BUKITTINGGI | RABU, 04/08/2010 10:35 WIB
Ikhwan Salim - Posmetro Padang

Sungguh menyedihkan derita yang dialami Dhea Panutan Asri (12)  Dhea Panutan
Asri (12) murid SD 15 Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam tidak
henti-hentinya meringis karena menahan sakit di bagian dadanya. Berdasarkan
diagnosa dokter, kalau Dhea menderita kelainan jantung dan harus dioperasi
yang menelan biaya ratusa juta.

Ketika media ini berkesempatan menyambangi tempat tinggal Dhea, terlihat
anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Asril (41) dan Eridaswarni (39),
warga Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam itu, yang masih dudu SD 15
Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam ini tidak henti-hentinya meringis
karena menahan sakit di bagian dadanya.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Asril (41) dan Eridaswarni (39),
dan dari keterangan Eridaswarni sendiri walaupun usia anaknya sudah 12
tahun, namun hari demi hari berat badannya semakin menurun. Tubuhnya pun
semakin kurus. Kini hanya tinggal kulit pembalut tulang. Setiap hari bocah
malang itu mengeluhkan rasa sakit di bagian dadanya. Lebih memilukan, ketika
batuk, sakit di bagian dadanya itu bagai tidak tertahankan.

"Dhea tergolong beprestasi di sekolahnya, namun ketika akan ujian akhir, dia
tidak dapat mengikutinya, karena sakit. Sehingga Dhea tidak naik kelas, yang
semestinya sudah duduk di bangku kelas VI, "ujar Eridaswarni sedih.

Diceritakan Eridaswarni, kalau penyakit yang diderita anaknya itu berawal
ketika Dhea sulit makan sekitar dua tahun lalu. Kalau makan selalu
muntah-muntah, saat itu keluarganya ini masih tinggal di Medan, bahkan Dhea
pun lahir di Medan tahun 1998 lalu. Dengan penyakit demikian, keluarga ini
pun pulang ke Bukittinggi.

Tapi sesampainya di Bukittinggi kata Eridaswarni , penyakit Dhea terlihat
kian parah, sehingga orangtuanya terpaksa membawa bocah itu ke Rumah Sakit
Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Keluarga itu mulai cemas, ketika dokter
mengatakan bahwa anaknya mengalami penyaklit serius, tapi tidak disebutkan
apa jenis penyakitnya. 

Karena ketiadaan biaya, bocah itu pun dibawa berobat ke dukun kampung. Namun
menurut sang dukun, bahwa anaknya tersebut terminum air ketuban saat masih
dalam kandungan. Sehingga air ketuban tersebut harus dikeluarkan. Berbagai
obat pun diberikan oleh sang dukun kampung tersebut. Namun penyakit Dhea
tidak kunjung sembuh.

Sebagai orangtua Eridaswarni masih terus berupaya mengobati anaknya dan
kembali di bawa ke RSAM Bukittinggi dan menjalani rawat inap. Enam bulan
terakhir terlihat kondisi Dhea semakin parah, bahkan air kencingnya berwarna
merah. Pihak rumah sakitpun merujuk bocah ini ke Padang untuk menjalani
Echo. Dari hasil Echo, tim medis memvonis bocah itu menderita kelainan
jantung dan 
harus dioperasi di Jakarta. Sebab, tidak ada obat lagi yang perlu
diberikan,kecuali harus menjalani dioperasi. 

Di sinilah persoalan itu muncul, karena untuk operasi di Jakarta tersebut,
setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp125 juta. Sementara ayahnya, Asril,
sejak enam tahun lalu tidak pulang lagi, konon telah menikah lagi dengan
perempuan lain. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi ketiga
orang anaknya yang masih kecil-kecil, Eridaswarni harus membanting tulang
yaitu hanya menjahit bordiran. Penghasilannya masih jauh dari cukup.
Sementara beban penderitaan itu harus ditanggungnya sendiri, tanpa suami.

Dikisahkan Eridaswarni, sekitar bulan Februari 2010 lalu, ketika keluarga
itu masih tinggal di kawasan Mandiangin, Bukittinggi. Walikota Bukittinggi,
H. Ismet Amzis, pernah membantunya senilai Rp3 juta, ketika Dhea, anak kedua
dari tiga bersaudara itu masih dirawat di RSAM Bukittinggi. Tapi karena
sudah tidak ada biaya lagi untuk mengontrak rumah di Bukittinggi, tiga bulan
terakhir Eridaswarni membawa anaknya pulang ke kampungnya di daerah
Simarasok.

Kini, masa depan bocah malang itu terancam, ia harus dioperasi Jantung di
Jakarta, sementara keluarganya tidak mampu untuk membiayainya. Makanya,
melalui media ini, ingin mengetuk hati para dermawan untuk membantu biaya,
sehingga bisa segera dilakukan pengobatan terhadap bocah ini.(*)

http://padang-today.com/?today=news&id=19276

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke