PASAR PAYAKUMBUH ternyata sudah cukup tua juga umurnya. Paling tidak sebelum
pertengahan abad ke-19 sudah ada hari pakan yang menjadi cikal-bakal kota
Payakumbuh sekarang. Demikian catatan beberapa orang Eropa yang pernah
mengunjungi Luhak 50 Koto pada abad ke-19, misalnya Solomon Müller dan
Lodewijk Horner dalam bukunya Reizen en en Onderzoekingen in Sumatra […]
tussen de Jaren 1833 en 1838 (‘Perjalanan dan Penelitian di Sumatra [...]
antara tahun 18333-1838’)(’s -Gravenhage: Fuhri, 1855). 

 

Copy of Suryadi - Minang Saisuak #05. Pasar Payakumbuh.jpg

 

Foto yang kami sajikan kali ini memperlihatkan suasana pasar Payakumbuh
kurang dari 100 tahun yang lalu. Foto ini tercatat milik W.K.H. Ypes dan
dibuat sekitar 1920. Di pasar itu baru ada sejenis ‘los’ sederhana beratap
rumbia, dan lapak-lapak tempat jualan seperti kasur. Di latar belakang
terlihat orang-orang menggalas di bawah pohon-pohon kayu yang rindang.
Pasar-pasar tradisional yang awal di Minangkabau memang diadakan di bawah
pohon-pohon besar dan sering ditemukan pohon beringin besar sebagai
‘pusatnya’ (Buys 1866:60;Van der Toorn 1898:44). Jadi, para pedagang dan
pembeli agak terlindung dari sengatan sinar matahari. Jenis uang yang
dipakai pada waktu itu ada beberapa macam, seperti Gulden Belanda dan apa
yang disebut sebagai ‘duit/pitih ayam’ . 

 

Selanjutnya
http://niadilova.blogdetik.com/2010/07/04/minang-saisuak-05-pasar-payakumbuh
/

 

Suryadi – Leiden, Belanda. (Sumber foto: KITLV Leiden).

Singgalang, Minggu, 4 Juli 2010

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

<<image003.jpg>>

Kirim email ke