Bung Nofend, konservasi ekosistem kawasan pesisir ini termasuk salah satu topik 
Seminar Revolusi Biru dan Kebencanaan tg 7-8 Agustus yad.

Wassalam,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Nofend Marola" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 21 Jul 2010 13:50:37 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Penting, Rehabilitasi Ekosistim Kawasan Pesisir

Rabu, 21 Juli 2010

Padang, Singgalang. Sumbar memiliki ekosistem kawasan pesisir yang beragam
dan kaya potensi. Fungsinya juga sungguh luar biasa, baik sebagai pelindung
hingga sumber ekonomi. Tak pelak, kepedulian untuk mengelola ekosistim
tersebut adalah sebuah keharusan. "Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar
menyadari akan hal itu. Makanya, kepedulian untuk mengelola ekosistim
kawasan pesisir dituntut benar. Berbagai upaya diterobos agar pengelolaannya
bisa lebih optimal oleh semua elemen masyarakat," ujar Kepala Dinas Kelautan
dan Perikanan Sum bar Ir. Yosmeri kepada Singgalang, Selasa (20/7) di
Padang.

Misalnya, mangrove atau bakau. Keberadaan ekosistim mangrove semakin
terancam kelestariannya.

Dari tahun ke tahun luas kawasan mangrove mengalami degradasi yang sangat
signifikan dalam hitungan waktu yang cepat.
Ia mengungkapkan, terjadinya hal tersebut adalah konsekuensi logis dari
desakan pertambahan jumlah penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di
segala sektor. Antara lain, maraknya pembangunan galangan kapal,
pelabuhan/dermaga, tempat pelelangan ikan, pabrik es, pemukiman, perkebunan
sawit hingga kepada tempat penampungan limbah.

Dibiarkan kondisi ini, tentulah mengancam keberadaan mangrove itu, apalagi
fungsinya sangat penting sebagai pendukung fungsi keseimbangan ekosistim.
Yang jelas, mangrove juga berfungsi sebagai pencegah terjadinya abrasi
pantai, penangkal instrusi air laut, angin dan pengendali meluapnya air
pasang ke daratan.

Karena multifungsi, dalam konteks pengembangan kawasan pantai sebagai daerah
jalur hijau dan lestari sekaligus memulihkan kondisi mangrove, Pemprov
Sumbar melalui DKP melakukan penanaman pohon pelindung dan rehabilitasi
mangrove.

Penanaman pohon mangrove secara bertahap sudah dilakukan sejak tahun 2005 di
Kota Pariaman dengan jumlah 10 ribu batang. Hingga 2009 lalu, sudah ditanami
47.500 batang mangrove. Meliputi Kota Pariaman, Kota Padang dan Kab. Pasaman
Barat.
Keberhasilan penanaman mangrove, katanya, mencapai 75 persen. Ini disebabkan
oleh jenis tanah lokasi rehabilitasi dilakukan kurang bagus (banyak
pasirnya). Sedangkan mangrove cocoknya ditanam di tanah jenis lumpur
berpasir.

Ia tidak menampik di kawasan pesisir Sumbar, potensi sumberdaya mangrove
diperkirakan mencapai 39. 365,5 hektare. Berada di tujuh kabupaten/kota yang
memiliki kawasan pesisir yaitu, Kab. Pasaman Barat, Agam, Padang pariaman,
Kota Pariaman, Kota Padang, Pessel dan Kab. Kep. Mentawai.(101)

http://www.hariansinggalang.co.id/media.php?module=detailberita&id=71

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke