini masing-masing kami merogoh kantong membayar Rp 400000 perorang namun 
puas.  Dikampung saya 400.000 tu sdh bisa berlayar dengan   kapal selama sehari 
suntuk.

Bunaken  hati saya terpaut disini...  dalam hati saya berdoa  agar hati semua 
orang  bisa pula terpaut di Pulau Pisang, P Sikuai, Pulau Pagang,Pulau Marak, 
Pulau Persumpahan  dan banyak gugusan pulau yang sangat cantik yang kita miliki

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suciNya dalam Al Qur.an 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan 
siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan 
apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia 
hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala 
jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan 
bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum 
yang memikirkan. (QS. 2:164)   
  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ajo duta <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Jul 2010 22:10:50 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] MANADO

Insya Allah ambo ka pai pulo ka Manado pertengahan bulan ko. Tantu
ziarah ka makam TIB ka manjadi salah satu program utama.

On 7/3/10, Rita Desfitri Lukman <[email protected]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Mak Ngah dan dunsanak sadonyo...
>
> Memang hari Rabu tanggal 30 Juni 2010 nan lalu, di sela-sela istirahat makan
> siang jadwal konferensi, dengan alasan menengok makam leluhur, ambo sempat
> mancilok pai sabanta ka Pineleng maliek makam Tuanku Imam Bonjol. Mak Datuak
> Endang nan labiah tahu sabananyo jo makam ko, sabab beliau nan lah
> baulang-ulang ka situ :)
>
> Hari Selasa jo Rabu tu memang ambo ndak sempat basuo jo mak Datuak Endang
> karano kegiatan kami nan babeda dan di lokasi nan babeda pulo, walaupun kami
> samo-samo di Manado. Tapi Kamis 1 Juli menjelang tangah hari, Mak Datuak nan
> acaranyo alah salasai dan lah siap-siap ka babaliak ka Jakarta, lai sempat
> manyinggahi dan manyilau ambo ka tampek konferensi.
>
> Karano mak Datuak Endang salamo di Manado disadiokan sopir dan staf sarato
> mobil, tantu bisa labiah fleksibel kama pai :), Sayang Kamis tangah hari tu
> ambo ndak sempat kuliliang-kuliliang Manado jo beliau, tamasuak mengunjungi
> kembali makam Tuanku Imam Bonjol. karano kebetulan jadwal ambo presentasi
> sasudah makan siang. Kalau seandainyo ambo ndak present, mungkin ambo mintak
> ikuik pai baliak ka Pineleng karano alun pueh takaja-kaja pai sahari
> sabalunnyo :)
>
> Mengenai hubungan PRRI dan Permesta, antah karano ratak tangan ambo sadang
> elok, iyo lai tatanyo ka urang nan banyak tahu tantang itu. Kebetulan urang
> nan punyo hotel tampek ambo tingga di Manado ko banyak tahu tantang itu,
> jadi ambo sempat badiskusi saketek jo beliau kalau malam-malam sesudah
> istirahat. Begitu ambo batanyo tantang siapo bana pemimpin Permesta di
> Manado, sambia tagalak, apak tu manjawab, baa kok batanyo buk, apo dek
> karano ado PRRI nan di Bukittinggi, ...  Nah lho... ???
> Tamasuak carito manuruik apak nan punyo hotel di Manado tampek ambo manginap
> ko, bahwa Samuel pemimpin Permesta dan Simbolon pemimpin PRRI adolah konco
> arek nan samo-samo punyo ideologi tinggi, dan kawan satu kelas pulo wakatu
> pendidikan militer di Amerika.
>
>  Tadi, Sabtu siang, saat istirahat makan siang di sela-sela acara
> konferensi, ambo malicuih pulo turun ka kota Manado mangunjungi Museum
> Propinsi Sulawesi Utara. Satu hal nan menarik di Museum tu adolah di bagian
> pojok mata uang yang digunakan di Sulawesi Utara sajak zaman dulu, karano
> ado pojok mata uang belanda, pojok mata uang jepang, dan ado pulo salah satu
> pojoknya tatulih: "Mata Uang PRRI - Permesta". Ambo sempat pulo tanyokan hal
> itu ka petugas museum nan kebetulan menjadi guide ambo bakuliliang museum.
> Dan ambo sempat pulo basuo jo staf museum lain, seorang ibu, nan urang
> tuonyo dulu anak angkek Bung Hatta. sahinggo beliau acok dibao urang tuonyo
> dulu ka Bukittinggi.
>
>  Hal lain nan menarik adolah seperti dugaan mak ngah, dari hasil
> bincang-bincang ambo tantang Permesta di Manado ko, mungkin batua juo
> interpretasi tentang "Halh of Rebellian' tu arti sabananyo memang bukan
> pemberontakan setengah hati, tapi 'pemberontakan setengah', aratinyo
> 'setengah di bagian timur', sadangkan 'setengah'nyo lai itu tugas untuak di
> bagian barat. Tapi terus terang ambo ndak berani mengajinyo secara mendalam,
> karano ambo samo sekali ndak punyo background ilmu tentang sejarah tu. Jadi
> ambo takuik salah, kalau membicarakan sesuatu nan ambo indak capable tantang
> itu.
>
> Kebetulan pulo salah satu staf hotel tampek ambo tingga ko, katonyo punyo
> buku tentang Permesta milik Opa nyo, tapi karano inyo cuma punyo ciek tu,
> bukunyo tebal pulo, samantaro urang ndak manjua lai. Ambo mintak di
> photocopykan sajo, bia biayanyo ambo ganti. Kakak tu setuju, dan bersedia
> mencarikan buku tu baliak, kalau-kalau masih ado di rumahnyo. Semoga sajo
> memang masih ado, sahinggo ambo sempat mamfoto kopinyo...
>
> Itu sajo dulu mak ngah, ko acara lah ka mulai baliak mah... :)
> Kawan-kawan lah banyak maledek ambo mah, Ibu ko urang matematik atau urang
> sejarah, :)
> Ambo jawab sambia bakilik, ibu ambo guru matematik, abak ambo guru
> sejarah.... hehe
>
>  Mohon maaf ka dunsanak sadonyo kalau ado komentar ambo nan sabananyo ambo
> indak 'capable' untuak membicarokannyo.
>
> Mungkin nantik kalau lah agak punyo waktu luang sapulang dari Manado ko,
> ambo susun bana catatan corat-coret ambo nan masih amburadul ko.
>
> Insya Allah, kalau lah pulang, ambo cubo manulih saketek tantang makam
> Tuanku Imam Bonjol ko sasuai nan ambo liek secara pribadi.
> Baitu juo maangek-angekkan Andiko jo da Jepe tantang kuliner jo lamaknyo
> Goreng Pisang Manado nan balado :)
> Atau maangek-angekkan Renny tantang asyiknyo baranang di laut Bunaken,
> manyilam dan menyapa ikan-ikan karang sampai mato merah dan kaki kram,
> sarupo nan ambo lakukan Jumat pagi kapatang, hahaha...
>
> Wassalam,
>
> Manado,
> Sabtu, 3 Juli 2010
>
> Rita Desfitri Lukman
>
> -------------------------------------------------------------
> Pada 2 Juli 2010 04:09, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:
>
>> Maa Angku Datuk Endang sarato Rang Lapau nan Basamo,
>>
>> Sanang hati awak, lah sampai Angku Datuk Endang saroman diniatkan pai ka
>> Pusaro Tuanku Imam Bonjol. Kicau Murai Kukuban, Rita Desfitri, lah sampai
>> pulo ka MakNgah kapatang manyatokan lah sampai ka Pineleng mancaliak
>> daerah
>> jo pusaro tu. Sayang anggota Lapau Awak nan baduo ko indak semat
>> sakapatabang maota sambia tabang saroman ambo anjurkan. Jadwal dan kakok
>> babeda. Nanti tantu kito di Lapau ka dapek barita salanjuiknyo dari Baliau
>> nan baduo. Dari Murai mungkin agak talambek, karano sasudah tabang-tabang
>> Padang-Jakarta-Medado, baliak ka rawok pulo sabanta di Jakarta, ka taruih
>> pulo malayang ka Bangkok di Nagari Svarnabhumi tu.
>>
>> Nah, dek lah kito danga sacacah dari Angku Datuk Endang, kok dapek kito
>> mausul ka Angku Saafaruddin Bahar, kok dapek rancak dipakatoan juo masalah
>> kuburan ko degnan usul nan konkrit dalam Kongres nan ka datang tu. Supayo
>> ado  tando-tando paratian kito ka almarhum, tokoh sejarah Pahlawan Tuangku
>> Immam Bonjol, nan memang tasangkuik jo pencetusan "Adat Basandi Sarak
>> Sarak
>> Basandi Kitubullah" ko.
>>
>> Memang Angku Datuak Endang, Ingatan Masayakat sabana singkek. Jan kan ka
>> Perang Paderi sajo,apo lai silsilah garih katurunan TIB, Ingatan ka
>> Permesta/Permesta nantgajadi relatif sabanta ko, indak lakek lai dalam
>> pangana. Namun, para Peminat Sejarah tantu akan mencari-cari,
>> mahangek-hangekkan, dan mehiduikan Kenangan ka Maso Lalu tu.  Kito nan
>> Basamo sanang, di Lapau ko Angku Datuk Endang adolah Tokoh Cemerlang nan
>> ka
>> dapek manaruihkan perhatian mandetail ka arah ko dan manaruihkannyo kapado
>> Angkatan Kemudian.
>>
>> Salam,
>> -- Sjamsir Sjarif
>> Di Tapi Riak nan Badabua
>> Santa Cruz, California
>>
>
> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke