apakah anggota DPR itu orang-oarng terpelajar ?


Nurul Haniza, 44, Jakarta

--- Pada Rab, 21/7/10, Muzirman -- <[email protected]> menulis:

Dari: Muzirman -- <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Wakil Rakyat tetap MALAS.
Kepada: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>, 
"MuzIrman" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 21 Juli, 2010, 2:15 AM


                                     Absensi, ketidak hadiran anggota DPR pd 
periode sebelumnya mnjadi masalah, kelihatannya sekarang berulang kembali, saya 
masih tetap dgn pendapat yg sama, salah satu cara  solusi nya, adalah :


1. Tranparancy, berikan kebebasab rakyat mengetahui ttg absensi yg hadir/tidak 
hadir secara terbuka . walupun UU/Peraturan nya belum ada mudah2an bisa 
diciptakan, atau bisakah digunakan UU KIP (keterbukaan Informasi Publik).

2.Dgn buklti absensi nya yg keterlalulan yg sah, maka rakyat diberikan hak 
memanggil wakil nya utk dialog, debate, knp sampai bolosnya dmk banyak. Si 
Annggota DPR berhak membela dirinya.
3. Kalau dlm diskusi para rakyat tidak puas dgn jawaban oknum Anggota DPR,  
mereka di ajukan ke pengadilan, utk disuruh mengundurkan diri dan membela 
dirinya., setelah para rakyat menandatangani petisi +/- 10-15 percent petisi 
utk di recall.


4.Masalahnya Apakah UU/Peraturannya tersedia, ?ya belum susah utk 
menciptakanya. , krn terjadi perang kepentingan.

Ya begitulah kita,  seorang Anggota DPR pernah berkomentar : "Sudahlah, 
semuanya bullshit......." (menghadapi kasus Bank Century yg diundur disidsang).


Wass.Muzirman Tanjung
(forwardkan berita Media Indonesia)
----------------------------------------------------------------------------------------------



Anggota DPR Tetap Malas                                 
                                Rabu,  21 Juli 2010 00:01 WIB     .

                
                                
                                        

                                
                    


                                        
                                        


                   



                                        


                        
                                        
                                        
                                                            
                                        
                                   
TABIAT anggota DPR tak pernah berubah, sejak dulu hingga saat ini tetap
malas. Fakta terakhir mencuat dalam rapat paripurna pembentukan Pansus
RUU Otoritas Jasa Keuangan dan pembahasan RUU Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBN 2009 di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, kemarin.



Berdasarkan data Setjen DPR, tercatat yang hadir 285 dari 560
anggota DPR (lihat grafis). Wakil Ketua DPR Anis Matta yang sendirian
memimpin rapat pun mengatakan, "Jumlah anggota yang tercatat 285
orang." 


Namun, jumlah itu juga hanya pada absensi. Pada faktanya, yang
hadir tidak sebanyak itu, apalagi sebagian anggota dewan secara
berangsur-angsur meninggalkan ruang saat rapat masih berlangsung. 


Sebelumnya, yang terjadi dalam rapat paripurna pada 12 Juli lebih
parah lagi. Rapat terpaksa molor sekitar 2 jam dari jadwal semestinya.
Alasan ketika itu, para wakil rakyat mengantuk setelah menonton final
Piala Dunia.



Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia Sebastian
Salang menyatakan pimpinan DPR seharusnya melaporkan nama anggota
mereka yang mangkir rapat ke Badan Kehormatan. Selain itu, sebaiknya
mereka juga dirilis ke publik. "Mereka digaji besar dari pajak rakyat,
tetapi seenaknya saja hadir di rapat yang penting untuk rakyat,"
katanya.



Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuzy menyatakan rapat paripurna sepi
karena anggota dewan merasa tidak berkepentingan. (AO/Far/Hnr/X-5)



-- 

.

Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke