Sanak Anwar, Jadi, untuak mambuek monorail Bukittinggi pakai dana dari provinsi lain?
Are you sure it will work? (*ha ha, sakali sakali lamak pulo rasonyo ba bahaso rantau mak Ngah di Palanta k*o) Riri 48/l/bekasi 2010/8/14 anwarjambak <[email protected]> > 40 triliun lai cukuik tu Da Riri? > > Sebab dana infrastruktur Riau nan numpuk di BI lah mancapai 40 Triliyun > > Anwarjambak > > Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile. > ------------------------------ > *From: * Riri Chaidir <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 14 Aug 2010 06:25:35 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [...@ntau-net] Atasi Macet, MPKAS Gagas Pembangunan Monorail > di Bukittinggi > > Gagasan bagus, cuma, dari ma pitihnyo? > > Sebagai perbandingan, ambo basuo di > http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/data-berita-media/1279-dprd-lanjutkan-proyek-monorel > dan > di http://web.bisnis.com/artikel/2id2031.html > > *Biaya per km rencananya US$23,3 juta; * > * > * > > *Modal APBD DKI rencana US$60 juta; * > *Subsidi APBD DKI US$22,5 juta; * > *Jaminan APBN US$56,25 juta; * > *Utang Bank Dubai US$650 juta.* > > > Kalau gagasan ko ka dilaksanakan di Bukittinggi, ba a komposisi modal nyo? > > Riri > 48/l/bekasi > > > > > > > 2010/8/14 Nofend Marola <[email protected]> > >> SUMBAR | JUMAT, 13/08/2010 00:52 WIB >> >> Heri Sugiarto - *Padang Today* <http://www.padang-today.com> >> >> *[image: klik untuk melihat >> foto]*<http://www.padang-today.com/foto/berita/monorail%20australia-nofrins.jpg> >> Monorail di Australia yang bisa diadopsi di Kota >> Bukittinggi. (foto: dok. Nofrins/MPKAS) >> >> >> >> Setelah usulan perlunya interkoneksi jaringan kereta api di Sumatera >> (Sumatera Railways) ditindaklanjuti pemerintah, Masyarakat Peduli Kereta Api >> Sumatera Barat (MPKAS) kembali melempar gagasan pembangunan jalur kereta api >> rel tunggal (monorail) di Kota Bukittinggi. >> >> Hal tersebut perlu dipertimbangan sebagai salah satu solusi mengatasi >> kemacetan yang selama ini terjadi di kota wisata itu, baik pada hari biasa >> maupun liburan. Sekjen MPKAS Nofrins Napilus mengatakan, monorail ini bisa >> menjadi alat transportasi alternatif untuk masuk kota Bukittinggi dengan >> nyaman. >> >> Dia menjelaskan, apabila diterapkan, wisatawan cukup parkir di luar kota >> Bukittinggi seperti Padanglua dan Baso, lalu pindah ke monorail yang bisa >> masuk dan menusuk hingga ke jantung kota, pusat pertokoan, pusat >> perbelanjaan, hotel maupun obyek-obyek wisata. >> >> "Dibuat saja melingkari kota. Dan salah satu stasiun kecilnya juga berada >> di stasiun kereta api utama di kota tersebut. Bayangkan jika monorail ini >> melipir pinggiran Ngarai Sianok," katanya. >> >> Dia menceritakan, pada awal 2007 pernah bertemu dengan Gamawan Fauzi yang >> ketika itu Gubernur Sumbar dan pernah berkunjung ke Sydney, Australia >> bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dodi Ruswandi. Gamawan bercerita >> dengannya soal light monorail yang ada di Darling Harbour, Sydney. >> >> "Pak Dodi Ruswandi, kata pak Gamawan menyebutkan konstruksi monorail >> seperti di Sydney itu, sangat mudah dan murah sekali. Saking ringannya, >> tiangnya bisa ditempatkan di atas jembatan. Berbeda sekali dengan monorail >> yang akan dibangun di Jakarta," jelasnya. >> >> Penerapan monorail di Bukittinggi, katanya memang butuh biaya cukup besar. >> Tapi dengan adanya undang-undang yang membolehkan BUMD maupun swasta >> membangun jalur dan mengoperasikan kereta api, maka peluang itu terbuka >> untuk dibangun di daerah. >> >> Soal monorail ini akan berdampak pada sarana transportasi lain seperti >> angkutan kota, Nofrins mengatakan, belum tentu. "Karena harga tiket monorail >> ini biasanya lebih mahal dari Angkot sehingga segmen yang akan naik monorail >> tentunya orang-orang yang datang dari luar kota seperti wisatawan, dan bawa >> uang banyak." >> >> Sejauh ini, kata Nofrins, MPKAS telah menindaklanjuti gagasan itu dengan >> mengirimkan surat ke Ketua Forum Saudagar Minang dan Gubernur Sumbar, yang >> mungkin tertarik untuk membangunnya di Sumbar. "Tapi hingga kini belum ada >> tindaklanjutnya. Semoga saja ke depan terwujud," katanya.(*) >> >> >> >> -- >> > > > > -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
<<image003.jpg>>
