السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Hebat sekali ibu Rasyidah dari zangan Guru, lahirlah anak-anak yg hebat dan berbakti
Mungkin sebagai Guru, penghasilannya bersih. Anak yg diberi makan dengan yg bersih akan menghasilkan kebersihan dan keberhasilan Selamat untuk ibuk Rasyidah sebagai wanita Tangguh Selamat juga untuk Bundo Nismah Rumzy yang selalu kita banggakan dan sumber inspirasi وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Nismah Rumzy <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 17 Aug 2010 23:39:55 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Wanita Pilihan versi Singgalang (Hj. Rasjidah Ibrahim) Assalamu Alaikum W. W. Nan berikut adolah kakak kanduang bundo nan banamo Hj. Rasyidah Ibrahim RASYIDAH TALANG MAUR oleh: MUHAMMAD BAYU VESKY Besok 17 Agustus, hari kemerdekaan. Di balik semua kesuksesan, selalu saja berdiri wanita yang tegar. Minangkabau dalam dadanya yang diam, menyimpan teramat banyak perempuan nan tangguh semacam itu. Mereka adalah ibu dari orang-orang hebat. Singgalang mencoba mencari beberapa ibu tangguh Minangkabau itu. Di antaranya: Menyusuri Jalan Tan Malaka, menuju Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka (sekitar 20 Km dari Jantung Kota Payakumbuh), di saat bulan suci Ramadhan, sulit juga rupanya. Siang itu, jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, bedug berbuka masih lama. Jalanan juga basah, maklum dari pagi buta. Hujan turun tak henti-hentinya. Tepat sebelah kiri setelah memasuki pintu gerbang ‘Selamat Datang di Nagari Adat Talang Maur’, Singgalang mencoba melajukan kendaraan ke sebuah rumah gadang bernomor 45. Rumah itu milik keluarga besar Hj Rasyidah Ibrahim, dan almarhum suaminya Ibrahim, pasangan suami istri yang dikenal warga sekitar sebagai sosok guru dan ulama besar. Menaiki jenjang rumah gadang yang tampak bersih mengkilat, pintu rumah Rasyidahpun diketuk. Ternyata hening, tak ada jawaban dari dalam. Lama menunggu, akhirnya seulas senyum ditebar seorang ibu, ialah Rasyidah. Srikandi yang tengah ditunggu. “ Ooo...maaf ya, sudah lamakah menunggu? Masuklah dulu, ibuk baru pulang dari Pasar,” ucap Rasyidah, pada Singgalang, Sabtu (14/8) di kediamannya itu, Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka. Wanita yang tercatat sebagai guru sekaligus pencetus Sekolah Talang Maur (Sekarang SDN 01 Talang Maur) itu, nampak masih kuat. Bahkan matanya juga masih tajam untuk membaca tulisan di lembaran kertas dan buku. Ia mengaku,semuanya itu bisa bertahan akibat kebiasaan. “Membaca itu kan penting. Mata saya ini berpantang betul dengan buku dan bacaan. Kalau ada yang dibaca, pasti saya lahap saja,” ulasnya membuka cerita. Ditertawakan teman Kebiasaan Rasyidah membaca karena sejak kecil ia telah melakukannya. Sebelum menjadi guru di SD, dirinya sering diejek oleh teman sebaya lantaran ikut sekolah dengan kaum laki-laki. “Saat itu yang sekolah kan cuma laki-laki. Itupun bisa dihitung dengan jari,” kata wanita, yang berusia 77 tahun tepat, pada peringatan HUT RI Selasa (17/8) besok. Namun Rasyidah bukan patah arang. Malah dengan memberikan pencerahan dan pemahaman akan arti pendidikan, sedikit demi sedikit warga Talang Maur banyak yang paham. Makna pendidikan jadi andalan. Rasydah diharapkan bisa merubah paradigma itu oleh orang banyak. Khususnya masyarakat yang bernaung dilingkaran nagari sejuk Talang Maur. Nagari kaya, sejuta pesona pancaran alamnya. “Tahun 1945 silam tepat, saya jadi guru di Sekolah Dasar dan berusia 13 tahun. Waktu itu, saya juga menyandang status sebagai siswi KGC (Khursus Guru Cepat) di Mungka, sampai 1948 saya melanjutkan KGB (Khursus Guru B), di Dangung-Dangung dan terakhir KGA (Khursus Guru A) dan baru berijazah tahun 1954,” kenang Rasyidah membalik memorinya. Buah perjuangannya dengan sang suami Ibrahim, memberikan bukti. Tujuh orang putra-putri yang mereka sekolahkan dengan jerih payah, sudah berhasil dan bergelar sarjana pula. Bahkan lebih dari itu, anaknya benar-benar menjadi orang. “ Alhamdulillah, anak saya yang sulung, Herman Darnel Ibrahim, sekarang tercatat sebagai anggota Dewan Energi Nasional yang diketuai langsung bapak presiden,” katanya. Sementara itu, anak kedua wanita yang kini menjabat sebagai anggota komite Sekolah Talang Maur sekaligus Ketua Aisyah Mungka tersebut adalah Darnelita Efrizal. Kini bekerja di SDM PT Metko. Selanjutnya, Ulpermadi Ibrahim konsultan komputer dan programer Bank Nagari pusat. Sementara anaknya yang keempat, adalah Darvini Rahmida dokter yang kini bertugas di Puskesmas Keramat Jati. “Anak saya yang kelima, adalah Trisna Mulyani. Setelah berhasil mengambil Strata 2 (S2) nya di Australia, kini ia dosen UNJ Jakarta dan alhamdulillah, berencana juga melanjutkan Strata Tiga (S3). Sedangkan anak keenam, adalah Siti Haiyinah, pegawai BKD Payakumbuh dan terakhir si bungsu Rahmi Sukma, kini berstatus Manager PT Kogindo Jakarta,” terangnya. Meskipun anak-anaknya sudah berhasil dan tak asing bagi warga Luhak Nan Bungsu, namun Rasyidah tidak pernah membusung dada. Ia juga tidak henti-hentinya menunjuk-ajarkan anak-anak agar tidak sombong, angkuh dan lupa dengan agama. “Yang terpenting itu, jangan pernah lupakan agama Islam. tunduklah padaNnya. Ingat, tuntulah ilmu, dari buaian sampai liang lahat,” katanya. Jangan mau sogok-menyogok Tidak cuma itu saja, dalam urusan kongkalingkong ataupun sogok menyogok mempercepat selesainya masalah dan sebuah pekerjaan, Rasydah paling pantang. Hal itu dibuktikannya, setelah anak sulungnya Herman Darniel Ibrahim berniat diusung sejumlah pihak menjadi Calon Gubernur Sumatera Barat tahun 2010. Namun akibat harus adanya cost-costan politik, Rasyidah melarangnya. “Sogok-menyogok itu jangan. Tak perlu rebut jabatan. Saya kemarin bilang sama Herman (Herman Darniel Ibrahim), agar tak perlu ikut jadi calon gubernur kalau harus bayar membayar. Percuma saja jadi pemimpin kalau kita sudah mengeluarkan uang dahulunya. Nanti sama apa kita ganti uang itu,” pungkasnya sembari menawarkan Singgalang buka puasa bersama di rumahnya. (*) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
