pak TR, justru dengan itulah yang saya pertanyakan dengan jelas, karena pengalaman saya sewaktu menjadi OC pada Kongres Masyarakat Riau yang menuntut pembagian hasil minyak bumi yang lebih fair terhadap Riau dengan pemerintah pusat - dengan opsi merdeka (keluar dari NKRI) . Karena pengalaman saya sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Riau, bahwa di prov. Riau terdapat banyak suku yang sudah menetap ratusan tahun disana, mulai dari Melayu, Tapanuli di Kab. Rokan Hulu, Bugis & Banjar di kab. Indragiri Hilir, Minangkabau di Taluk Kuantan, Arab di Siak Sri Inderapura, dan suku 7 suku terasing diantaranya Sakai, Talang Mamak, Kubu, dll, namun bisa tercapai kebersamaan.
Saya punya seorang sahabat, mentor & juga kakak, seorang senior yang sama-sama satu kost & satu fakultas di pertanian Unri, bernama Johny Setiawan Mundung (beliau saat aktivis WALHI Riau) dan notabene "mundung" adalah sebuah suku dari Manado, dan diterima dalam sebuah masyarakat Riau. Begitu banyak perbedaan latar budaya dimasyarakat Riau, namun tidak sesulit seperti kita di Minangkabau yang berlatar sama dalam hal kebudayaan. Kita hanya 1 minangkabau, namun sulit sekali untuk mencapai kebersamaan. Kalau pak TR mengatakan LKAAM sebagai persatuan dari Ninik Mamak di minangkabau, saya katakan pak TR keliru besar, karena selain LKAAM masih ada MTKAAM, kalau boleh saya berbicara bahwa Penghulu itu otoritasnya hanya sampai pada kaumnya saja, sedangkan Nagari adalah peserkutuan dari seluruh kaum yang ada bermukim dari pada suatu nagari yang kita sebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). KAN jelas bukanlah onderbouw dari LKAAM ataupun MTKAAM. LKAAM maupun MTKAAM malah secara struktural-fungsional tidak ada di Nagari - Nagari manapun di minangkabau. Dan atas dasar apa LKAAM mengatasnamakan seluruh ninik mamak yang ada di Minangkabau???? Sungguh sebuah dasar yang rapuh dalam sebuah organisasi & tak pernah diperkuat sejak LKAAM berdiri 1966 selama 44 tahun. Dan saya pikir tidak perlu kita ungkapkan siapa aktor dari semua hal penggungat KKM ini, untuk menjaga nama baik beliau juga saya kira, dan sangat tidak etis membawa-bawa nama organisasi yang lain tanpa ada pernyataan resmi dari organisasi tersebut. Namun saya pikir apabila hal ini terus diungkit - ungkit, saya berani mengungkapkan semuanya disini & bersedia pasang badan untuk hal itu. Sudah terlalu lama minangkabau "berlarut-larut" dalam masalah ini, dan sebagai seorang masyarakat yang sudah bermukim 10 tahun di ranah minang (insya Allah hingga akhir hayat saya) alangkah baiknya kalau kita mau berjabat tangan untuk bersama-sama memperbaiki keadaan ini. Malangkah tantu indak sakali sampai Karajo tantu indak sakali sudah Indak ado malang samujua nan ko Indak ado mujua nan samalang nan ko Karajo elok rancak dipacapek sabalun datang nan buruak Karajo buruak rancak dipalambek, kok lai datang nan ka elok mohon maaf apabila ada yang salah dalam penulisan, karena kesempurnaan hanya milik Allah azza wa jalla. wasalam Armen Zulkarnain - 32 tahun Padang Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: Armen Zulkarnain <[email protected]> Jangan samakan Melayu Riau dengan Minangkabau. Melayu Riau terdiri dari beberapa etnik yang agak berbeda. Ada Melayu Siak, Para Raja Indragiri dan yang matriachat dari Kampar dan Kuantan Mengingat perbedaan tsb Jadi ditingkat Propinsi LAMR hanya sekedar federasi saja Kalau Minangkabau rasonyo awak berangkat dari akar yang sama. Walau kerajaan Pagaruyung dulu juga dianggap semacam federasi Karena adat salingka nagari yang lebih diakui Sekarang karena ada kendala dengan LKAAM anda akan beralih kepada Lembaga yang lebih mengakomodir kehendak anda Selanjutnya atas nama kepentingan masyarakat yang disusupi kepentingan pribadi (?) Mungkin akan tumbuh berbagai lembaga sejenis. Karena semua orang akan merasa berhak membuat lembaga sesuai keinginannya Yang saya takutkan nanti juga akan berbagai KAN tandingan di setiap Nagari Kalau itu terjadi anda telah sukses dan tercatat sebagai PEMBAHARU--PENGHANCUR Adat Minangkabau "Untuak membasmi mancik jan sampai rangkiang nan dibaka" Wass dan banyak maaf TR -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
