Wa'alaikum salam ww,
Alhamdulillah, semoga catatan-catatan nan apak buek ko bisa pulo dibaco
dunsanak kito nan lain nan alah pulo mamasang niaik untuak ka
manjalankan ibadah haji ko.
Mudah-mudahan ado pulo penerbit nan basadio mancetaknyo untuak disebar
pulo ka nan lain.

Dari catatan nan awak punyoi ado ciek seri nan takalimbun diawak yaitu
seri ka 28. Apo alun atau memang diawak sajo nan indak tacataik
sainggonyo alun nampaknyo li nan seri 28 iko pak.

Tarimo kasi

Wassalam


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Darwin
Sent: Thursday, July 08, 2010 1:19 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Perjalanan Haji, Catatan Akhir


 Alhamdulillah, akhirnya saya dapat menunaikan amanah dari Rang Dapua
(Nakan Nofend) untuk melewakan kembali catatan perjalanan yang pernah
saya lewakan ke Palanta sepulang menunaikan ibadah haji dengan isteri
pada musum haji tahun 1423H yang bertepatan dengan tahun 2003 Masehi
yang lalu.

Adanya beberapa tanggapan positif dari sanak kamanakan terhadap catatan
sederhana tini menggembirakan saya, artinya posting ulang tersebut
merupakan pekerjaan yang tidak sia-sia. 

Bahan-bahan yang saya lewakan tersebut saya `preteli' dari edisi e-book
yang saya edit tahun 2005 (sama dengan yang dilewakan di situs Cimbuak.
Sebelum dilewakan saya baca ulang dengan teliti dan saya koreksi
sejumlah ungkapan yang tata bahasanya saya anggap kurang tepat, mencoret
beberapa ungkapan yang kurang perlu serta mengubah dan menambah beberapa
detil untuk memberikan aksentuasi dan kejelasan. Tidak
dinyana-Alhamdulillah-kegiatan tersebut seakan-akan membawa saya kembali
ke berbagai peristiwa yang terjadi lebih dari tujuh tahun yang lalu yang
tidak jarang pula menerbitkan rasa haru.

Perjalanan haji yang sebagian besar saya jalani dalam keadaan sakit
melatih saya untuk tidak hanya yakin kepada `keberadaan' Allah, tetapi
juga semakin yakin akan kekuasaanNya, kasih sayang dan pengampunanNya
yang tiada terbatas bagaikan samudera tiada bertepi, sebagaimana
firmanNya, bahkan kepada hamba-hambaNya yang melampaui bataspun
diseruNya untuk tidak berputus asa akan rakhmatNya, melatih diri agar
jangan berburuk sangka kepadaNya apapun yang terjadi menimpa diri. Saya
menjadi lebih tabah dan optimis menghadapi berbagai ujian dan cobaan
kehidupan, bahwa sesuai dengan janjiNya, " pada setiap kesempitan ada
kelapangan". Dan ini merupakan modal yang sangat berharga bagi saya pada
saat usia semakin menua, kemampuan mencari nafkah semakin menurun tetapi
kebutuhan dan keperluan hidup malahan semakin meningkat :).

Insya Allah koreksian tersebut di atas akan saya masukkan ke edisi
e-book dan setelah selesai akan saya kirim ulang ke situs Cimbuak guna
mengganti edisi 2005. Jadi jika sanak kamanakan di Palanta ada yang
ketinggalan atau terhapus dapat mengopinya di sana.

Perlu saya tambahkan, bahwa saya dulu termasuk kelompok gelombang kedua
yang langsung ke Makkah dan melaksanakan umrah haji dan haji terlebih
dahulu, baru 10 hari sebelum kepulangan ke Tanah Air baru berziarah dan
melakukan arbain di Madinah. Sedangkan kelompok haji gelombang pertama
ke Madinah dulu setelah selesai berziarah dan melakukan arbain baru
menuju Makkah untuk berumrah dan berhaji dengan bermiqad di Bir Ali.
Bagi yang menggunakan Garuda turun di Jeddah dan dilanjutkan dengan
perjalanan darat ke Madinah, sedangkan yang menggunakan Saudia Air
langsung terbang ke dan turun di Madinah. 

Selain itu, seperti saya baca di media berbagai perubahan sudah banyak
terjadi, bukan ke arah yang lebih baik; pemondokan semakin jauh dari
Masjidil Haram, fasilitas transportasi yang semakin kurang memadai,
pembagian makanan di ruang kedatangan sudah tidak ada lagi, penyediaan
katering secara prasmanan di Arafah dan Mina-menyebabkan sebagian jemaah
ada yang tidak kebagian makanan-yang sukar bagi saya untuk menalar
alasannya. Namun yang cukup menjengkelkan saya adalah belum
dilengkapinya Terminal Haji di Bandara Sukarno-Hatta dengan garbarata
yang memberatkan jemaah yang sudah agak uzur untuk boarding atau turun
dari pesawat. Apalagi kalau hujan. Perubahan yang positif justru yang
dilakukan Pemerintah KSA seperti pembangunan fasilitas pelemparan
jamarat dengan biaya yang tidak kecil guna (sangat) memperkecil risiko
terjadi kecelakaan yang tidak jarang menyebabkan timbulnya banyak korban
jiwa serta ketentuan tanpa kompromi bahwa setiap calon jemaah haji wajib
memperoleh vaksinasi meningitis sebelum berangkat. Meningitis adalah
penyakit yang sangat menyakitkan dan mematikan serta membuat yang
terkena sangat menderita

Allah SWT bukan berhala yang demi untuk memulyakannya mengorbankan diri
dan nyawa manusia sah-sah saja.

Sebelum mengakhiri catatan ini, saya ingin mengulangi lagi apa yang
telah sampaikan sebelum ini, bahwa saya sangat berterima kasih jika ada
sanak kamanakan di Palanta yang dapat membantu mencarikan penerbit yang
bersedia menerbitkan catatan sederhana ini dalam bentuk buku agar dapat
dibaca oleh lebih banyak lagi para calon  haji dan/atau yang ingin
mengetahui lebih banyak mengenai pelaksanaan Rukun Islam kelima ini.

Semoga. 

Wabillahi Taufiq wal Hidayah 

Wassalam, HDB-SBK (L, 67-)
Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat  


-- 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke