AssWrWB,
Cuplikan dibawah ini merupakan sebahagian  apa yg tertulis di harian
Singgalang, Augustus 26, dan 27,2010 dan yg saya copypaste kan: sbb:
Di milist rantaunet ini ada anggota yg tercantum namanya di bawah yg hadir
pd pertemuan tsb; Edy Utama dan Raudha Thaib,: dan mohon menyampaikan nya pd
grup budayawan tsb,
Apa yg dikatakan budayawan tsb sengaja saya *bold kan dan underline*,
sehingga pertanyaan saya bisa fokus akan reponnya:

*“Kami menolak dengan keras KKM,” kata budayawan Wisran Hadi*

Ada baiknya, sejak awal, kata* Wisran, orang kampung*, seperti dia dan
kawan-kawannya diajak bicara. *“Kami dianggap tidak ada,” kata dia.
*
Sebelumnya di Padang, dalam sebuah pertemuan dengan Pemprov Sumbar, LKAAM,
MUI, Bundo Kanduang, Dewan Kesenian, budayawan juga sudah menyatakan
penolakan yang sama.

Puluhan budayawan dan para ahli adat, sastrawan dan budayawan diundang
berbuka bersama ke rumah Irman. Mereka memang membawa *aspirasi penolakan
KKM 2010 i*tu. Jika suara dari kampung diabaikan, maka hal itu menjadi
sebuah tindakan yang congkak. Irman Gusman memahami suara dari kampung. Jika
persoalannya memang seperti itu, maka *Irman,* tidak akan memaksakan. *“Kalau
kata orang kampung dibatalkan, jadilah,” kata dia. *

KKM 2010 menurut pandangan *Wisran Hadi, b*isa *merobek-robek Minangkabau.
Padahal tiap hari orang di kampung tunggang-langgang memelihara adat dan
budaya. *
Tiba-tiba dari rantau dengan gagahnya, dipaksakan KKM 2010. Perantau, kata
Zaili, Zaitul Ikhlas Saad, Darman Moenir, seperti Christine Dobin, pengamat
yang memberi ceramah tentang keminangkabauan pada orang Minang.



------------------------------------------------------------------------
Demikian pengamatan Singgalang dari pertemuan antara 25 budayawan dengan
pengagas KKM 2010 seusai berbuka puasa bersama di kediaman Irman Gusman, di
Jakarta, Rabu (25/8).
Hadir dalam acara itu, dari Padang *Wisran Hadi, Darman Moenir, Basril
Basyar, Raudha Thaib, Harris Effendy Thahar, Zaitul Ikhlas Saad, Yusrizal
KW., Fachrul Rasyid, Dt RB Pahlawan Kayo, Edy Utama, Alwi Karmena, Khairul
Jasmi, Darmadi, Eko Yanche Edrie, Yaswirman, dan Edi Safri serta Syahrudji
Tanjung dan Irfi Zurdi, Zaili Asril dan Insanul Kamil serta Ismail Gusman.
Sedang dari Gebu Minang hadir, Syaafroeddin Bahar dan istri, Ermansyah Yamin
dan istri, Elvia Wadri Tanjung, Warni, Nafis dan istri Inike Aziz Chan,
Firdaus dan lainnya.
*
*“Kami belum setuju,” kata Wisran*. Lalu Fachrul Rasyid, menambahkan,
sebenarnya perantau dan orang kampung, sebenarnya memang tidak saling kenal.
Sebenarnya, kata Fachrul, kedatangan rombongan ke Jakarta memang dirangsang
oleh KKM.
Seolah-olah, kata Fachrul, Minangkabau, enak dibicarakan dari luas. Manis.
Pada akhirnya, kata dia, tiap adanya pembicaraan tentang adat Minang, maka
yang jadi obyek selalu orang kampung. *“Kita yang hadir ini, memang orang
kampung, tapi tidak dihargai, apa setelah usia 70 tahun?”*
Sedang *Sahruji Tanjung* menambahkan, sebaiknya dirumuskan dengan elegan
sesuatu yang bagus untuk kampung halaman. Sehingga tidak ada yang lebih
bagus dan lebih rendah.
Lalu *Basril Basyar*, menyebutkan, sebaiknya Sumbar dibicarakan secara
bersama-sama. *“Mungkin di antara kita yang hadir, ada hal-hal yang tidak
enak dari awal, sebaiknya didinginkan terlebih dahulu.”*
Bagi saya, kata dia, situasi buruk jangan dibiarkan berkembang. *“Tidak
usahlah tergesa-gesa,” katanya. Karena sudah rusak dari awal, makanya
sebaiknya kembali ke pangkal.*
*Zitul Ikhlas Saad*, mempertengkarkan KKM merupakan bentuk kecintaan pada
kampung halaman. *“Hal baik harus dikemas dengan baik pula seharusnya,”
sebut dia. Permintaan saya hanya satu, “rancak barundiang di rumah gadang,”
pinta dia.*
Sedangkan menurut *Edy Utama, *KKM 2010 yang digagas Gebu Minang, *secara
kuat mengubah berbagai hal tentang adat. *Namun *Eko Yanche* menyebut,
padiakan sajalah.* “Dengan kongres apa pula yang akan ditakutkan, biarkan
saja,” katanya.*

*Pertanyaan yg saya ajukan  dan komentar2 nya :*

1.Mohon ditunjukkan dan terangkan argumentasi2 penolakan ini secara
substansi nya dan point2 nya, saya tidak melihatnya disini?

2.Komentar ..'Kami dianggap tidak ada", ..."Kita yg hadir ini memang orang
kampung tidak dihargai, apa setlah usia 70 tahun?

  Apakah ini alasan 2 nya sehingga budayawan menolak?

3."Merobek robek Minangkabau" : Mohon terangkan apa dan bagaimana yg disebut
merobek Minangkabau?Apakah hasil KKM ?

4. Utk Edy Utama :( katanya anda netral) . tertulis secara kuat mengubah
berbagai hal tentang adat.Mohon terangkan bagaimana

KKM yg mengubah berbagai hal tentang adat.?

Terimaksih lbh dulu atas responnya dan waktu nya budayawan Minang .


Wass. Muzirman Tanjung.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke