Kok indak salah ambo kana jo Toni. Restonyo namonyo "Obor" di daerah Kemang. 
Dari batigor/bajigur  ganti ke steak.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 8 Jul 2010 21:04:01 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Toni urang awak nan mambuek bandrek jo bajigur 
        instan

(ka garah sajo)

Alaaaaaaa........ 

Kok bangih lo urang Sunda biko go ndak....????? Pusako kuliner no diusaoanno di 
 
'urang awak'........

Tapi untuang juolah, namono lai maireh-irehi namo urang Sunda......

 
(garah salasai)

Wassalamu'alaikum,

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi




________________________________
From: Tasril Moeis <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Fri, July 9, 2010 10:54:50 AM
Subject: [...@ntau-net] Toni urang awak nan mambuek bandrek jo bajigur instan

 
Mulut Toni Terbakar demi  Racikan Bandrek
  
KOMPAS/DWI  BAYU RADIUS
Pendiri  J-Mix Bandrek dan Bajigur, Toni Hadiputra. 
Jumat, 9 Juli 2010 | 08:09 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius

BANDUNG, KOMPAS.com — Toni Hadiputra (31) bukan orang Sunda.  Ia kelahiran 
Indragiri Hilir, Riau. Orangtuanya berasal dari Banuhampu  Bukittinggi, 
Sumatera 
Barat. Meski demikian, ia mengaku paling suka minuman  tradisional Jawa Barat 
seperti bandrek dan bajigur.

"Bandrek dan bajigur  sekarang semakin sulit saja dicari," tutur lulusan 
Jurusan 
Teknik Manufaktur  Politeknik Manufaktur Bandung itu. Kerisauan itulah yang 
menjadi pertimbangan  Toni menjual minuman tradisional tersebut dalam kemasan.

J-Mix, demikian  merek bandrek dan bajigur yang dihasilkan warga Kecamatan 
Cibeunying, Bandung  itu. Minuman dengan harga sebesar Rp 1.000 per kemasan 
tersebut sudah dijual  sejak empat tahun lalu. Awalnya, Toni tak berniat 
menjual 
minuman  instan.

"Saya hanya bingung waktu punya jahe kering hingga 100 kilogram  (kg). Jahe itu 
sebenarnya pesanan calon pembeli," ujarnya. Namun, transaksi  batal karena 
harga 
tak disepakati. Toni sebelumnya ditawari harga sebesar Rp  32.000 per kg.

"Kenyataannya, waktu jahe sudah ada, calon pembeli mau  harganya hanya Rp 
25.000 
per kg. Kalau tidak, ia tak mau beli. Saya tolak,"  katanya. Toni pun mulai 
berpikir untuk memanfaatkan jahe itu. Ia akhirnya  mencoba untuk membuat 
bandrek.

"Saya cari bahan-bahannya dari internet.  Racikan pertama saya tes. Ternyata, 
jahe dan ladanya kebanyakan sampai saya  rasakan mulut terbakar, ha-ha-ha...," 
tuturnya.


      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke