From: Cahyono Widiyanto [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, July 20, 2010 6:57 PM



Ayam Atau Telur Duluan? Terjawab Sudah

Ayam Atau Telur Duluan? Terjawab Sudah

Jakarta (ANTARA News) - "Mana yang lebih dulu, ayam atau telur?" sudah jadi
pertanyaan paling filosofis maupun ilmiah selama berabad-abad.Tapi kini,
jawabannya sudah tersedia.
Para ilmuwan pekan ini mengklaim telah memecahkan teka-teki tersebut.
Jawabannya, kata mereka, adalah ayam. 
Seperti dilaporkan Mailonline, para peneliti menemukan bahwa pembentukan
kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung
telur ayam. Artinya, telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam.
Protein yang disebut ovocledidin-17, atau OC-17 - bertindak sebagai katalis
untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.
Cangkan keras ini penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para
ilmuwan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer
untuk men-'zoom in' pembentukan telur tersebut.
Komputer yang disebut HECToR itu mengungkapkan bahwa OC-17 sangat penting
dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur.
Protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang
membentuk kulit telur.
Kalsit kristal ada di berbagai tulang dan tempurung tetapi mereka terbentuk
lebih cepat di dalam ayam. Unggas itu mampu menghasilkan 6 gram kulit telur
setiap 24 jam.
Dr Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield,
mengatakan : "Selama ini orang mengira bahwa yang terlebih dulu ada adalah
telur, tapi kini kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa
sebenarnya ayamlah yang lebih dulu ada."
"Protein itu sudah diidentifikasi lama dan diketahui terkait dengan
pembentukan telur. Ternyata, dengan memeriksanya secara jeli kita dapat
melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur."
"Menarik untuk diketahui bahwa berbagai jenis spesies burung tampaknya
memiliki variasi protein dengan cara kerja yang sama," kata Freeman.
Profesor John Harding, dari jurusan yang sama di Sheffield, mengatakan bahwa
penemuan itu bisa berguna untuk hal lain.
"Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju
rancangan baru maupun bahan baru," katanya.
'Alam telah menemukan solusi inovatif untuk semua jenis masalah dalam ilmu
tentang materi dan teknologi - kita dapat belajar banyak dari alam."
Penemuan itu dipublikasikan dalam makalah "Structural Control Of Crystal
Nuclei By An Eggshell Protein". (A038/BRT)

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke