Rekan2 sekalian, tahun ini untuk kedua kalinya saya
melewatkan bulan Ramadhan di negeri gurun pasir UAE ini. Berikut sedikit cerita
mengenai ramadhan disini. Di mesjid dekat rumah
, Imam mesjid nya adalah syeh Yahya dari Syria, muazin nya org mesir. Syeh
Yahya berusia sekitar 45 tahun, tinggi, putih dg wajah yg tampan ( kalau di
Indonesia mah, bisa jadi bintang filem deh ) . Orangnya ramah, selalu tersenyum
saat bertemu, bila bertemu anak2 di sekitar mesjid, ia suka memberi hadiah
berupa permen. Bila melihatnya ceramah di mesjid, wajahnya begitu teduh dan
serasa bercahaya, suaranya pun merdu, hati pun serasa syahdu karenanya.
Guru ngaji saya dulu pernah bilang, ada kalam hikmah yg
mengatakan bahwa dg bertemu org soleh, bahkan hanya melihat wajah nya saja yg
spt bercahaya, maka hati serasa tenang dan bertambah keimanan. Jadi teringat
pula dg alm Ajengan Memed, kiyai di pesantren darul hidayah Bandung, tempat
dulu nyantri, seorang kiyai tua yg kharismatik, sampai saat mengajar sekalipun,
murid2 nya tak berani menatap wajah beliau. Saat bertemu beliau di jalan atau
di mesjid, memang terasa spt bercahaya wajah beliau, hati serasa terpesona dan
kita
tak kuat lama memandang beliau, saya sering tertunduk malu karena nya, seperti
takut
ketahuan saja dosa2 diri ini.
Syeh Yahya, saat memimpin sholat tarawih, suaranya mengalun
merdu, dibaca dg intonasi sesuai dg makna
ayat yg dibaca, mengalun riang saat ayat2 berita gembira atau malah begitu
dalam seperti merintih saat ayat2 azab dibacakan. Dengan mengerti bhs arab ,
dibacakan
dg intonasi yg pas dan qiroah yg merdu, bagai buluh perindu. Sholat tarawih
terasa begitu nikmat, tak terasa berlalu, suasanapun begitu khusyu, tak ada
suara
gaduh anak2 di belakang, spt biasa di negeri kita. Rasanya ingin malam ramadhan
sepanjang tahun..
Baca selengkapnya ;
http://hdmessa.wordpress.com/2010/08/13/kisah-ramadhan-di-negeri-gurun-pasir/
--------------------
Di UAE, khususnya di emirate Abu Dhabi, kegiatan keagamaan dikelola secara
profesional,
mesjid dan perangkatnya dikelola oleh Negara, mulai dari Imam, muadzin sampai
tukang pembersih mesjid, di gaji oleh Negara, fasilitas spt air, listrik dan
maintenance bangunan dibiayai negara. Kalau kita jalan2 ke seputaran UAE, tidak
akan kita temui, mesjid yg jelek dan kotor, semuanya dibangun dg bagus, rapih
dan bersih. Mushola di tempat pemberhentian, pom bensin atau di mall sekalipun,
dibangun dg bagus , rapih bersih. Sampai tempat wudhu dan toiletnya bagus dan
bersih, gratis lagi ( coba bandingkan dg negeri kita, dimana banyak toilet tak
terurus dg baik, bayar lagi ).
Sebagai negeri multikultur, dimana penduduk
aseli hanya 20 persen, dan ada sekitar 200 kebangsaan yg tinggal di UAE sini,
maka
perangkat mesjid pun dari berbagai bangsa pula. Imam biasanya dari negeri2 arab
spt Yaman, Mesir, Syria dll. Muazin nya dari Pakistan, mesir dll, sedangkan
tukang bersih2nya biasanya dari Bangladesh, India dan di mesjid dekat rumah,
kebetulan
tukang bersih2nya org Indonesia, si Slamet.
Menjadi Imam di sebuah mesjid adalah sebuah jabatan yg
penting juga dan berat syaratnya, salah satunya ialah hafiz ( hapal al Quran ),
karena itulah berasal dari berbagai Negara, karena tak mudah pula mendapatkan
org dg kualifikasi tsb. Gaji yg didapat bisa dikatakan lebih dari cukup utk
bisa hidup layak disini. Dapat fasilitas rumah, lengkap dg maintenance nya (
air, listrik dll), fasilitas kesehatan dan sekolah dan rata2 punya kendaraan.
Kegiatan sehari2
nya adalah mengelola kegiatan keagamaan di mesjid tsb, memimpin ibadah sholat
5 kali sehari, sholat
jumat, sholat tarawih dan kegiatan keagamaan lain nya. Kita yg menjadi jamaah
di mesjid itu pun, bisa merasakan manfaat besarnya. Bayangkan tiap hari sholat
5 waktu dipimpin oleh Imam yg hafiz spt itu, begitu pula sholat jumat, tarawih
dll. Betapa terasa kegiatan mesjid yg dikelola dg professional dan rapih, akan
memberikan manfaat besar bagi jamaah di mesjid tsb.
Di mesjid dekat rumah
, Imam mesjid nya adalah syeh Yahya dari Syria, muazin nya org mesir. Syeh
Yahya berusia sekitar 45 tahun, tinggi, putih dg wajah yg tampan ( kalau di
Indonesia mah, bisa jadi bintang filem deh ) . Orangnya ramah, selalu tersenyum
saat bertemu, bila bertemu anak2 di sekitar mesjid, ia suka memberi hadiah
berupa permen. Bila melihatnya ceramah di mesjid, wajahnya begitu teduh dan
serasa bercahaya, suaranya pun merdu, hati pun serasa syahdu karenanya.
Guru ngaji saya dulu pernah bilang, ada kalam hikmah yg
mengatakan bahwa dg bertemu org soleh, bahkan hanya melihat wajah nya saja yg
spt bercahaya, maka hati serasa tenang dan bertambah keimanan. Jadi teringat
pula dg alm Ajengan Memed, kiyai di pesantren darul hidayah Bandung, tempat
dulu nyantri, seorang kiyai tua yg kharismatik, sampai saat mengajar sekalipun,
murid2 nya tak berani menatap wajah beliau. Saat bertemu beliau di jalan atau
di mesjid, memang terasa spt bercahaya wajah beliau, hati serasa terpesona dan
kita
tak kuat lama memandang beliau, saya sering tertunduk malu karena nya, seperti
takut
ketahuan saja dosa2 diri ini.
Syeh Yahya, saat memimpin sholat tarawih, suaranya mengalun
merdu, dibaca dg intonasi sesuai dg makna
ayat yg dibaca, mengalun riang saat ayat2 berita gembira atau malah begitu
dalam seperti merintih saat ayat2 azab dibacakan. Dengan mengerti bhs arab ,
dibacakan
dg intonasi yg pas dan qiroah yg merdu, bagai buluh perindu. Sholat tarawih
terasa begitu nikmat, tak terasa berlalu, suasanapun begitu khusyu, tak ada
suara
gaduh anak2 di belakang, spt biasa di negeri kita. Rasanya ingin malam ramadhan
sepanjang tahun..
Selesai sholat, sebagian jemaah menyalami beliau dan ia
membalas dg senyuman hangat, walau dg org tak dikenal sekalipun spt saya dari
Indonesia, jemaah baru di mesjid tsb. Para jemaah mesjid menghormati dan
mencintai
beliau, begitu pula anak2, yg begitu senang bertemu beliau, karena selalu
diberi oleh2 permen. Hanya wanita saja yg tak bisa bertemu langsung beliau,
karena di negeri arab ini, tak biasa pria dan wanita bukan muhrim nya bertemu
langsung spt itu. ( btw, kebayang kalau beliau jadi imam sholat tarawih di
Bandung, dimana jemaah wanita berada di belakang dan bisa lihat Imam, wah pasti
pada terpesona habis deh itu ibu2, spt terpesona nya Zulaikha pada nabi Yusuf )
Di bulan ramadhan, seperti biasa, disediakan pula makanan
utk berbuka. Biasanya menu nya ialah kurma, air mineral dan nasi briyani atau
nasi
khoruf ( semacam nasi uduk dg gule kambing atau ayam). Saat makan bersama
tersebut
beragam pula pesertanya, ada org Mesir, Yaman, Pakistan, india, Bangladesh dan
ikut
juga beberapa teman Malaysia dan Indonesia. Makan nya pun khas pula, karena
kita makan bersama ( 4-5 org) dalam satu nampan besar, biasanya kita org2
indonesia dan Malaysia, milih gabung dalam satu kelompok.
Saat sholat tarawih di mesjid pun akan kita lihat orang2
dengan berbagai kebangsaan ada disana. Akan mudah dikenali dg tampilan fisik
atau pakaian nya. Orang2 arab sebagaimana biasa pakai jubah surban, atau
kandura istilah disini. Org Sudan, jubahnya lebih lebar dan surban nya
dililitkan besar di kepala. Org2 pakistan ketahuan dari model baju panjang nya
dg tutup kepala yg khas pula, sempat ketemu ada pula org Afganistan yg khas
tutup kepalanya ( spt biasa kita lihat pejuang Taliban) , dan teman2 Indonesia
seperti
biasa dg peci atau baju koko nya.
Untuk menghormati bulan ramadhan, di tempat kerja, waktu
kerja pun dikurangi dari biasa 8 jam perhari menjadi 6 jam perhari nya. Untuk
karyawan yg kerja shift waktu kerjanya tetap 12 jam, namun sisa kelebihan
waktunya dihitung sebagai lembur (over time) dan disediakan makanan untuk buka
dan sahur. Jadi walau disini tak ada THR, tapi para pekerja shift bisa
mendapatkan upah yg cukup besar selama ramadhan ini.
Bulan Ramadhan saat ini jatuh pada musim panas, dimana suhu
siang hari panas sekali, bisa sampai 45 derajat celcius, waktu buka pun lebih
lama, sekitar jam 7.15. Puasa yg berat, apalagi saya sebatang kara saat ini,
istri dan anak2 sudah mudik ke Indonesia, sehingga saya biasa berbuka di mesjid
dan sahur sendirian saja di rumah.
Namun suasana keagamaan dan ibadah di mesjid
yg begitu mengesankan, membuat ramadhan ini terasa begitu indah. Dalam
kesendirian di tengah gurun pasir ini, terasa diri ini menjadi begitu dekat
dengan Yang Maha Kuasa…
Demikian sedikit cerita ramadhan, dari negeri gurun pasir
Abu Dhabi, UAE.
Semoga bulan Ramadhan yg penuh rahmat ini, membawa kebaikan
bagi kita semua…
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.