Seperti yang disampaikan dibawah. Bahwa tidak akan ada penolakan/gangguan kalau 
perhelatan itu dilaksanakan di Rantau

Apalagi masalah sunah rasanya tidak ada adat yang menolaknya. 

Jadi jangan ada anggapan adat membuat ribet warga atau menyusahkan sesuatu yang 
boleh menurut agama


Dicopy lagi :
---Para mamak sekarang sudah memahami untuk urusan jodoh kemenakan.Mereka akan 
mensupport selama hal2 yang prinsip tidak dilanggar. Termasuk menilik siapa 
calon mempelai yang akan menjadi junjungan kemenakannya

Seandainya Keluarga Samsuar berkeras akan melaksanakan sendiri acara perhelatan 
itu tanpa mengikut sertakan orang kampung.
Juga tidak jadi masalah

Tapi kalau keluarga ini suatu waktu pulang ke kampungnya.
Mungkin dia akan diperlakukan sebagai orang asing saja.

Selama kasus selama ini belum "dipaelok-i"

"Kok kayo, kayo se lah surang- Kami indak ka mamintak. Kok pandai, pandai selah 
surang- Kami indak ka batanyo"I

Bahkan dikampung kami dan beberapa daerah lain. Datuk/Penghulu kaum/suku akan 
memberikan surat pengantar (BUN) bagi kemenakannya yang akan mengurus surat 
untuk menikah

Tanpa clearence  itu, aparat desa tidak mau memberikan surat pengantar ke 
Kantor KUA

Sekali lagi...adat salingka nagari.  Ada yang punya kekhasan tersendiri ada 
yang rata saja seperti kondisi nasional di Republik ini

Kalau dikampung memang begitu tata cara dan segala implikasinya yang telah 
dipahami dan dilaksanakan semua warga. 

Jadi adat itu tidak meng-ada2, tapi sudah merupakan suatu kesepakatan bersama

Sebagai mana definisi dalam Sosiologi yang sudah disampaikan sebelumnya

--TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Roland Y. Mandailiang" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 28 Aug 2010 16:37:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Kato Masak

  Salam Mamak Taufiq jo Mamak Bagindo Rajo,

Kalau ado rang minang nan mode carito mamak, apokah artinyo inyo urang 
ndak ba "adaik".
Mungkin kalau dicaritokan bahwa keluarga tersebut sangat ta'at dengan 
keislamannya dan mengikuti sunnah Rasul yang untuk urusan nikah 
dimudahkan, manakah yang menjadi lebih benar?

Dan ketika urusan2 adat seperti ini menjadi berbenturan dengan Syari'at 
(urusan nikah hanya contoh kecil), dimanakah letak ABS-SBK ini seharusnya?

Banyak maaf.... wassalam

Roland


On 28-Aug-10 4:13 PM, Eri Bagindo Rajo wrote:
> Assalamu'alaikum WW uda TR
>
> Sabana santiang  da....., uda pinteh i bana .
>
> Nan  banyak kan Bondong aia bondong dadak...., nan banyak basorak 
> dilua tu  biaso da, penonton bukan nan main...
>
> Tarimo kasih uda TR
>
> Wassalam
>
> Erinos Muslim Tanjung Bgd Rajo (52)
>
> ------------------------------------------------------------------------
> *Dari:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Sab, 28 Agustus, 2010 09:48:59
> *Judul:* [...@ntau-net] Kato Masak
>
>
> Dotor Samsuar seorang Dokter yang sukses di Medan.Salain jadi pengajar 
> di Fakultas Kedokteran  Praktek pribadinya cukup banyak didatangi pasien.
>
> Putri semata wayangnya yang baru diwisuda menjadi seorang dokter, 
> baru2 ini telah dilamar oleh seorang pria teman kuliahnya. Yang juga 
> sudah menjadi seorang dokter
>
> Untuk mengabarkan berita gembira ini kekampungnya.
> Beliau sudah mengiirim kabar  kekampungnya, tapi agak dingin saja 
> sambutan orang kampung. Kemudian istri pak Samsuar menelpon adik dan 
> mamaknya dikampung. Kondisinya masih begitu juga
>
> Supaya jelas permasaalahannya, Samsuar menyuruh istrinya pulang 
> kampung kenapa dingin saja tanggapan orang kampung
>
> Sesudah ketemu mamaknya Sutan Bandaro. Mulailah ibu Ema istri pak 
> Samsuar menceritakan bahwa sehabis Lebaran Haji nanti Yulia putri 
> mereka akan menikah dengan koleganya sesama dokter
>
> Lumayan panjang ceritanya yang diamini saja oleh Sutan Bandaro
>
> Melihat respon yang dingin itu Ema langsung menanyakan sikap mamaknya tsb
>
> Dengan pelan Sutan Bandaro menyahut : "Sabananyo nan salamoko kalian 
> sampaikan itu. Baiyo atau ba barito"
>
> Dek kau batanyo respon kami. Kalau itu ba barito taruihkanlah.
>
> Kok kami ado kesempatan tantu kami penuhi undangan kalian nanti. Tantu 
> kami datang sebagai undangan bukan sipangka
>
> Tapi kok kalian menganggap kami ko keluarga dakek kalian, handaknyo 
> kalian baiyo-batido jo kami
>
> Caro nan kalian lakukan salamo iko arahnyo ka ba barito bukan ba iyo
>
> Kami tau laki kau urang hebat, tapi untuak caro bakampuang ado nan 
> lupo dek inyo
>
> Suruahlah inyo batanyo ka mamaknyo. Baa caro nan lazim diadat awak 
> kalau karajo iko nan ka dikakok
>
> Apakah si Mamak nan urang kampuang iko dianggap feodal dan harus 
> disambah pulo ?
>
> Jan talalu capek memvonnis bagitu sanak
>
> Sudah menjadi sikap hidup urang Minang. Segala sesuatu yang akan 
> dikakok, harus melalui musyawarah dan mufakat
>
> Jan dibao rendong sajo mamak nan mungkin indak basikola tinggi. 
> Mambacopun  kadang masih tagagok-gagok
>
> Jadi sesuai dengan tata cara itu, seharusnya Dotor Samsuar 
> memposisikan dirinya sebagai Rang Sumando yang baik kapado mamak rumahnyo.
>
> Pertama menyampaikan bahwa anak gadis sudah selesai kuliah dan sudah 
> bekerja.
> Karena itu, dia ingin kita semua  melaksanakan tanggung jawab 
> selanjutnya untuk putrinya ini  dan memusyawarahkan untuk mencarikan 
> jodoh untuk putrinya
>
> Cukup segitu dulu untuk tahap pertama, ditunggu respon para mamak
>
> Kalau para mamak menganggap memang karajo iko elok dipagagehkan dan 
> menanyakan apakah sudah ada calonnya atau mungkin saja ada pula calon 
> yang pantas yang diajukan para mamak dan keluarga di kampung
>
> Rundiangan dilanjutkan sampai ditemukan suatu permufakatan. Mengenai 
> jodoh yang akan diterima
>
> Jadi sebetulnya. Mereka tidak akan menghalangi suatu kerja yang cukup 
> baik itu selama tata caranya dilaksanakan dengan baik
>
> Jangan "KATO MASAK" nan disampaikan, walaupun nantinya kita akan 
> kesana juga.
> Para mamak sekarang sudah memahami untuk urusan jodoh kemenakan.
> Mereka akan mensupport selama hal2 yang prinsip tidak dilanggar. 
> Termasuk menilik siapa calon mempelai yang akan menjadi junjungan 
> kemenakannya
>
> Seandainya Keluarga Samsuar berkeras akan melaksanakan sendiri acara 
> perhelatan itu tanpa mengikut sertakan orang kampung.
> Juga tidak jadi masalah, tapi kalau keluarga ini suatu waktu pulang ke 
> kampungnya.
>
> Mungkin dia akan diperlakukan sebagai orang asing saja.
> Selama kasus selama ini belum "dipaelok-i"
>
> "Kok kayo, kayo se lah surang- Kami indak ka mamintak. Kok pandai, 
> pandai selah surang- Kami indak ka batanyo"
>
> Itulah adat Minangkabau, sebagai mana berbagai puak lain dimuka bumi 
> ini yang masing2nya memiliki ke khasan pula
>
> Mungkin saja ada yang menanggap orang kampung gila hormat, pantang 
> kalintehan
>
> Tapi kalau kita perhatikan dengan teliti itu merupakan bukti tanggung 
> jawab bersama dari suatu keluarga.
> Untuk suatu kerja yang akan "dikakok"
>
> Jadi hendaknya jangan ada yang salah mengerti
>
> Salam dan banyak maaf
>
> St R Ameh (55) Rang Agam
> Sent from my BlackBerryŽ
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -- 
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan 
> di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
> <http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama 
> dan mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah 
> konfigurasi/setting-an keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
> -- 
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan 
> di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
> <http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama 
> dan mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah 
> konfigurasi/setting-an keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
*Roland Y. Mandailiang*
????? ????????
/26th, Jeddah, KSA/

/"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain..."/

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke