Assalamu'alaikum Ww

Kanda Syofiardi , ado babarapo tanyo sahubuangan jo tulisan kanda dibawah :

Nan pertamo :  Dalam kondisi aktual saat ini dengan CARA apa bentuk solusi
yang anda tawarkan ?
Nan kedua : Dengan asumsi selama ini kebudayaan Minangkabau penuh dengan
CARA, seberapa besar pengaruh hal itu bermanfaat positif dibandingkan
kebudayaan tetangga dalam konteks pemecahan masalah lokal kemasyarakatan?

Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 26 Agustus 2010 13.29, Syofiardi BachyulJb <[email protected]> menulis:

>  Waalaikumussalam wr wb.
>
> Kanda Zulkarnain,
> Kalau manuruik ambo indak ado yang salah dengan NIAT dasar Gebu Minang
> mengadakan acara iko. Sebelumnya ambo juo alah bapandek yang salah adalah
> CARA-nya. Kalau seandainya Gebu Minang mengadakan seminar lebih dulu
> membahas pokok pikiran 'orang-orangnya' tentang bagaimana Minangkabau ke
> depan, tidak ada masalah dengan itu. Menurut saya seminar adalah sebuah
> 'urun rembuk' untuk mencari 'jalan terang' sebuah masalah.
>
> Bagaimana dengan Kongres? Kongres adalah menggolkan sesuatu yang berpuncak
> pada pengurus kelembagaan dan programnya untuk mengatur sesuatu. Agar hasil
> kongres diakui de facto dan de jure, maka prosesnya juga harus melibatkan
> semua komponen yang berkepentingan (stake holder kecek urang lua).
>
> Yang aneh dalam hal iko adalah sebuah kongres kebudayaan minangkabau tidak
> diadakan oleh lembaga-lembaga yang dianggap sebagai pemangku penting
> 'kebudayaan minangkabau': LKAAM (ninik mamak/ ini lembaga resmi yang eksis
> puluhan tahun), yang dipayungi LKAAM ada KAN di setiap nagaril Kebudayaan
> tidak lengkap tanpa kesenian. Juga ada pemangku Raja Kerajaan Paguruyung dan
> kerajaan-kerajaan lain. Di Sumatera Barat ada Dewan Kesenian Sumatera Barat
> (DKSB) yang mewakili seniman dari berbagai unsur, ada MUI (ulama), ada ICMI
> (setidaknya membawa sebagian kelompok cadiak pandai), lebih baik lagi
> membawa unsur pembaru dari kelompok LSM/NGO yang juga punya wadah bersama
> dengan motor LBH dan Walhi' Lebih baik lagi bawa unsur wakil rakyat (DPRD
> prov dan kab/kota), ada unsur lembaga unsur perempuan (dari Bundo Kanduang
> sampai LSM perempuan).
>
> Intinya, semakin banyak pihak yang diajak duduk bersama, maka semakin
> MANTAP acara ko.
>
> Kenapa Gebu Minang yang punya gagasan dan niat bagus tidak memulai dengan
> menawarkan ide ini kepada lembaga-lembaga stake holder? Memang Gebu Minang
> (SC KKM) pernah 'malewakan ini', tapi dalam rangka sosialisasi KKM, bukan
> 'malewakan ide'.
>
>  Inilah yang disebut pihak yang kritis sebagai SC KKM MAAGIAH CUBADAK
> MASAK.
>
> Menurut saya jika LKAAM pun mengadakan acara ini tanpa mengajak komponen
> lain juga akan ditolak. Padahal di mata saya LKAAM lebih berkompeten dalam
> menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Minangkabau dibanding Gebu Minang.
>
> Membantu kampuang dan aneka niat baik lainnya, Kanda Zulkarnain, harus
> dengan 'duduak barapak'. Indak ado nan manulak. Semakin banyak nan duduak
> samakin rancak, bukankah 'duduak basamo balapang-lapang'? Tentu nanti akan
> mendatangkan kekecewaan yang berniat baik kalau ternyata malah niat baiknya
> ternyata ditolak dan 'dicuekin' orang.
>
> Kenapa orang Minangkabau terkenal lama rapatnya, tapi keputusannya sedikit?
> Kenapa orang Minangkabau dianekdoti kalau makan berkeringat, tapi bekerja
> tidak berkeringat?
>
> Itu karena adat Minangkabau terkenal lebih mementingkan musyawarah (ada
> berkali-kali musayawarah sebelum menentukan jodoh dan alek seseorang). Ada
> berkali-kali makan bersama (menunjukkan kebersamaan sehilir-semudik) sebelum
> benar-benar melakukan perkerjaan bersama.
>
> Maafkan saya Kanda Zulkarnain dan Apak-Apak jo Angku-Angku, terutama
> penggagad dan pelaksana KKM, kalau ada kata-kata yang kurang pada tempatnya.
> Ini dalam upaya mencari kekuatan kita di Ranah Minang.
>
> Wassalam,
> Syofiardi (40/Padang)
>
>
>
>
> --
> Z Chaniago - Palai Rinuak
>
> Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau  .
>
> Sayangi Danau Maninjau -
>
>

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke