Assalamu'alaikum ww
Tarimokasih banyak Da Hendra lah sharing pengalamannya dalam melaksanakan
ibadah puasa bulan Ramadhan di UAE, terutama cara pengelolaan masalah keagamaan
seperti operasional Mesjid yang dikelola oleh Negara secara profesional mungkin
iko bisa jadi bahan masukan untuak Bapak² awak yang mamogang puncuak
pemerintahan Kota ataupun Kabupaten di Ranah Minang sehingga Mushola, Surau dan
Mesjid benar² menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan kesejahteraan para
petugas Mesjidnya juga diperhatikan oleh pemerintah dengan diangkat jadi PNS
misalnya he he :)
Itu sketek dari ambo kok ado nan salah ambo mohon ma'af
Wassalam
Hanif
Bekasi
==========================
----- Original Message -----
From: Hendra Messa
To: kalam milis
Sent: Friday, August 13, 2010 1:02 PM
Subject: [...@ntau-net] cerita ramadhan di negeri gurun pasir [journey story]
Rekan2 sekalian, tahun ini untuk kedua kalinya saya melewatkan bulan
Ramadhan di negeri gurun pasir UAE ini. Berikut sedikit cerita mengenai
ramadhan disini.
Di mesjid dekat rumah , Imam mesjid nya adalah syeh Yahya dari Syria,
muazin nya org mesir. Syeh Yahya berusia sekitar 45 tahun, tinggi, putih dg
wajah yg tampan ( kalau di Indonesia mah, bisa jadi bintang filem deh ) .
Orangnya ramah, selalu tersenyum saat bertemu, bila bertemu anak2 di sekitar
mesjid, ia suka memberi hadiah berupa permen. Bila melihatnya ceramah di
mesjid, wajahnya begitu teduh dan serasa bercahaya, suaranya pun merdu, hati
pun serasa syahdu karenanya.
Guru ngaji saya dulu pernah bilang, ada kalam hikmah yg mengatakan
bahwa dg bertemu org soleh, bahkan hanya melihat wajah nya saja yg spt
bercahaya, maka hati serasa tenang dan bertambah keimanan. Jadi teringat pula
dg alm Ajengan Memed, kiyai di pesantren darul hidayah Bandung, tempat dulu
nyantri, seorang kiyai tua yg kharismatik, sampai saat mengajar sekalipun,
murid2 nya tak berani menatap wajah beliau. Saat bertemu beliau di jalan atau
di mesjid, memang terasa spt bercahaya wajah beliau, hati serasa terpesona dan
kita tak kuat lama memandang beliau, saya sering tertunduk malu karena nya,
seperti takut ketahuan saja dosa2 diri ini.
Syeh Yahya, saat memimpin sholat tarawih, suaranya mengalun merdu,
dibaca dg intonasi sesuai dg makna ayat yg dibaca, mengalun riang saat ayat2
berita gembira atau malah begitu dalam seperti merintih saat ayat2 azab
dibacakan. Dengan mengerti bhs arab , dibacakan dg intonasi yg pas dan qiroah
yg merdu, bagai buluh perindu. Sholat tarawih terasa begitu nikmat, tak terasa
berlalu, suasanapun begitu khusyu, tak ada suara gaduh anak2 di belakang, spt
biasa di negeri kita. Rasanya ingin malam ramadhan sepanjang tahun..
Baca selengkapnya ;
http://hdmessa.wordpress.com/2010/08/13/kisah-ramadhan-di-negeri-gurun-pasir/
--------------------
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.