Bagian 2 Puas berkeliling di halaman PMC melihat kolam dan kotak fiber besar tempat Pak Emi membudi dayakan aneka ikan baik untuk konsumsi maupun ikan sebagai hiasan, kami melangkah menuju gedung tama PMC lalu ke lantau 4 untuk bergabung dengan undangan PMC yang telahg berdatangan dari berbagai kalangan, anak yatim, masyarakat sekitar PMC, rekanan PMC, segenap pimpinan dan manajemen RS PMC beserta keluarga, pengurus teras IKMR serta tamu kehormatan lainnya
Sementara warga RN-PS yang telah hadir adalah Elthaf, Taufik Rasyid, Zainul juga telah hadir. Ehemm agak istimewalah rasanya penampilan Pak Taufik dengan baju teluk belanganya sementara diatas kepalanya ditutup sebuah peci khas Kalimantan yang berhias benang emas disekelingnya Salah satu kolega Pak taufik bercanda "Ondee rancak bana ko peci Kalimantan, lai ado juo buek ambo ciek Fik" Pak Emi menyambar "Bisa..bisa aman tu..tingga catat dima alamat, bara no hape, kama ka dikirim" Pak Taufik hanya tersenyum renyaj mendengar segala canda yang hadir, disaat kami duduk bersila di dalam gedung granada yang lapang sebelum masuknya waktu berbuka. Nah ini dia didalam gedung granada sebelum berlansung acara ceramah/tauziyah singkat yang nantinya akan disampaikan oleh Pak Emi, wahhh heboh deh dengan sesi berfoto.masing-masing mengeluarkan gadget (BB dan HP) serta pocket camdig Elthaf paling sibuk dalam sesi berkodak ini baik dengan pocket camdiq maupun dengan BB yang bisa upload ke jejaring sosial FB. Sibuklah kami mengatur gaya dan senyum "saling merapat" dalam sesi foto bareng ini. Saya sendiri hanya mengambil beberapa foto dengan BB (kurang maksimal hasilnya karena didalam gedung mudah2an sanak Elthaf akan mengunduh foto bareng BuBer ini ke FB dan malewakan Linknya ke Palanta RN nantinya) Puas berfoto, acara dilanjutkan ceramah agama sekitar 10 menit menjelang berbuka. Pak Emi tampil di depan berdiri dihadapan kami memberikan ceramah seputar isu2 hangat yang terjadi sekarang seperti "akibat tindak bodoh ketidak tauan generasi muda kita meminum minuman keras oposan " Pak Emi menjelasan kandungan zar cair kimia dalam miras oplosan tersebut yang sungguh berefek kematian telak tanpa dapat pertolongan seperti banyak yang ditangani di RS kata Pak Emi, "datang setengah mampus, pulangnya ya mampus tidak akan tertolong lagi karena reaksi kimia miras oplosan ini lansung menyerang batang otak, masih lumayan orang yang berusaha bunuh diri dengan Baygon, ketika nyawanya megap-megap tapi berkat pertolongan cepat di unit gawat darurat biasanya nyawa "sinekat bunuh diri" ini rata-rata bisa diselamatkan dan pulangnya dalam keadaan "hidup" Lalu Prof yang selera humornya ini selalu membuat suasan segar juga menjelaskan pada kami seputar keistimewaan buah2an dalam mekanisme pencernaan dalam lambung kita serta keistimewaan rutab sebagai hidangan awal berbuka puasa Tiba-tiba Sang Prof saat asyik-asyiknya berceramah "tergelencek" karena mendengar suara azan dari HP undangan yang hadir "Hahh lah masuak wakatu babuko" Prof Emi kaget Kami juga "nggak nggeh" karena keasyikan mendengar ceramah Prof Suheimi, lalu kami saling menatap dan melihat jam, "Ondee lah masuak mah wakatu babuko" seru saya Akhirnya ceramah ditutup kami semua "maurak selo' lansung menuju hidangan pembuka yang telah disediakan. Kami semua berbaur dengan semua undangan yang hadir. Bertempat disalah satu ruang kuliah STIKES warga RN-PS, Pak Emi dan keluarga beserta pimpinan PMC serta rekanan PMC bergabung dalam satu meja.Nah ini dia, kami menikmati beberapa butir Rutab yang rasnya memang renyah serta lembut dengan kadar gula (rasa manis) yang pas membelai lidah. Rutab yang lezat dan "mencair" didalam lidah ini kami dorong dengan seteguk dua teguk air zam-zam, mmmm.. Memang istimewa rasanya berbuka seperti ini tidak terlalu berat tapi terasa ringan baik ketika di rasakan di mulut maupun ketika berada dalam lambung. Selesai kami melepaskan puasa dengan rutab dan air zam zam, kami kembali berkumpul bersama-sama didalam GSGG untuk melaksanakan shalat Magrib berjamaah. Shalat ditutup dengan doa bersdama yang dipimpin oleh imam shalat diakhiri dengan ucapan "takabballahu inna wamingkum, takabbalahu ya karim" sambil bersalaman satu sama lain. Tanpa komando kami lalu berdiri dari tempat shalat berjamaah menuju hidangan berbuka puasa yang telah disediakan Nah ini seru..makan-makan berbukanya..tunggu ya..bersambung bagian 3 (pas lagi azan lohor berkumandang di Pekanbaru Jepe Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
