AslmWrWb

Sekedar babagi info...

Wassalam
fitr tanjuang
lk/35/albany NY


--- On *Mon, 8/23/10, Rois Fathoni <[email protected]>* wrote:


From: Rois Fathoni <[email protected]>
Subject: [Mus-lim] Surat AlWaqi'ah dan Kunci Kesejahteraan
To: [email protected]
Date: Monday, August 23, 2010, 11:43 AM

Assalaamu'alaikum, wr, wb.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sejak kecil, selain menganjurkan membaca surat alkahfi di setiap malam
jum'at, para orang tua juga menganjurkan agar anak anaknya membaca surat
alwaqi'ah setiap malam. Konon, barangsiapa membaca surat alwaqi'ah setiap
hari, ia tidak akan tertimpa kemelaratan selama lamanya.

Kali ini, saya ingin menyampaikan benang merah yang tampak di mata saya,
mengenai hubungan surat alwaqi'ah dengan pengentasan kemelaratan.

Surat ini dibuka dengan kisah hari kiamat dan diikuti dengan kategorisasi
manusia: Golongan Pelopor (Assaabiquunal awwaluun), Golongan Kanan
(Ash-haabul yamiin), dan Golongan Kiri (Ash-haabus-syimaal). Masing masing
golongan diceriterakan balasan yang berbeda beda yang akan mereka dapatkan
di hari akhir kelak sesuai dengan amal mereka di dunia.

Setelah bercerita mengenai tiga golongan manusia tsb, Allah berturut turut
menyebut nyebut tentang penciptaan manusia (57-62), tanaman pangan (63-67),
sumber daya air (68-70) dan sumber daya energi/api (kayu bakar, hidrokarbon)
(71-73) .

Rupa rupanya inilah kunci pembebasan manusia dari kemelaratan. Barang siapa
mampu memahami dan menguasai sumber daya manusia, dan sumber daya
alam(tanaman pangan, air, dan energi), niscaya ia tidak akan ditimpa
kemelaratan
sepanjang hidupnya di dunia. Bukan hanya di dunia saja, jika pembangunan
sumber daya manusia berorientasi memperbanyak manusia dengan karakter
Assaabiquunal awwalaun dan Ash-haabul yamin seperti yang terinci di ayat
sebelumnya, maka manusia akan senantiasa terlepas dari kemelaratan selama
lamanya hingga kelak di akhirat sana: hidup bergelimang kemewahan dan
kenikmatan di surga yang dijanjikan Allah ta'ala.

Nah, mengapa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam masih banyak orang
yang melarat?

Barangkali karena pembangunan sumber daya manusianya lebih banyak
menghasilkan orang orang dengan karakter golongan kiri dari pada orang orang
dengan karakter golongan kanan atau golongan Pelopor. Golongan kiri ini
senantiasa merasa lapar, dan terus berusaha mengumpulkan kekayaan untuk
dirinya di dunia ini. Mereka tidak percaya akan adanya kehidupan sesudah
kematian. Bagi mereka, hanya ada satu alam kehidupan, yaitu kehidupan di
dunia ini, sekarang ini. Tidak ada lagi kehidupan sesudah kehidupan dunia
ini, dan fokus mereka adalah bernimat nikmat di dalam kehidupan saat ini.

Jika orang orang dengan karakter golongan kiri ini dibiarkan tumbuh dan
berkembang di sebuah negeri, menguasai negeri tersebut, maka sebanyak apapun
SDA yang dimiliki negeri itu tidak akan mampu membuat kaum negeri itu
terbebas dari kemelaratan. Sepandai apapun mereka mampu mengolah SDA,
manfaatnya tidak akan bisa dirasakan oleh orang banyak, dan bahkan tidak
pula bisa dirasakan oleh mereka yang menguasainya sebab kemelaratan,
perasaan tidak puas dan selalu menginginkan yang lebih telah melekat di hati
mereka.

Wawasan mereka sempit dan kurang memperhatikan sustainabilitas, sehingga
kurang bijak dalam pengelolaan sumber daya alam (tanaman pangan, air dan
energi).

Perhatikan karakter Golongan Kiri yang disebut di ayat 45 - 48 berikut ini:

إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿٤٥﴾ وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى
الْحِنثِ الْعَظِيمِ ﴿٤٦﴾ وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا
تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٤٧﴾ أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ
﴿٤٨﴾

Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) hidup bermewah-mewah.(45) Dan
mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.(46) Dan mereka selalu
mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang,
apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?(47) Apakah
(demikian pula) bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"(48).

Adapun karakter golongan kanan antara lain adalah "mereka yang menempuh
jalan yang sukar dan mendaki" sewaktu hidup di dunia, seperti yang tertulis
di surat albalad ayat 12-18 berikut ini:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾ فَكُّ رَقَبَةٍ ﴿١٣﴾ أَوْ إِطْعَامٌ فِي
يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾ يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ﴿١٥﴾ أَوْ مِسْكِينًا ذَا
مَتْرَبَةٍ ﴿١٦﴾ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ ﴿١٧﴾ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (12) (yaitu)
melepaskan budak dari perbudakan, (13) atau memberi makan pada hari
kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau
kepada orang miskin yang sangat fakir. (16) Dan dia (tidak pula) termasuk
orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling
berpesan untuk berkasih sayang. (17) Mereka itulah para golongan kanan. (18)

Kemauan mereka menempuh jalan sukar dan mendaki tersebut berakar dari
keyakinan mereka yang kuat akan adanya pembalasan di akhirat kelak seperti
tertulis di surat alhaaqqah berikut ini:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا
كِتَابِيَهْ ﴿١٩﴾ إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ ﴿٢٠﴾

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya,
maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)". (19) Sesungguhnya aku
yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. (20)

Nah, orang orang yang visioner, yang berwawasan jauh ke depan inilah yang
seharusnya diperbanyak di suatu negeri, diserahi amanah mengelola sumber
daya alam, agar terjamin sustainabilitas, keberlanjutan kesejahteraan negeri
itu hingga beratus ratus atau beribu ribu tahun ke depan.

Lihat saja negara negara makmur di dunia hari ini. Kebanyakan di antara
mereka adalah negara di mana rakyatnya cerdas bukan hanya dalam penguasaan
sumber daya alam, tetapi lebih utama dari itu adalah karena mereka cerdas
dan bijak dalam mengelola, memanfaatkan dan mengkonsumsi sumber daya alam.
Mereka tidak hanya memikirkan diri mereka saja, tetapi juga memikirkan
keberlanjutan kesejahteraan anak cucu mereka.

Akan tetapi sebanyak apapun manusia berkarakter golongan kanan ini di sebuah
negeri, tidak akan mampu berbuat apa apa jika tidak ada segelintir diantara
mereka yang bersedia menjadi pelopor terhadap perubahan. Golongan pelopor
"assaabiquunal awwaluun" inilah yang seharusnya dicetak; bukan hanya kita
tunggu kehadirannya seperti jatuh dari langit, tetapi hendaknya kita
usahakan kelahiran dan kemunculannya, dengan doa dan usaha sekuat kuatnya.

Itulah benang merah surat alwaqi'ah dengan pengentasan kemelaratan. Kunci
kesejahteraan di dunia adalah penguasaan, pemahaman mereka yang mendalam thd
sumber daya alam (tanaman pangan, air dan energi), serta kebijkasanaan
mereka dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya tersebut. Dan semua itu
hanya bisa dicapai apabila pembangunan sumber daya manusianya berorientasi
menghasilkan manusia berkarakter ash-haabul yamin, dan bukan manusia
berkarakter ash-haabus-syimaal. Dan untuk itu diperlukan segelintir manusia
pelopor berkarakter assaabiquunal awwaluun yang harus diupayakan
kehadirannya, bukan ditunggu bak meteor jatuh dari langit.

Wallahu a'lam bis-shawab.

Saya mohon ampun kepada Allah atas kemungkinan kesalahan dalam tulisan dan
jalan fikiran saya, amiin.

Wassalam,

-- 
Rois Fatoni
Liberal dalam Iman, Konservatif dalam Islam


-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Mus-lim mailing list
[email protected]<http://mc/[email protected]>
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/mus-lim

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke