SUMBAR | JUMAT, 13/08/2010 00:52 WIB

Heri Sugiarto -  <http://www.padang-today.com> Padang Today

 <http://www.padang-today.com/foto/berita/monorail%20australia-nofrins.jpg>
klik untuk melihat foto
Monorail di Australia yang bisa diadopsi di Kota
Bukittinggi. (foto: dok. Nofrins/MPKAS)

 

Setelah usulan perlunya interkoneksi jaringan kereta api di Sumatera
(Sumatera Railways) ditindaklanjuti pemerintah, Masyarakat Peduli Kereta Api
Sumatera Barat (MPKAS) kembali melempar gagasan pembangunan jalur kereta api
rel tunggal (monorail) di Kota Bukittinggi.

Hal tersebut perlu dipertimbangan sebagai salah satu solusi mengatasi
kemacetan yang selama ini terjadi di kota wisata itu, baik pada hari biasa
maupun liburan. Sekjen MPKAS Nofrins Napilus mengatakan, monorail ini bisa
menjadi alat transportasi alternatif untuk masuk kota Bukittinggi dengan
nyaman. 

Dia menjelaskan, apabila diterapkan, wisatawan cukup parkir di luar kota
Bukittinggi seperti Padanglua dan Baso, lalu pindah ke monorail yang bisa
masuk dan menusuk hingga ke jantung kota, pusat pertokoan, pusat
perbelanjaan, hotel maupun obyek-obyek wisata.

"Dibuat saja melingkari kota. Dan salah satu stasiun kecilnya juga berada di
stasiun kereta api utama di kota tersebut. Bayangkan jika monorail ini
melipir pinggiran Ngarai Sianok," katanya.

Dia menceritakan, pada awal 2007 pernah bertemu dengan Gamawan Fauzi yang
ketika itu Gubernur Sumbar dan pernah berkunjung ke Sydney, Australia
bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dodi Ruswandi. Gamawan bercerita
dengannya soal light monorail yang ada di Darling Harbour, Sydney. 

"Pak Dodi Ruswandi, kata pak Gamawan menyebutkan konstruksi monorail seperti
di Sydney itu, sangat mudah dan murah sekali. Saking ringannya, tiangnya
bisa ditempatkan di atas jembatan. Berbeda sekali dengan monorail yang akan
dibangun di Jakarta," jelasnya.

Penerapan monorail di Bukittinggi, katanya memang butuh biaya cukup besar.
Tapi dengan adanya undang-undang yang membolehkan BUMD maupun swasta
membangun jalur dan mengoperasikan kereta api, maka peluang itu terbuka
untuk dibangun di daerah. 

Soal monorail ini akan berdampak pada sarana transportasi lain seperti
angkutan kota, Nofrins mengatakan, belum tentu. "Karena harga tiket monorail
ini biasanya lebih mahal dari Angkot sehingga segmen yang akan naik monorail
tentunya orang-orang yang datang dari luar kota seperti wisatawan, dan bawa
uang banyak." 

Sejauh ini, kata Nofrins, MPKAS telah menindaklanjuti gagasan itu dengan
mengirimkan surat ke Ketua Forum Saudagar Minang dan Gubernur Sumbar, yang
mungkin tertarik untuk membangunnya di Sumbar. "Tapi hingga kini belum ada
tindaklanjutnya. Semoga saja ke depan terwujud," katanya.(*)

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

<<image003.jpg>>

Kirim email ke