--- On Thu, 8/5/10, azhari qa <[email protected]> wrote:


From: azhari qa <[email protected]>
Subject: [mangajiRN] Taushiyyah Jum'at: PELAJARAN DARI KASUS ESQ
To: [email protected]
Date: Thursday, August 5, 2010, 5:47 PM


  








PELAJARAN DARI KASUS ESQ 
Oleh: Azhari 
  
http://mafahim- azhari.blogspot. com/ 
  
Mungkin sekitar 3 tahun lalu seorang teman dengan penuh semangat bercerita 
sepulang Training ESQ. Beliau berkisah bahwa Training ESQ sangat banyak 
manfaatnya dan membuat kita lebih mengenal Allah swt melalui ciptaan-Nya 
(tauhid rububiyah), pokoknya tidak rugi bayar mahal. Saya tidak berminat untuk 
ikut, disamping biaya 2 juta rupiah terlalu besar untuk ukuran kantong saya, 
saya pikir tidak harus melalui ESQ untuk mengenal Allah swt. 
  
Minggu lalu saya mengikuti sebuah seminar yang mempertanyakan kesesatan ESQ, 
hal ini di bahas karena Mufti Malaysia (10 Juni 2010) memberikan fatwa sesat 
kepada ESQ. Sayang Ary Ginanjar Agustian, sang pendiri ESQ, berhalangan hadir 
sehingga diskusi berat sebelah. Dari beberapa pembicara (Forum Umat Islam, 
Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam), ada yang 
bersikap keras bahwa ESQ sesat dan menyesatkan, ada juga yang bersikap lunak 
dan hanya mengkhawatirkan ESQ dapat mendangkalkan aqidah umat. 
  
Dalam seminar menonjol 2 hal karena ini menyangkut aqidah, pemikiran ESQ 
tentang; 1) Suara hati (Conscience) sebagai sumber kebenaran, 2) Meneladani 
akhlak Allah swt dari asmaul husna. 
  
ESQ mengaku bukan lembaga kajian agama tetapi lembaga training, mengaku bukan 
pendakwah tetapi motivator, tetapi saat penyampaian training dan dalam 
buku-bukunya mengutip ayat dan hadits. Ditambah lagi dalam buku saku “ESQ 
Model” tercantum kalimat “Tiada hari tanpa dakwah”, lantas mana yang benar 
berdakwah atau bukan. Yang jelas, jika berdakwah dengan memasang tarif maka 
kita hanya mendapat uang tetapi tidak mendapat pahala karena dilarang meminta 
honor/upah dalam berdakwah. 
  
Dan (ia berkata): Aku tidak meminta upah kepadamu (dalam menyampaikan dakwah). 
Upahku hanyalah dari Allah dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang sudah 
beriman (Huud 29). 
  
Suara Hati dan Akhlak Allah 
  
ESQ meyakini bahwa suara hati sebagai sumber kebenaran. 
Suara hati tidak bisa dijadikan sebagai sumber kebenaran, karena hati dengan 
mudah dibolak-balik karena bersifat relatif, suara hati bisa dipengaruhi oleh 
syaithan atau bisa dipengaruhi oleh malaikat. Suara hati orang beriman jelas 
berbeda dengan suara hati orang kafir, lantas bagaimana dikatakan suara hati 
adalah sumber kebenaran dan bersifat universal. 
  
Ingatlah, bahwa di dalam jasad itu ada sekerat daging. Jika ia baik, baiklah 
jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, rusaklah jasad seluruhnya. Ingatlah, 
daging itu adalah hati (HR Bukhari dan Muslim). 
  
Seharusnya yang dijadikan sumber kebenaran adalah Al-Quran dan assunnah yang 
sudah pasti benar, Al-haqqu min rabbika (Kebenaran itu dari Tuhanmu, Al-Baqarah 
147). 
  
ESQ meyakini bahwa kita harus meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna. 
Kita tidak bisa meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna, karena Allah 
swt berbeda dengan manusia. Dalil yang dikemukakan ESQ: Takhallaquu 
bi-akhlaaqillaah (berakhlaklah dengan akhlak Allah) adalah hadits palsu yakni 
perkataan Yahya bin Mu’adz. 
  
Jika meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna maka Allah swt mempunyai 
sifat al-Mutakabbir (sombong), sementara kita dilarang mempunyai sifat sombong. 
Seharusnya yang diteladani seorang manusia juga yakni utusan-Nya Muhammad saw. 
Beliaulah sebagai uswatun hasanah; laqad kaana lakum fii rasulillaahi uswatun 
hasanah. 
  
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu 
(Al-Ahzab 21). 
  
Dengarlah Ulama 
  
Dalam seminar tersebut terungkap bahwa jauh hari sebelum kasus ini meledak  
beberapa Ulama sudah memberikan nasehat kepada ESQ (materi training dan buku). 
Ustadz Farid Oqbah, Ulama Bekasi, telah menasehati sejak tahun 2006 setelah 
Beliau mengikuti Training ESQ tapi nasehat ini diabaikan, materi training dan 
buku tidak revisi. 
  
Begitu juga, setelah kasus ini meledak ESQ melakukan silaturahmi/ klarifikasi 
kepada berbagai pihak. Dalam forum-forum tertutup diakui beberapa kekeliruan 
dalam pemikiran ESQ, tetapi di luar forum tidak mau mengakui kekeliruan malah 
gerilya mencari dukungan ke berbagai ormas. 
  
Dari sikap ESQ tersebut dapat dipahami jika seseorang sudah merasa besar dan 
hebat maka muncul rasa mengagumi diri sendiri sehingga sulit menerima 
kritikan/nasehat, apalagi mengakui kesalahan secara terbuka. Bukankah ciri 
kesombongan menolak kebenaran. 
  
Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, kesombongan adalah menolak 
kebenaran dan meremehkan manusia (HR Muslim). 
  
Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah 
kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai 
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Luqman 18). 
  
Hal ini ditunjukkan dari diskusi dengan beberapa Ulama, yang ditonjolkan 
kebesaran ESQ yang telah berdiri 10 tahun lalu dan tidak pernah ada masalah, 
alumni ESQ hingga saat ini sudah mencapai angka 800.000 orang atau ESQ di 
dukung oleh para pejabat. Apalagi jika dikaitkan dengan materi, besarnya 
kerugian yang di derita jika calon peserta training mundur karena khawatir 
ajaran ESQ menyimpang. 
  
Walhasil, sebelum kasus ESQ muncul telah dinasehati oleh para Ulama namun 
diabaikan, setelah kasus meledak kembali dinasehati tetap diabaikan. Jika dari 
dulu bersikap tawadhu’ dan menerima nasehat Ulama mungkin kasus ini tidak 
terlanjur meledak dan merugikan diri sendiri. 
  
Catatan: Shalat Jum’at hari ini 12.03 WIB 
  
Wallahua’lam 
  
Sumber bacaan: 
1.  http://www.voa- islam.com/
2.  http://www.esqway16 5.com/

__._,_.___

Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
Messages in this topic (1) 
Recent Activity: 

Visit Your Group 
Mungkin ingin belajar & berpenghasilan di internet? Klik disini:  
http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=587193 

Bagi anda yang sedang belajar bahasa Arab disini, kami sarankan untuk 
mendownload buku pegangan di http://www.assunnah.or.id/ragam/files/index.php 
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use


. 

__,_._,___






      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke