Sebelum jam setengah dua siang kami sudah siap di depan pemondokan. Pemuatan 
koper-koper dan handbag ke atas atap bus berlangsung agak agak lama, karena 
koper para jemaah banyak yang bertambah "gemuk" dan "beranak pinak". Jemaah 
haji Indonesia terkenal suka "shopping", suatu hal yang dapat dipahami karena 
adanya kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang atau mengharapkan oleh-oleh 
dari kerabat atau tetangganya yang pulang dari haji. Namun kebiasaan suka 
"shopping" ini menimbulkan keheranan jemaah haji dari negara lain. "Kalian  
kaya-kaya ya" komentar seorang jemaah haji Malaysia sebagaimana ditirukan mbak 
Etty beberapa hari yang lalu.

Di Madinah sebenarnya ada sebuah bandara internasional yaitu Bandara Amir 
Muhammad bin Abdul Aziz. Tetapi jemaah haji dari negara yang mengunakan 
maskapai penerbangan selain Saudia Airlines seperti kloter kami 3), harus 
menggunakan Bandara  King Abdul Azis, Jeddah, baik untuk kedatangan dan maupun 
keberangkatan, karena yang boleh mendarat untuk penerbangan haji di Bandara 
Amir Muhammad bin Abdul Aziz hanya pesawat-pesawat Saudia Airlines.

Setelah kami semua naik ke dalam  bus, kami menerima kembali paspor kami dan 
mendapat pembagian konsumsi. Tidak lama kemudian bus-bus kami bergerak dan 
melaju menuju Jeddah.

Selamat tinggal Madinah al-Munawarah, Kota Nabi, kota yang disinari dan 
menyinari.

Begitu keluar Kota Madinah, sejauh-jauh mata memandang yang terlihat hanya 
padang pasir dan gunung-gunung batu. Lalu terbayang oleh saya, betapa beratnya 
perjalanan Rasulullah sewaktu hijrah dari Makkah ke Madinah yang hanya berdua 
dengan sahabatnya Abubakar r.a. 

Setelah berhenti di Check-Point guna menjalani pemeriksaan paspor, bus masih 
berhenti beberapa kali di beberapa terminal guna memberi kesempatan kepada 
jemaah untuk meluruskan kaki dan buang air kecil ke toilet yang rata-rata 
kurang bersih dan kurang terawat.

Rombongan kami kemudian kembali berhenti untuk shalat maghrib, yang kemudian 
dijamak dengan isya yang diqasar di sebuah masjid, yang tampaknya tidak begitu 
terawat baik. Angin bertiup kencang membawa hawa dingin yang menyebabkan saya 
menggigil kedinginan. Melihat hal itu, pak Radjikin menyarankan agar saya tidak 
usah berwudhuk dengan air tetapi bertayamun saja.

Selama dalam perjalanan itu, pak Masdoeki yang tidak tahan dinginnya AC mobil 
batuk-batuk terus. Dan tentu saja tidak mungkin bagi pak sopir untuk mematikan 
AC karena akan menyebabkan udara di dalam bus panas dan pengap.

Saya selalu salut dan hormat kepada orang-orang  yang menghajikan orang tua 
atau mertuanya, tetapi juga hiba kepada beliau-beliau yang sudah berusia lanjut 
itu yang  yang terlihat  lebih banyak tersiksa selama di Tanah Suci, dan 
jangankan untuk melakukan arbain di Masjid Nabawi, shalat di pemondokankan pun 
ada yang sudah tidak mampu melakukannya. Tidak adakah cara berbakti yang lain 
kepada orang tua?

Kami tiba di Jeddah sekitar jam sembilan malam. Kota yang gemerlapan ini adalah 
pintu gerbang dan pusat perdagangan di Arab Saudi.  Jeddah yang berpenduduk 
lebih dari 1,5 juta ini tidak termasuk tanah haram sehingga orang-orang 
non-muslim boleh masuk dan tinggal di sana. Setelah berbelok-belok beberapa 
kali, kami sampai di madinatul hujjaj atau Asrama Debarkasi Jemaah Haji 
Indonesia. Sebelumnya kami sempat melewati bangunan Asrama Debarkasi Jemaah 
Haji Malaysia.


-------------
2)      Ketika menimbang badan sehari setelah tiba di Tanah Air, saya 
kehilangan berat badan lebih dari 10 kg. 
3)      Seluruh jemaah haji Indonesia embarkasi Jakarta menggunakan Garuda 
Indonesia. Jemaah haji dari embarkasi lain ada yang menggunakan Garuda dan ada 
pula yang menggunakan Saudia, misalnya jemaah haji embarkasi Bekasi, Jawa Barat.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke