----Email Diteruskan----
Dari: [email protected]
Kepada: [email protected]
Email Keluar: Sel, 10 Agt 2010 15:42 PDT
Judul: TRS: Fw: TOLERANSI MASJIDIL HARAM



----Email Diteruskan----
Dari: [email protected]
Kepada: [email protected]
Email Keluar: Sab, 25 Okt 2008 03:37 PDT
Judul: Fw: TOLERANSI MASJIDIL HARAM





HARAM




TOLERANSI MASJIDIL HARAM
Oleh: KSuheimi
 
Hari Jum’at jam.10.00 orang-orang dianjurkan untuk tidak masuk lagi ke Masjidil 
Haram karena didalam sudah penuh sesak tak ada tempat lagi.
Terpaksa orang sholat di hotel, atau diemperan toko dan di jalan-jalan.
Ramainya Masjidil Haram hari Jum’at bertepatan dengan Jum’at terakhir dibulan 
puasa ini, Jum’at 27 Ramadhan, maka semua orang berhimpun dan berduyun-duyun 
kesini dan sebagian meyakini nanti malam adalah malam Lailatul Qadar.
 
Saya membimbing isteri, saya mencari tempat.
Kami pasang niat dan pasang do’a “ Mohon diberi kemudahan dan kelapangan di 
Masjidil Haram ini”
Do’a itu dikabulkan “Allahu/ya Allah..luar biasa ramainya, namun walau seramai 
itu toleransinya sangat tinggi.
Dikampung saya pantangan betul kalau kepala ini dipegang dan ditekan orang 
lain, di Masjidil Hara mini dengan rela dan ikhlas membiarkan kepala kita 
dipegang sebagai tanda keakraban dan kasih saying.
   
Beberapa kali kepala saya ditekan dan beberapa kali dipegang-pegang saya ikhlas 
dan membiarkan saja kepala dilangkahi dan sujud mengenai tumit orang itu hal 
biasa.
Karena ramainya dan berselisih jalan dengan kaki manusia laki-laki dan 
perempuan berbaur iu hal biasa dan wudhuknya tak diulang.
Perempuan sholat dekat laki-laki itupun hal biasa bahkan perempuan masuk 
melangkah berjalan ketika semua khusu’ sholat berjama’ah itupun biasa, imam 
sholat dilantai satu dan makmum banyak yang sholatnya didepan didekat Ka’bah 
itupun hal biasa.
 
Orang Marokko sholatnya tangan dilepas saja, orang Aljazair lain lagi posisi 
tangannya bermacam ragam dan berjenis-jenis itupun biasa.
Perbedaan dalam kesatuan, perbedaan tak menimbulkan pertentangan dan 
percekcokkan.
Perbedaan adalah hal biasa dan dapat diterima dengan baik.
Menghadap sholatnya ada yang ketimur, kebarat, utara dan selatan. Biarlah 
berbeda tapi tujuannya tetap satu yaitu menghadap Ka’bah, berbeda untuk 
mencapai satu tujuan…hanya menyembah Allah, mengabdi kepada NYA saja.
 
Walau kepala ditundukkan ke Ka’bah namun yang disembah adalah Allah yang 
menjadikan Ka’bah itu, makin kepusat makin toleransi, makin sabar, dan makin 
toleran dan makin mau menerima, setiap orang berusaha menolong orang lain.
Apa yang dimilikinya dibagi-bagikannya.
Tiba-tiba saya disuguhi Yoghurt Arab yang enak oleh wanita Arab, kadang saya 
ditawarkan susu kambing, buah korma dll. Kalau orang Afrika kami sering 
disuguhi teh yang lezat dan yang jadi rebutan adalah korma muda manis asam dan 
berair enak yang disebut korma Rutab.
 
Rasa bersama, buka bersama di Masjidil Haram ini rezeki dijamin kata teman saya 
orang Brunei . Ada saja orang memberi rezeki dan ada rezeki kita ditangan orang 
padahal tak kenal nama, tak kenal bangsa tapi persahabat terjalin akrab.
Seperti duduk saat ini “Battery Low” saya pasang charger ditonggak mesjid 
kemudian beriringan berganti-ganti saja yang datang minta tolong, saya biarkan 
saja battery ini low karena ditempat yang jauh dirantau orang rasa ingin 
menolong, membantu seiya sekata saling memudahkan dan saling memaafkan terbina 
dengan baik.
 
Tapi nun jauh disana, dikampung kita kadang-kadang sampai tak bertegur sapa, 
kadang saling menafikan dan saling mengejek dan saling menghina, tidak ikhlas 
dalam menolong.
Pinggang saya pegal dan sakit karena terlama duduk dan terlalu lama berdiri. 
Saya ambil minyak hitam dan minta tolong pijitkan pada seorang teman dari 
Palestina, yang enak urutannya. Sakit dan pegal saya jadi berkurang.
 
Jadi yang saya saksikan di Masjidil Haram ini yang ada kata haramnya justru 
banyak bolehnya.
Saya saksikan banyak ma’mum yang sedang sholat membuka Al-Qur’an menyimak surat 
yang dibaca imam, ada juga yang ketika sholat dia berjalan ketempat yang kosong 
atau sedang sholat disuruh pindah oleh petugas.
Hari ini jam menunjukkkan pkl.14.30 banyak mereka keletihan dan bibirnya 
rengkah karena teriknya matahari dan panasnya dibulan Ramadhan ini.
Memang Ramadhan itu artinya panas atau membakar. Dalam keletihan karena tiap 
malam mendirikan qiamul lail sampai jam 03 pagi, pulang makan sahur kemudian 
sebelum azan shubuh sudah dimesjid lagi.
 
Maka banyak yang saya lihat sekarang mereka terkapar tidur berdempet-dempetan, 
bertumpuk-tumpuk yang saya ingin memfotonya tapi sayang tustelnya tidak boleh 
dibawa masuk mesjid.
Saya beruntung dalam suasana begini bisa menulis laporan pandangan mata di 
Masjidil Haram dan bisa baca Al-Qur’an, memang saya jarang saya punya 
kesempatan sebanyak di Masjidil Haram.
Biasanya kehidupan saya selalu dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan hidup didunia. 
Disini di Masjidil Haram hati merasa tenang, perasaan tenteram dan pikiran 
damai ada keredhaan, keikhlasan dan ada kepolosan dengan mudah mengakui 
kesalahan dan dosa yang diperbuat, setiap kali saya melihat ketinggian budi dan 
kebaikan akhlak di Masjidil Haram ini saya merasa tiba-tiba menjadi kecil 
karena mereka punya pribadi dan ilmu yang jauh melebihi kita.
Saya malu dan berusaha untuk meniru dan meneladani orang disini disaat dia 
sabar, terinjak sabar, terjepit sabar apalagi ketika makan dan minumnya diambil 
orang dia tetap menjadi sabar.
 
Semoga pengalaman umrah ini menjadikan saya mendapat umrah yang mabrur.
 
Masjidil Haram selesai sholat Jum’at 26 September 2008.   


      



-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke