"PENDIDIKAN ANAK TIRI YANG KESEPIAN"

 By : Jepe 

  

Saudaraku pernah denger nggak yah sebuah lagu Iwan Falls dalam albumnya
50 : 50 kira-kira lirik lagunya si IF mengibaratkan "Dunia Pendidikan
kita seperti anak tiri yang kesepian"  Coba deh saudaraku resapi  yang
dalam kalimat "anak tiri yang kesepian" itu. Tau kan streotip Anak Tiri,
pernah nonton kan waktu jadul film yang berjudul "Ratapan Anak Tiri "
pokoke kagak enak betul jadi "anak tiri" disiksa, dipukul, dimaki
macem-macem  tu ulah Ibu Tiri yang kejam dalam film jadul itu. Ibu Tiri
kagak pernah sayang dan manjain anak tirinya, sayang dan manja ibu tiri
di depan Papa kontan aja

   

Pendidikan skarang ibaratnya ya seperti itu seperti lirik lagu si Iwan,
Udah anak tiri cilakanya kesepian lagi, udah deh ancur-ancuran
pendidikan bangsa kita. Betapa mahalnya pendidikan sekarang ini tiap
taon ajaran baru ortu dipastikan kelimpungan nyediaan biaya buat sianak
yang mo sekolah dari TK sampe Perguruan Tinggi.  Syukur ortu yang
rejekinya gede alias banyak dokatnya nggak sampe jungkir balik memburu
duit tuk biaya pendidikan. Nah bagi yang cekak , bagi yang robek kantong
dan dompet ortunya, ortu yang miskin hidup pas-pasan, Udah "Jungkir
Balik" sampe modar, pingsan aja yang belom, jangan2 udah pingsan mala
ada yang nyoba bunuh diri dan  koit(Ada beritanya di Tipi, dikoran ini
fakta bukan di alam Dongeng)

 

Anak pintar dan cerdas apa daya pendidikan mahal , Ortu si anak hanya
mengusap dan mengurut dada lalu menangis dengan air mata jatuh ke
"dalam"  melihat si anak..putus sekolah,  ilang deh generasi pintar
bangsa ini nantinya,  bukan satu yang begitu , ribuan bahkan jutaan di
Negara yang kaya ini, di Republik yang mengamanahkan dalam
konstitusinya,  rakyatnya berhak mendapatkan pendidikan yang layak yang
disediakan oleh negara

 

Gila, parah..parah. !!! prihatin banget kita, terenyuh. Ini
Fakta..fakta..dan Fakta , itu selalu ditayangkan di Tipi dan dikabarkan
di koran, setiap taon baru ajaran aneka rupa jeritan tentang Pendidikan
ini.Pendidikan memang "Anak Tiri" banget dalam kesepian ditengah hiruk
pikuk pembangunan fisik gedung-gedung bertingkat berbiaya ratusan
Milyar, ditengah pesta pora ha ha hi hi seremonial para penguasa dan
petinggi ini yang berbiaya mahal dan mewah mulai  acara pengangkatan
gelar bangsawan pejabat (pokoknya siapa petinggi di negara ini berhak
mendapat gelar yang "sakti-sakti" disetiap suku dan budaya di negara ini
nggak peduli mau Jawa kek dia, yang penting bergelar bangsawan
kehormatan  di suku Minangkabau, entah dia Melayu petinggi ini yang
penting bergelar Raden Mas, Sultan dengan  gelar yang hebat  "pasak bumi
menguasai langit dan angkasa semesta" ) sampai acara pesta-pesta
peresmian ini itu yang mewah dan menyedot biaya negara (uang rakyat),
ehhh disuatu daerah Gubernur, Bupati dan Walikota begitu antengnya
menyedot dana ABPD buat klub bola yang lagi kolap. 

 

Sementara ratusan bahkan ribuan ibu2 miskin menangis dan menjerit serta
mengemis sana sini seperti yang diberitakan koran untuk biaya anaknya
yang pintar dan diterima disebuah Perguruan Tinggi Negeri, Oaallahhh
menjadi lucu rasanya Pak Bupati ikut-ikutan menyumbang, bukannya
menggebrak meja agar dinas terkait membebaskan anak tersebut dari segala
biaya masuk Perguruan Tinggi, bukannya menggebrak meja untuk
menginstruksikan mulai camat, kepala desa dan wali nagari mendata
anak-anak miskin yang lolos masuk perguruan tinggi untuak dicarikan
solusinya...nggak abis pikir deh.

 

  

   

Lalu disebuah tayangan layanan informasi (bintangnya Tantowi Yahya)
disebutkan memberikan pendidikan buat anak adalah INVESTASI

   

Investasi.?.perlu sedikit kita ragukan kalo masih begini dunia
pendidikan kita yang begitu mahal Ia kalo anak kita mo pintar cerdas dan
berilmu ini kagak bisa dinilai dengan Materi kudu dibaca Uang, ini
Investasi Otak. Tapi kalo disisi ekonomi (Materi) Kita mo Investasi buat
anak kita di Pendidikan artinya secara Materi atawa uang yang telah kita
benamkan buat anak kita kelak menjadi "Orang Pintar dan Sukses secara
Materi".Kita bicara tingkat pengembalian "Modal" lebih jelasnya uang
yang kita tanamkan tadi buat si Anak (Return of Investment) kalo begitu
mahal pendidikan kapan BEPnya, kapan memetik "untungnya" bagi si Anak
dan orang tua

   

Contoh kita mo lanjutin sekolah anak ke PTN terkenal kata seorang temen
seangkatan saya sewaktu dia ke Pekanbaru "puluhan bahkan ratusan Juta
lho Ndi biaya kuliah anak sampai tamat di PTN terkenal dengan fakultas
fovorit seperti kedokteran, Teknik, Ekonomi". Oke kita bayar sampe tamat
tarok lima taon Total Investasi Ortu mungkin 300 Juta bisa jadi malah
lebih lalu Si Anak tamat memasuki dunia kerja ,itung  dulu BEP dari
Investasi ortunya. Paling Fresh Graduate (kerja perusahaan swasta)
rata-rata gajinya kita tarok aja 3 Juta.  Setaon sekitar 36 juta ada
bonus ,reward THR dll kita totalin aja si anak dapet  50 Juta per taon,
Perlu waktu  6 taon itu baru BEP itupun kalo sianak nggak make gajinya
buat makan dan biaya idup sehari-harinya, itungan itu ilustrasi yang
sederhana saja saudaraku.

 

 

By the way bus way nih, Masih untung (inilah enaknya kita jadi rakyat
Indonesia,dalam kesusahan  selalu ada "masih untung".nggak..pa..pa) kalo
tamat lansung kerja, nah kalo nganggur wah cilaka, buktinya lapangan
kerja sekarang sempit banget, ratusan Ribu Sarjana D3, apalagi SMA yang
kagak kerja alias Penganggur Bingung

   

Beda ama jaman kita dulu yang Pendidikan anak kontan banget ama
pemerintah , tidak pernah kesepian selalu di manja  betapa murahnya.
Orang tua setiap malam tidur nyenyak nggak ada mimpi buruk yang buat
mreka menggigau mikirin biaya sekolah anaknya, bangun tidur dengan
nyaman, pagi kerja kagak perlu jungkir balik sana sini cari uang buat
anak yang nuntut ilmu di negeri seberang. Tingkat pengembalian
Investasinya (ROI) saya  pikir cukup 1 atau 2 taon kita udah kerja klar
sudah BEP nya, tahun ketiga atau tarok lah tahun kelima bisa dikit
bahagiakan Ortu misal kepengen dia Naik Haji, dulu ngga kesampaia karna
ortu kita kirimin uang buat biaya kita sekolah , tunda dulu ibadah naik
haji, wahhh..iklasnya..luar biasa.

   

Sebelum akhiri keluh kesah dunia Pendidikan kita,  simak lagi lirik lagu
si Iwan Falls dalam album yang sama

   

 "Negara harus bebaskan biaya Pendidikan"

  ................

 Agar kita Pandai mengarungi Samudra

 Agar kita tidak Bodoh dan tidak mudah di tipu"

   

Jika pendidikan selalu menjadi Anak Tiri dalam kesepian, yakinlah anak
kita tidak pandai mengarungi Samudra, yakinlah anak kita nantinya bodoh
dan mudah di Tipu abis bangsa lain nantinya yang  anak2nya..pada cerdas
dan pintar

   

Mari teriak terusss sama pemegang dan pengambil keputusan di dunia
Pendidikan di Negara ini, agar mereka lebih peduli lagi pada dunia
Pendidikan, agar mereka bekerja dan berpikir keras menciptakan biaya
pendidikan yang murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat,
jangan biarkan mereka berjanji-jani muluk dan tidak masuk akal ketika
mereka berkampanye untuk menjadi pemimpin di negara ini, mari kita tagih
janji mereka yang telah duduk yang mengatakan "jika saya terpilih
Pendidikan dan kesehatan gratis" (di Ujung sana si Yuang Sa'u nyeletuk
"Gratis dari Hongkong, sementara si Mastur anak betawi ngoceh " "Gratis
pale lu peyang" ..walah..walah..nggak usah deh Pak..Ibu,  bicara gituan,
nyakitin hati rakyat kecil, mending bilang kalau nggak bisa gratis saya
upayakan semurah-murahnya, yang orang orang tuanya miskin akan gratis
sekolah mulai SD sampai Perguruan tinggi Negeri yang dikelola negara.

 

Apa kabar Pak Menteri Pendidikan, Apa kabar Pak Wakil Menteri Pendidikan
RI.....gimana nih jeritan ibu-ibu miskin di koran Singgalang di dengerin
nggak nih, apa upayanya, jangan deh ya Pak kayak Menteri yang ngurusin
Pertanian "Harga Cabe Mahal kita-kita rakyat dihimbaunya berhenti dulu
makan cabe" lalu "kalau mahal biaya pendidikan di Negara ini, ya udah
dihimbau Rakyat yang nggak mampu berhenti dulu anak-anaknya sekolah"
semoga nggak begitu ya Pak

  

   

Pelalawan, 24 Juli 2010

   

   

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke