2010/7/12 Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>:
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
>

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

> Sabab, kalau lapeh kecek, ditalak binyi sakali, buliah rujuak baliak.
> Ditalak binyi duo kali masih buliah rujuak. Ditalak binyi tigo kali.....
> indak buliah rujuak lai. Kacuali kalau si (mantan) binyi tu alah manikah, di
> pabinyi urang, sudah tu dicaraiaanno, baru buliah kok ka di lamar baliak.
> Dimuloi babak baru.
>

Ada satu syarat penting lagi, Mak, bahwa pernikahan itu sungguhan
yakni keduanya telah melakukan hubungan suami istri.  Jadi memang
terlaknat laki-laki yang menyuruh orang untuk menikahi mantan istrinya
dan menceraikannya agar dapat ia nikahi lagi.  Begitu pula laki-laki
yang bersedia melakukannya.

-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke